Bakti Kebut Keandalan Jaringan Indonesia Timur

Sejak 2022-2023, Bakti Kominfo telah membangun 5.618 BTS di Papua dengantantangan utama terkait pasokan listrik yang belum terlalu memadai.

Afiffah Rahmah Nurdifa

27 Nov 2023 - 15.31
A-
A+
Bakti Kebut Keandalan Jaringan Indonesia Timur

Tower BTS di Indonesia./Bisnis

Bisnis.com, MAKASSAR - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kominfo memberi atensi besar terhadap pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia bagian timur terutama di Papua, meskipun pembangunan di wilayah tersebutmemiliki tantangan yang juga begitu besar. 


Plt Direktur Keuangan Bakti Kominfo Ahmad Juhari mengatakan sejak 2022-2023, pihaknya telah membangun 5.618 BTS di Papua dengan tantangan utama terkaitpasokan listrik yang belum terlalu memadai. Akibatnya, Bakti harus menggunakanpanel surya dengan tingkat pemeliharaan yang tidak mudah. 


Tantangan selanjutnya terkait frekuensi jaringan yang terbatas, di mana setiap BTS yang mwreka kelola hanya memberikan 2-8 Megabite (Mb) saja. Padahal ketersediaanfrekuensi tersebut telah menggunakan satelit yang disewa dari luar negeri sekitar 30 Gigabite (Gb). 


Baca juga: Unjuk Gigi Bakti Kominfo Dorong Ekonomi Daerah 3T di Indonesia


"Salah satu kendala kita memang soal keberadaan sinyalmya, frekuensinya. Ditambahsekitar 65% masyarakat menggunakan internet untuk sosmed, jadi pemggunaannyalebih banyak. Tentu kalau sekitar BTS itu penggunaannya tidak bjak, pasti tidak akanmemenuhi kapasitasnya," ungkapnya pada acara Jelajah Sinyal & Festival LiterasiDigital 2023 dengan tema Digitalisasi, Pengungkit Ekonomi Daerah 3T di UniversitasHasanuddin Makassar, Kamis (23/11/2023).


Oleh karena itu Bakti pada Juni lalu telah meluncurkan satelit dengan kapasitasterbesar di Asia berkapasitas150 Gbps, dengan harapan bisa menutup kesenjangandigital di Indonesia. Kapasitas satelit itu pun diproyekai akan terus ditambah di tahun-tahun yang akan datang. 


Selain menggunakan satelit, penguatan jaringan juga dilakukan dengan menggelar fiber optik yang tersambung dari Sabang sampai Merauke.


Di Papua misalnya, fiber optik dikatakannya sudah berjalan di beberapa daerah, meskipun masih ada kendala terkait luas wilayah dan sulitnya medan. Di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau tersebut, Juhari mengatakan pihaknya mentaktisinyadengan menggunakan microwave, meskipun kapasitasnya tidak sebesar fiber optik. 


"Kami sadar akan banyaknya tantangan terutama di wilayah timur terutama 3T, namunkami tetap berusaha dengan menguatkan jaringan backbone, yaotu peluncuran satelitdan penggelaran fiber optik," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rayful Mudassir

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.