Bantahan Kemendag Harga Pangan Melonjak Ulah Mafia

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga membantah soal tudingan adanya mafia pangan di Kementerian Perdagangan yang menyebabkan harga pangan melonjak.

Dwi Rachmawati

13 Sep 2023 - 16.59
A-
A+
Bantahan Kemendag Harga Pangan Melonjak Ulah Mafia

Pedagang pasar sedang melayani pelanggan. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis, JAKARTA – Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga membantah soal tudingan adanya mafia pangan di Kementerian Perdagangan yang menyebabkan harga pangan melonjak.

Menurut Jerry, pihaknya tengah fokus dalam ketersediaan pasokan pangan, meskipun harga sejumlah komoditas pangan tengah melonjak.

"Tidak ada [mafia pangan]. Sudah dijelaskan ya dalam rapat. Pokoknya kita prioritasnya perlindungan konsumen," ujar Jerry di Gedung DPR, Selasa (12/9/2023).

Jerry bahkan mengaku telah meninjau ketersediaan pangan di pasar-pasar. Dia memastikan pasokan aman untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Baca juga: Mendag Jamin Pasokan Beras Cukup Usai Pantau Pasar Cipinang

"Saya cek ke pasar juga harganya stabil tadi baru cek juga aman [pasokan]. Mudah-mudahan ini dapat terus terjaga," tutur Jerry.

Sebelumnya, anggota Komisi VI DPR-RI Fraksi PDIP, Darmadi Durianto mempertanyakan kepada Wamendag Jerry ihwal keberadaan mafia yang telah lama dituduhkan berseliweran di dalam Kemendag. 


Aktivitas perdagangan beras di Pasar Induk Cipinang, Kamis (10/8/2023)./ BISNIS - Dwi Rachmawati


Menurut Durianto, dirinya masih sering mendengar dugaan adanya mafia pangan, khususnya di komoditas impor seperti gula rafinasi, bawang putih hingga beras. Darmadi memandang pemberantasan mafia impor pangan menjadi penting karena bakal mempengaruhi harga di dalam negeri. 

"Ini banyaklah yang cerita. Gula rafinasi, beras kenapa mahal, bawang putih. Ini kalau dicek-cek ke bawah, ini bener enggak pemberian kuota [impor]?" tutur Darmadi

Misalnya saja, impor bawang putih yang dianggap belum transparan. Darmadi mempertanyakan harga bawang putih yang cenderung masih mahal hingga Rp38.000 per kilogram. Padahal, kata Darmadi, modal impor bawang putih hanya sekitar Rp16.000 per kilogram.

"Gimana itu pak? Berapa untungnya pak? Kayak monopoli sudah. Pedagang bawang putih binaan Pak Teten menjerit semua. Jadi, ini mohon betul-betul diperhatikan," kata Darmadi.

Baca juga: Mencetak 10 Juta Petani Digital Hingga 2024

Dia menambahkan, Kemendag seharusnya segera buktikan kalau pemerintahannya di bawah pimpinan Zulkifli Hasan bersih dari mafia. 

Menurutnya, jangan sampai persoalan dugaan mafia pangan di tubuh Kemendag bakal berbuntut pada persoalan hukum seperti yang sebelumnya terjadi di era Mendag Muhammad Lutfi menyangkut minyak goreng.

"Jadi tinggalin dong legacy periode menteri ini sudah tidak ada [mafia]. Kalau tidak, entar ditangkap lagi diperiksa lagi, Pak Lutfi udah diperiksa kan kemarin," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.