Bank Milik Grup Salim (BINA) Tak Bagi Dividen meski Raup Laba

Pada tahun buku 2022, laba bank besutan Anthony Salim itu tumbuh pesat. Laba Bank Ina pada 2022 naik empat kali lipat atau 295,16 persen secara tahunan dibandingkan laba pada tahun sebelumnya Rp39,74 miliar.

Jaffry Prabu Prakoso

21 Jun 2023 - 15.40
A-
A+
Bank Milik Grup Salim (BINA) Tak Bagi Dividen meski Raup Laba

PT Bank Ina Perdana Tbk. (BINA)./bankina.co.id

Bisnis, JAKARTA – PT Bank Ina Perdana Tbk. (BINA) milik taipan Anthoni Salim telah membukukan laba bersih pada tahun buku 2022 sebesar Rp157,04 miliar. Namun, bank tak menggunakan labanya itu untuk menebar dividen.

Berdasarkan keputusan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Bank Ina yang digelar pada 16 Juni 2023, laba bersih perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2022 itu akan digunakan untuk pengembangan usaha perseroan. Secara rinci, Bank Ina menggunakan Rp125,63 miliar dari laba sebagai laba ditahan.

"Sebesar Rp31,4 miliar dibukukan sebagai pembentukan dana cadangan umum," tulis Manajemen Bank Ina dalam keterbukaan informasi pada Selasa (20/6/2023).



Pada tahun buku 2022, laba bank besutan Anthony Salim itu tumbuh pesat. Laba BINA pada 2022 naik kali lipat atau 295,16 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan laba pada tahun sebelumnya Rp39,74 miliar. 

Pertumbuhan pesat laba Bank Ina terdorong oleh pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) senilai Rp594,06 miliar, naik 151,54 persen YoY

Baca juga: Jalur Profitabilitas SMGR

Rasio profitabilitas Bank Ina juga membaik pada 2022. Tercatat, tingkat pengembalian aset (return on asset/ROA) Bank Ina naik 65 basis poin (bps) menjadi 1,09 persen pada 2022. Sementara, tingkat pengembalian ekuitas (return on equity/ROE) naik 338 bps menjadi 6,57 persen pada 2022. 

Pada sisi intermediasi, penyaluran kredit Bank Ina pada 2022 mencapai Rp9,74 triliun, tumbuh 163,24 persen YoY. Hal ini membuat aset Bank Ina tumbuh 36,54 persen YoY menjadi Rp20,55 triliun pada 2022. 

Baca juga: Prospek Bisnis & Saham PANI, Kendaraan Baru Agung Sedayu Group

Pada sisi pendanaan, Bank Ina meraup dana pihak ketiga (DPK) Rp15,42 triliun pada 2022, naik 23,36 persen YoY. Dana murah atau current account savings account (CASA) BINA pun naik tipis 1,13 persen menjadi Rp5,36 triliun pada 2022. (Fahmi Ahmad Burhan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.