Banjir Demak Belum Surut, Menteri Basuki Turun Tangan

Banjir bandang di Kabupaten Demak, Jawa Tengah masih bertahan, pemerintah pusat turun tangan perbaiki tanggul yang jebol.

Redaksi

17 Feb 2024 - 04.44
A-
A+
Banjir Demak Belum Surut, Menteri Basuki Turun Tangan

Banjir masih menggenangi Kabupaten Demak yang membuat akses jalan Pantura terputus./AntaraFOTO

Bisnis, JAKARTA - Sebanyak 25.518 korban banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah dilaporkan tertahan di tempat pengungsian darurat hingga beberapa hari ke depan karena genangan air masih belum surut.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Demak M. Agus Nugroho melalui siaran daring bertajuk “Teropong Bencana” Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dipantau di Jakarta, Kamis (15/2/2024).

Menurut Agus, dua puluhan ribu korban tersebut merupakan warga dari 25 desa di Kecamatan Karanganyar, Gajah dan Wijen, yang terdampak banjir besar sejak Senin (5/2/2024).

"Tempat tinggal mereka masih tergenang banjir, terpaksa masih harus tertahan di pengungsian darurat yang tersebar di 55 titik, sampai kondisi benar-benar membaik," kata dia.

Dia menjelaskan, setidaknya sejak Kamis petang air masih menggenangi pemukiman warga di desa-desa tersebut dengan ketinggian 20-150 centimeter.

Tim Pusdalops BPBD Demak mengkonfirmasi jebolnya tanggul Sungai Wulan yang posisinya berbatasan langsung dengan Kabupaten Kudus itu, menjadi salah satu hal yang membuat banjir belum bisa teratasi sempurna.

Penyedotan genangan air menggunakan 20 unit pompa berkapasitas ribuan liter per detik  masih berjalan lamban, karena tidak ada pembatas maka air luapan sungai akan kembali mengalir menggenangi wilayah sekitarnya.

Kendati demikian, Agus memastikan, kebutuhan pokok baik berupa makanan, air bersih maupun selimut, obat-obatan bagi para korban banjir akan tercukupi. Sebanyak 14 dapur umum didirikan demi mencukupi kebutuhan para korban itu.

Di sisi lain, pihaknya berharap upaya perbaikan tanggul pembatas aliran Sungai Wulan bisa segera terselesaikan 100 persen, sehingga banjir tidak kembali meluas bila diguyur hujan dan warga bisa kembali beraktivitas seperti semula.

Pembina Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Jateng Gatut Rudi Ruliyanto telah menerjunkan anggota Tagana dari berbagai daerah untuk bertugas di dapur umum.

"Kami pastikan untuk kebutuhan makan dan minum para pengungsi terpenuhi, karena petugas di dapur umum juga dibuat tiga shift. Setiap sif ada 25 orang," ujarnya.

Selain memenuhi kebutuhan makan dan minum para pengungsi, juga disediakan kasur, tenda gulung, paket berisi alat kebersihan, pakaian serta perabot darurat, perlengkapan anak, selimut, sandang dewasa, dan sandang anak dengan jumlah cukup banyak.

Kondisi genangan banjir di Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, hingga Senin (12/2/2024) belum juga surut./Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif.

35 Desa Terdampak

Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana menyebutkan setidaknya 11.400 orang harus diungsikan akibat banjir di Kabupaten Demak dan Kudus, Jateng.

"Saat ini, ada 11.400-an warga yang kami ungsikan, baik di Kabupaten Demak maupun Kudus," katanya saat meninjau lokasi banjir di Jembatan Tanggulangin Kabupaten Kudus di Kudus.

Dia menjelaskan banjir Demak disebabkan tanggul Sungai Wulan di perbatasan Kabupaten Demak dan Kudus jebol sehingga berdampak terhadap sekitar 71.000 warga karena rumah mereka terendam.

Ada 35 desa di tujuh kecamatan yang terdampak banjir, sedangkan paling parah Kecamatan Karanganyar, Demak, dengan ketinggian banjir nyaris mencapai atap rumah warga.

"Kecamatan Karanganyar paling terdampak. Tadi kami ngecek ke lokasi, rumah (terendam banjir, red.) hampir satu atap. Satu kampung tertutup air," kata Nana yang juga mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Sungai Wulan dialiri sungai-sungai besar, seperti Sungai Lusi dan Sungai Serang. Intensitas hujan yang tinggi membuat debit air yang mengarah ke Sungai Wulan semakin besar.

Ada dua tanggul di Sungai Wulan yang jebol, kata dia, satu berukuran 33 meter dan satunya 20 meter sehingga menyebabkan banjir yang menerjang permukiman dan lahan pertanian warga.

Baca Juga : Banjir Demak, Menteri PUPR: Perbaikan Tanggul Sudah Rampung 

Debit air Sungai Wulan yang besar juga menjebol saluran irigasi yang terhubung sehingga total ada tujuh titik yang jebol.

Untuk langkah penanganan, Nana memastikan telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera memperbaiki tanggul-tanggul yang rusak.

"Kami bersama Dirjen PUPR langsung mengecek ke lokasi, ini sudah dilakukan langkah-langkah dengan memasukkan alat berat ke lokasi dan saat ini sudah dilakukan (pemasangan) tiang pancang dengan menggunakan bambu," katanya.

Setelah tanggul diperbaiki dan menutup, kata dia, airnya yang menggenang permukiman dan persawahan akan dipompa dan dikembalikan ke Sungai Wulan sehingga bisa mengurangi banjir.

Untuk penanganan korban banjir di pengungsian, kata dia, saat ini berbagai bantuan juga sudah diserahkan kepada warga, seperti dari Pemprov Jateng, Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, dan BUMD Jateng.

"Bantuan, seperti sembako, kemudian kebutuhan untuk sehari-hari, selimut, tikar, peralatan mandi, dan alat-alat kesehatan. Di setiap pengungsian ada posko kesehatan," katanya.

Bupati Demak Eisti'anah memastikan kebutuhan dasar pengungsi terdampak banjir di berbagai daerah di Kabupaten Demak, Jawa Tengah terpenuhi, termasuk warga setempat yang mengungsi ke wilayah Kabupaten Kudus.

"Sejak awal terjadi banjir, kebutuhan kebutuhan logistik makanan untuk para pengungsi dipenuhi, termasuk yang mengungsi di Kabupaten Kudus juga dipenuhi. Kalaupun masih ada yang belum terpenuhi akan diupayakan," kata Bupati Demak Eisti'anah di sela mendampingi Penjabat Gubernur Jateng Nana Sudjana mengunjungi tempat pengungsian di Terminal Induk Jati Kudus setelah sebelumnya mengunjungi pengungsian di Jembatan Tanggulangin di Kudus, Sabtu.

Aktivitas perbaikan tanggul kiri Sungai Wulan di Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Sabtu (10/2/2024)./Antara-Kementerian PUPR.

Apalagi, Pemkab Demak baru saja menerima bantuan logistik dari Kementerian Sosial senilai Rp277,517 juta dan logistik dari Dinas Sosial Provinsi Jateng senilai Rp27,95 juta.

Pihaknya juga menerima bantuan berupa pangan dan obat-obatan dari gerakan BUMD Jateng peduli bencana banjir di Demak. Penyerahan oleh Pj Gubernur Jateng di Terminal Induk Jati Kudus. Dengan bantuan yang ada, pihaknya akan berupaya memenuhi semua kebutuhan pengungsi, baik di Demak maupun Kudus.

Banjir bandang yang melanda Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Demak, Jawa Tengah, telah merendam belasan ribu rumah, puluhan fasilitas pendidikan dan tempat ibadah, hingga ribuan hektare lahan pertanian. Sebagai bentuk kepedulian, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG/SMGR) bersama anak usahanya, PT Semen Gresik, menyalurkan bantuan paket sembako dan kebutuhan pokok lainnya.

Paket sembako yang disalurkan meliputi bahan konsumsi berupa 900 kg beras, 220 liter minyak goreng, 102 dus mie instan, 100 kg gula, 122 kaleng sarden, 50 kg telur, 44 bungkus biskuit, 140 dus air mineral, dan 145 pcs susu UHT kemasan. Kebutuhan pokok lainnya yang juga disalurkan antara lain 2 terpal, 100 buah selimut, 144 buah sabun mandi, dan 60 pcs minyak kayu putih. 

Corporate Secretary Semen Indonesia Vita Mahreyni menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas musibah banjir bandang di Grobogan dan Demak dan berharap musibah tersebut tidak berlarut-larut sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas keseharian secara normal.

“SIG turut merasa prihatin atas bencana banjir bandang yang menjadi penyebab beberapa hal, mulai dari ancaman kesehatan, krisis air bersih, dan kerugian ekonomi akibat kerusakan rumah dan fasilitas publik, hingga lumpuhnya aktivitas masyarakat. Bantuan ini merupakan wujud kepedulian kami yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Grobogan dan Demak dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Vita Mahreyni.

Banjir yang melanda Kabupaten Demak dan Grobogan berlangsung sejak Senin (5/2/2024) hingga menyebabkan tujuh kecamatan terdampak. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam keterangan resminya menyatakan banjir bandang ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu. Tingginya debit air membuat sepuluh tanggul di wilayah Kabupaten Demak jebol sehingga air meluber hingga ke jalan dan pemukiman warga di tujuh kecamatan.

Baca Juga : Desa Citeureup Dikepung Banjir 

Tanggul Diperbaiki

Perbaikan darurat tanggul Sungai Wulan yang jebol akibat hujan lebat rampung dilakukan. Hal itu diharapkan dapat mengatasi banjir Demak dalam waktu dekat.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menjelaskan, tanggul Sungai Wulan saat ini telah tertutup sepenuhnya.

"Sesuai target yang disampaikan Senin lalu (12/2/2024), kedua tanggul yang jebol sudah tertutup semua dalam 3 hari ini," jelasnya saat melakukan peninjauan Banjir Demak dalam keterangan tertulis, Kamis (15/2/2024).

Selanjutnya, tambah Basuki, Kementerian PUPR akan melanjutkan pengerjaan penebalan dan penambahan tinggi tanggul untuk mencegah tanggul jebol terulang kembali. Terlebih, curah hujan tinggi diprediksi masih terus berlangsung hingga akhir Februari 2024.

Sebagai upaya mengurangi genangan di wilayah terdampak banjir, saat ini Kementerian PUPR juga telah menambah jumlah pompa air dari sebelumnya 12 pompa berkapasitas 5 meter kubik per detik, menjadi 22 unit pompa dengan total kapasitas 11,48 meter kubik per detik.

"Mudah-mudahan ini bisa mempercepat surutnya dan mengurangi luasan genangan air di wilayah terdampak. Mudah-mudahan masyarakat bisa segera kembali ke rumahnya masing-masing," ujar Basuki.

Basuki juga memastikan, saat ini jalan akses Semarang - Demak - Kudus sudah bisa dilalui kendaraan roda empat. Sehingga, pergerakan orang dan barang tidak harus melalui rute Semarang - Purwodadi - Kudus.

Selain pompa air, Kementerian PUPR juga telah mengerahkan unit alat berat untuk mempercepat penanganan banjir berupa 9 unit excavator, 1 unit Dozer, 1 unit Vibro roller, 2 unit tronton, dan 3 unit Dump Truk.

Total sebanyak 320 pekerja diterjunkan untuk mempercepat penanganan terdiri dari 60 orang dari BBWS Pemali Juana, dibantu 200 tenaga dari kontraktor, dan 60 personel TNI. Bantuan TNI sangat berarti dalam mempercepat penyelesaian penutupan tanggul.(Alifian Asmaaysi, Miftahul Ulum, Rinaldi Azka, Rio Sandy Pradana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.