Bank Aladin (BANK) Catat Pertumbuhan DPK

PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) menutup kuartal III/2023 dengan mencatatkan pertumbuhan aktivitas penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dan penyaluran pembiayaan. Kendati masih mencatatkan rugi bersih.

Fahmi Ahmad Burhan

31 Okt 2023 - 16.34
A-
A+
Bank Aladin (BANK) Catat Pertumbuhan DPK

Ilustrasi Bank Aladin./Bisnis

Bisnis, JAKARTA - PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) menutup kuartal III tahun 2023 dengan mencatatkan kelanjutan pertumbuhan kinerja positif. Pertumbuhan ini terlihat dari meningkatnya aktivitas penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dan penyaluran pembiayaan. 

Sampai dengan September 2023, aplikasi Bank Aladin Syariah tercatat telah diunduh sebanyak lebih dari 5 Juta nasabah. Sedangkan pengguna yang teregistrasi secara aktif mencapai lebih dari 3 juta nasabah di seluruh Indonesia. Jumlah yang teregistrasi ini naik 36% dari posisi Juni 2023.

Kenaikan ini didorong dari pertumbuhan DPK Bank Aladin Syariah pada kuartal III/2023 yang naik hingga 256% dibandingkan dengan posisi Desember 2022. 

Pertumbuhan DPK ini didasari dengan persebaran nasabah baik dari sisi korporasi maupun nasabah ritel Bank Aladin Syariah yang semakin luas dan tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. 

Presiden Direktur Bank Aladin Syariah Dyota Marsudi mengatakan sampai dengan kuartal III/2023 ini, telah melakukan banyak pencapaian kinerja yang memberikan dampak positif bagi Bank Aladin Syariah. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah pengguna yang teregistrasi dan penghimpunan DPK yang terus meningkat. 

"Tidak hanya itu, pembiayaan Bank Aladin Syariah juga terus tumbuh dengan kualitas aset yang masih sangat terjaga. Pencapaian ini didasari dengan pentingnya membangun fondasi yang kuat dan berkelanjutan di Bank Aladin Syariah,“ ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (31/10/2023).


Bank Aladin Syariah mampu menyalurkan pembiayaan outstanding hingga naik 81% dibandingkan posisi Desember 2022. Dari kolaborasi ini kualitas pembiayaan Bank Aladin Syariah terjaga sangat baik dengan rasio NPF di level 0,00%.

Kenaikan ini berasal dari kolaborasi ekosistem Bank Aladin Syariah dengan Alfamart group dalam penyaluran produk pembiayaan invoice financing, pembiayaan modal kerja dan pembiayaan investasi untuk nasabah UMKM & korporasi, serta pembiayaan multiguna untuk nasabah ritel.

Sementara itu, dari sisi aset Bank Aladin Syariah pada kuartal III/2023 berhasil tumbuh 28% dibandingkan pada posisi Desember 2022. Sedangkan pendapatan pengelolaan dana bank sebagai mudharib juga mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 393% YoY. 

“Di awal tahun ini, Bank Aladin Syariah telah meluncurkan QRIS, Corporate Internet Banking, serta produk deposito untuk memperluas layanan perbankan ke segmen ritel dan segmen korporasi. Bank Aladin Syariah juga terus mengembangkan fitur produk tabungan Ala Impian dan Ala Dompet dengan berbagai manfaat yang tentunya sesuai dengan prinsip Syariah," kata Dyota.  

Baca Juga : Jalan 'Tol' GOTO Menuju Profitabilitas 

Selain itu, BANK juga terus melakukan kerjasama strategis bersama mitra-mitra guna memberikan layanan digital yang berkualitas untuk dapat mendorong inklusi keuangan masyarakat di Indonesia. "Kinerja yang solid ini memperkuat bisnis Bank Aladin Syariah dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan dan Good Corporate Governance,” lanjutnya.

Dari sisi sustainability, Bank Aladin Syariah juga telah mendukung berbagai program CSR yang antara lain meliputi kerjasama pemungutan sampah plastik dengan Plastic Bank Indonesia; kerjasama dengan Alfamart Group dalam program pembagian makanan gratis bagi kaum dhuafa selama bulan suci Ramadhan dan program renovasi warung makan; serta program kurban sapi bersama dengan IDF-MUI dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha. 

Terkait dengan pembiayaan pada Kegiatan Usaha Berkelanjutan, Bank Aladin Syariah berhasil menyalurkan pembiayaan kepada segmen UMKM dan pembiayaan kepada sektor-sektor hijau sebagai bagian dari kontribusi Bank Aladin Syariah terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Berdasarkan laporan keuangan, BANK masih mencatatkan rugi bersih Rp145,73 miliar pada kuartal III/2023, susut tipis dibandingkan dengan kerugian pada periode yang sama tahun sebelumnya Rp146,41 miliar.

Baca Juga : Beban Berganda Saldo Negara

Menyusutnya posisi kerugian ini ditopang oleh pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang naik empat kali lipat lebih menjadi Rp157,74 miliar pada September 2023. Selain itu, pendapatan berbasis komisi (fee based income) BANK naik tiga kali lipat menjadi Rp12,61 miliar.

Dyota mengatakan sampai dengan kuartal III/2023, Bank Aladin Syariah telah melakukan banyak pencapaian kinerja yang memberikan dampak positif bagi kinerja bisnis.

Bank Aladin Syariah telah menyalurkan pembiayaan Rp4,94 triliun pada kuartal III/2023, naik 81% dibandingkan posisi Desember 2022. 

Dyota mengatakan pertumbuhan pesat pembiayaan berasal dari kolaborasi ekosistem Bank Aladin Syariah dengan Alfamart Group dalam penyaluran produk pembiayaan invoice financing, pembiayaan modal kerja, dan pembiayaan investasi untuk nasabah UMKM serta korporasi. Terdapat pula pembiayaan multiguna untuk nasabah ritel.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.