Bangkitkan Pariwisata, Jepang Bakal Buka Perjalanan Bebas Visa

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan Jepang bakal membuka perjalanan bebas visa untuk turis asing mulai 11 Oktober 2022.

Feni Freycinetia Fitri

23 Sep 2022 - 19.30
A-
A+
Bangkitkan Pariwisata, Jepang Bakal Buka Perjalanan Bebas Visa

Orang-orang berbelanja di sepanjang jalan Pasar Ameyoko saat acara diskon akhir tahun di Tokyo, Jepang, Selasa (28-12-2021). /Antara-Xinhua Christopher Jue

JAKARTA – Pemerintah Jepang akan menghapus banyak kontrol perbatasan Covid-19. Salah satunya adalah membuka perjalanan bebas visa (visa free) bagi wisatawan mancanegara mulai 11 Oktober 2022.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan langkah akan menghidupkan kembali industri pariwisata Jepang yang sempat mati suri akibat pandemi Covid-19.

"Pengunjung individu akan diizinkan masuk dan Jepang akan mengembalikan keringanan visa. Jepang akan akan melonggarkan langkah-langkah pengendalian perbatasan agar setara dengan Amerika Serikat,” ujarnya saat konferensi pers di New York seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (23/9/2022).


Seorang turis mendatangi salah satu destinasi wisata di Jepang/Freepik


Langkah Jepang untuk menghapus sebagian besar pembatasan pada turis asing akhirnya mulai diterapkan ketika gelombang pandemi paling mematikan di negara itu surut.

Kebijakan tersebut juga bertepatan dengan nilai tukar yen yang merosot ke level terendah terhadap dolar AS dalam hampir 25 tahun. Hal tersebut menjadikan kepulauan ini sebagai tujuan wisata yang murah dan menarik bagi pengunjung dari luar negeri.

"Diskon untuk perjalanan domestik akan diperkenalkan pada saat yang sama," tambah Kishida.


Baca juga: Biaya Energi Naik, Inflasi Jepang Bulan Agustus Melompat Tinggi


Maskapai penerbangan, hotel, dan pebisnis ritel di Negeri Sakura semuanya berusaha untuk membangun kembali bisnis yang hancur.

Sikap hati-hati Kishida untuk membuka diri setelah gelombang pertama pandemi membuatnya mendapat pujian dari pemilih yang masih khawatir tentang infeksi virus Covid-19.

Di sisi lain, pebisnis Jepang justru mengeluhkan hancurnya ekonomi dan mendesaknya untuk membuka pintu (border) bagi turis asing.

Sebelum Covid-19, Jepang mengizinkan pengunjung dari 68 negara dan wilayah, termasuk AS untuk tinggal selama 90 hari tanpa visa.

Jumlah wisatawan asing mencapai rekor hampir 32 juta pada 2019. Namun, kunjungan turis luar negeri merosot menjadi hanya 246.000 pada tahun lalu.


Baca juga: Hubungan China - Jepang Makin Dingin


Kepala Sekretaris Kabinet Hirokazu Matsuno mengatakan bahwa minggu ini bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan perubahan undang-undang yang akan memungkinkan hotel untuk menolak tamu yang tidak mau mematuhi langkah-langkah pengendalian Covid-19.

Berbeda dengan banyak negara, masker wajah tetap digunakan hampir oleh seluruh masyarakat di Jepang, meskipun saat ini tidak ada kewajiban hukum untuk menggunakannya.

Seperti diketahui, pemerintah Jepang telah mengizinkan turis asing untuk masuk sejak Juni. Ini dimulai dengan orang-orang dalam tur berpemandu.


Gunung Fuji menjadi latar bangunan di Tokyo, Jepang./ Akio Kon - Bloomberg


Pada 7 September 2022, pemerintah mengizinkan wisatawan asing yang melakukan tur tanpa pemandu yang telah memesan penerbangan dan hotel mereka melalui agen perjalanan terdaftar.

Namun, kebijakan tersebut tidak terlalu populer lantaran banyak turis asing yang menginginkan kebebasan yang lebih besar selama perjalanan mereka.

"Turis perlu divaksinasi tiga kali atau menyerahkan hasil tes Covid-19 negatif sebelum perjalanan mereka," ujar salah satu sumber pemerintah Jepang dikutip dari Kyodo News.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.