Bank Dunia Prediksi Ekonomi Indonesia Tidak Sampai 5% Tahun 2024

World Bank (Bank Dunia) melihat ekonomi dunia mungkin akan lebih baik pada tahun ini daripada 2023, meskipun tensi geopolitik, perlambatan perdagangan, dan mahalnya biaya pinjaman memperkuat prospek yang lebih suram daripada sebelumnya.

Jessica Gabriela Soehandoko

10 Jan 2024 - 14.59
A-
A+
Bank Dunia Prediksi Ekonomi Indonesia Tidak Sampai 5% Tahun 2024

Logo Bank Dunia. (Dok. istimewa)

Bisnis, JAKARTA - World Bank (Bank Dunia) melihat ekonomi global mungkin akan lebih baik pada tahun ini daripada 2023, meskipun tensi geopolitik, perlambatan perdagangan, dan mahalnya biaya pinjaman memperkuat prospek yang lebih suram daripada sebelumnya. 

Dalam laporan Global Economic Prospects pada Januari 2024 yang dikutip Bisnis pada Rabu (10/1/2024) pertumbuhan global diperkirakan akan melambat selama tiga tahun berturut-turut, dengan tahun ini diproyeksikan mencapai sebesar 2,4% dari tahun lalu yang sebesar 2,6%. Angka itu menjadi yang paling lambat dalam tiga dekade terakhir. 

Adapun, perekonomian global juga dinilai dalam kondisi yang lebih baik dibandingkan tahun lalu karena risiko resesi global yang telah berkurang karena kuatnya perekonomian dari Negeri Paman Sam. 

Baca juga: Bank Dunia Ramal Ekonomi 2024 Lebih Suram, Melambat dari Tahun Lalu

"Pertumbuhan jangka pendek akan tetap lemah, sehingga banyak negara berkembang, terutama negara-negara termiskin terjebak dalam perangkap dengan tingkat utang yang sangat besar dan lemahnya akses terhadap pangan bagi hampir satu dari setiap tiga orang," ujar Kepala Ekonom dan Wakil Presiden Senior Grup Bank Dunia Indermit Gill, dikutip dari pernyataan. 

Hal ini, katanya, akan menghambat kemajuan dalam banyak prioritas global. 

Kemudian, PDB untuk negara-negara berkembang diperkirakan hanya akan tumbuh sebesar 3,9%, lebih dari satu poin persentase di bawah rata-rata pertumbuhan pada dekade sebelumnya. 

Sementara, PDB untuk negara-negara berpendapatan rendah diperkirakan akan tumbuh sebesar 5,5%, lebih lemah dari proyeksi sebelumnya. 

Wakil Kepala Ekonom Bank Dunia dan Direktur Prospects Group, Ayhan Kose, mengatakan bahwa ledakan investasi berpotensi mentransformasi negara-negara berkembang dan membantu mereka mempercepat transisi energi dan mencapai beragam tujuan pembangunan.

“Untuk memicu lonjakan tersebut, negara-negara berkembang perlu menerapkan paket kebijakan yang komprehensif untuk meningkatkan kerangka fiskal dan moneter, memperluas perdagangan lintas negara dan arus keuangan, memperbaiki iklim investasi, dan memperkuat kualitas kelembagaan,” jelasnya. 

Dia mengatakan bahwa upaya tersebut adalah kerja keras, namun negara berkembang sebelumnya telah mampu untuk melakukannya. Dengan kembali melakukan upaya tersebut, menurutnya dapat membantu memitigasi proyeksi perlambatan potensi pertumbuhan di sisa dekade ini. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Nindya Aldila

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.