Balap PLN dan Pertamina Menyongsong Era Baru Bahan Bakar Hidrogen

Dengan posisi strategis Indonesia sebagai negara maritim, hidrogen dan amonia berpotensi diperdagangkan di pasar regional dan internasional. Wajar jika badan usaha milik negara seperti Pertamina dan PLN berlomba-lomba mengembangkan ekosistem hidrogen di Tanah Air.

Stepanus I Nyoman A. Wahyudi & Ibeth Nurbaiti

2 Apr 2024 - 20.28
A-
A+
Balap PLN dan Pertamina Menyongsong Era Baru Bahan Bakar Hidrogen

Stasiun pengisian hidrogen. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) meresmikan pengoperasian Stasiun Pengisian Hidrogen atau Hydrogen Refueling Station (HRS) pertama di Indonesia yang dilengkapi dengan charger electric vehicle berbasis hidrogen yang memiliki fungsi sama dengan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). - Foto Freepik

Bisnis, JAKARTA — Hidrogen diyakini bakal menjadi salah satu alternatif energi ramah lingkungan yang paling menjanjikan di masa depan, sejalan dengan komitmen dunia untuk melakukan transisi energi demi mengejar target dekarbonisasi.

Permintaan dunia terhadap salah satu sumber energi terbarukan itu diproyeksikan terus meningkat, terutama untuk sektor industri dan transportasi. Di sisi lain, Indonesia memiliki modal kuat untuk pengembangan hidrogen dengan melimpahnya potensi sumber daya energi baru terbarukan di Tanah Air. Indonesia bahkan berpotensi menjadi hub hidrogen global.

Dengan posisi strategis Indonesia sebagai negara maritim, hidrogen dan amonia berpotensi diperdagangkan di pasar regional dan internasional. Wajar jika badan usaha milik negara seperti PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) berlomba-lomba mengembangkan ekosistem hidrogen di Tanah Air.

Ditambah lagi, pemerintah juga kian serius menggarap pemanfaatan hidrogen dalam proses transisi menuju nol emisi karbon. Saat ini, hidrogen telah masuk dalam Rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Energi Terbarukan (RUU EBET) sebagai jenis energi baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti
company-logo

Lanjutkan Membaca

Balap PLN dan Pertamina Menyongsong Era Baru Bahan Bakar Hidrogen

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.