Free

Bank Syariah Pertama di Australia Segera Meluncur

Beroperasi secara terbatas, ini menjadi perkembangan perbankan teranyar negeri Kangguru tersebut.

Redaksi

19 Feb 2024 - 16.32
A-
A+
Bank Syariah Pertama di Australia Segera Meluncur

Ilustrasi bank syariah./Istimewa

Bisnis, JAKARTA - Pertama kalinya, Australia bakal memiliki bank syariah di negaranya yang berada dalam tahap terbatas. Pemerintah Australia memungkinkan membangun sistem dan menguji produk sebelum 5 Juli 2024.

Islamic Bank Australia, menjadi bank syariah pertama di Negeri Kangguru. Mengutip dari laman resminya, Kamis (15/2/2024), Islamic Bank Australia kini telah resmi menjadi bank dan sedang membangun sistemnya. 

Pemerintah Australia kini sedang berupaya untuk meluncurkan perbankan syariah secara publik, yang telah  memeroleh lisensi perbankan terbatas pada awal Juli 2022.

Adapun, bank tersebut kini berada dalam “Restricted ADI”, dimana ADI adalah Lembaga Penerima Simpanan Resmi dan perlu untuk mendapatkan izin dari Australian Prudential Regulation Authority (APRA).

Sebelum diluncurkan ke masyarakat, Islamic Bank Australia tersebut perlu melewati beberapa tahap. Dijelaskan, bahwa setelah memeroleh lisensi perbankan terbatas, Islamic Bank Australia akan melakukan peluncuran terbatas pada 50 pelanggan. 

Peluncuran terbatas tersebut dilakukan untuk menguji produk dan layanannya. 50 pelanggan tersebut termasuk dengan para staf, keluarga dan teman.

Jika berhasil, maka Islamic Bank Australia bertujuan untuk mendapatkan persetujuan APRA untuk diluncurkan di masyarakat umum. Mereka berharap hal ini akan terjadi pada 2024 dan akan bekerja secepat mungkin. 

Profil Islamic Bank Australia

Bank tersebut awalnya didirikan oleh tiga belas Muslim yang memiliki semangat untuk membawa perbankan Islam ke Australia untuk pertama kalinya. Adapun, Australia memiliki lebih dari 3% penduduk yang beragama Islam dan perbankan syariah di Australia sudah lama tertunda. 

Islamic Bank Australia berbasis di Parramatta di Sydney, dan memiliki staf dan direktur di WA, Victoria dan Queensland. 

Pemegang saham bank tersebut meliputi dari 13 investor serta perusahaan yang berbasis di Uni Emirat Arab, Abreco Group, yang membantu mewujudkan terealisasinya Islamic Bank Australia. 

Disebutkan bahwa Bank tersebut dipimpin oleh bankir berpengalaman yang pernah bekerja di tingkat paling senior di perbankan Australia, yakni Dean Gillespie sebagai CEO dan Anthony Wamsteker sebagai ketua.

Mereka didukung oleh tim eksekutif dan dewan direksi yang kuat, serta para ahli Syariah yang diakui secara global.

Adapun, Islamic Bank Australia memiliki misi untuk mentransformasikan perbankan Australia menjadi bank yang mengutamakan digital dan bertanggung jawab secara sosial, yang memberikan pilihan dan inklusi bagi umat Islam Australia.

Baca Juga : Alasan Apple Bepotensi Didenda Rp8,43 Triliun di Uni Eropa 

Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional

Berikut ini adalah perbedaan bank syariah dan bank konvensional yang mendasar antara keduanya:

1. Perbedaan Landasan Filosofi dan Prinsip

Perbedaan bank syariah dan bank konvensional yang utama adalah prinsip dan filosofinya.

Bank konvensional beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip keuangan yang umum diterima secara global. Bank-bank nonsyariah menawarkan layanan dengan menetapkan bunga pada pinjaman dan investasi, mengikuti sistem keuangan konvensional tanpa mempertimbangkan aspek etis atau agama secara eksplisit.

Di sisi lain, bank syariah adalah institusi keuangan yang berlandaskan pada prinsip-prinsip Islam. Bank syariah menghindari bunga (riba) dan menggantikannya dengan konsep bagi hasil atau nisbah. Prinsip-prinsip ini mengikuti ajaran Al-Qur'an dan Hadis, yang menegaskan bahwa praktik riba dilarang dalam Islam.

2. Perbedaan Tujuan Pendirian

Bank konvensional didirikan dengan fokus pada keuntungan dan pertumbuhan ekonomi. Tujuan utama bank konvensional adalah memberikan layanan keuangan dan memperoleh keuntungan sebesar mungkin bagi para pemegang saham.

Sebaliknya, bank syariah tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan finansial semata, tetapi juga menekankan pada penyebaran nilai-nilai etis dan moral.

Bank syariah berupaya untuk menjalankan kegiatan ekonomi yang sesuai dengan ajaran Islam, termasuk prinsip keadilan, keberdayaan masyarakat, dan pembangunan yang berkelanjutan.

Islamic Bank Australia. Dok ABC News

3. Perbedaan Praktik Operasional

Perbedaan mendasar lainnya terletak pada praktik operasional. Bank konvensional menggunakan instrumen keuangan seperti pinjaman dengan bunga, investasi dalam produk-produk dengan keuntungan tetap, serta menyediakan layanan seperti kartu kredit dengan bunga.

Sementara itu, bank syariah menggunakan konsep-konsep seperti murabahah (penjualan dengan keuntungan tetap), mudharabah (bagi hasil), musyarakah (kemitraan), dan ijarah (sewa-menyewa).

Bank syariah menjalankan operasi dengan mematuhi prinsip-prinsip yang diatur oleh syariah, memastikan bahwa setiap transaksi berjalan sesuai dengan ajaran Islam.

4. Perbedaan Pengelolaan Risiko dan Dana

Bank konvensional menerapkan strategi manajemen risiko yang didasarkan pada konvensi keuangan dan keuntungan.

Bank konvensional dapat mengalokasikan dana dalam berbagai sektor dengan tujuan memaksimalkan profitabilitas, bahkan jika sektor tersebut bertentangan dengan nilai-nilai etis tertentu.

Sebaliknya, bank syariah memiliki kriteria ketat dalam pengelolaan dana. Bank syariah tidak akan mengalokasikan dana dalam sektor-sektor yang dianggap tidak sesuai dengan prinsip Islam, seperti perjudian, minuman keras, atau industri yang merugikan lingkungan.

Baca Juga : PBOC Tahan Pangkas Suku Bunga di Tekanan Ekonomi 

5. Perbedaan Pengelolaan Kredit dan Pinjaman

Ketika datang ke pengelolaan kredit dan pinjaman, bank konvensional menggunakan instrumen bunga yang berfluktuasi sesuai dengan tingkat suku bunga pasar.

Bank konvensional juga dapat memberlakukan denda atau penalti atas keterlambatan pembayaran. Di sisi lain, bank syariah menghindari bunga dan fokus pada solusi bagi hasil.

Bank syariah mendorong kesepakatan yang adil antara pihak bank dan nasabah, di mana keuntungan dan risiko dibagi bersama.

6. Perbedaan Pengawasan dan Regulasi

Baik bank konvensional maupun syariah tunduk pada regulasi dan pengawasan yang sesuai dengan yurisdiksi negara.

Meskipun demikian, struktur pengawasan bank syariah mungkin melibatkan dewan pengawas syariah yang bertujuan untuk memastikan operasi bank sesuai dengan prinsip Islam.

Itulah sejumlah perbedaan antara bank syariah dan bank konvensional.(Jessica Gabriela Soehandoko, Annisa Sulistyo Rini)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.