Banyak Warga Masyarakat Terjerat Pinjol, Ini Penyebabnya

Banyaknya orang terjerat investasi dan pinjol ilegal lantaran masih rendahnya literasi keuangan. Di samping itu, kebutuhan akan pendanaan juga masih sangat tinggi.

Redaksi

16 Apr 2024 - 19.45
A-
A+
Banyak Warga Masyarakat Terjerat Pinjol, Ini Penyebabnya

Banyak juga korban pinjol ilegal yang disebabkan oleh malas membaca dan memahami syarat serta ketentuan tekfin. - Foto Bisnis

Bisnis, JAKARTA — Warga masyarakat Indonesia banyak yang terjebak pinjaman online atau pinjol ilegal. Menurut catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sepanjang 2023 terdapat 2.248 platform pinjol ilegal yang diblokir.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan banyaknya orang terjerat investasi dan pinjol ilegal lantaran masih rendahnya literasi keuangan. Di samping itu, kebutuhan akan pendanaan juga masih sangat tinggi.  

“Masyarakat banyak yang belum memiliki literasi terutama literasi digital terkait keuangan, sehingga belum bisa memahami mana yang legal dan mana yang ilegal. Walaupun kami sudah mempermudah akses masyarakat untuk mengecek tawaran yang legal atau ilegal,” kata Friderica dalam Konferensi Pers virtual Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan Desember 2023, Selasa (9/1/2024).

Selain itu, masih banyak penyebab lain yang membuat masyarakat terjerat pinjol. Melansir laman Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Selasa (16/4/2024), berikut kami rangkum penyebabnya.

1.  Minimnya literasi keuangan

Kurangnya literasi keuangan masyarakat menjadi penyebab pertama. Oleh karena itu, banyak orang yang belum memahami jenis-jenis produk keuangan yang menyebabkan mereka rentan terhadap pinjaman online yang merugikan, seperti berbunga tinggi.

2. Tidak mengenal perbedaan pinjol legal dan ilegal

Menurut AFPI, banyak aduan yang melaporkan cara-cara penagihan yang tidak beretika seperti mengintimidasi, melecehkan, hingga bulliying. Praktik ini merupakan ciri khas pinjaman online ilegal.

Adapun, tekfin pendanaan legal yang memiliki izin resmi dari OJK seharusya tidak melakukan tindakan semena-mena tersebut.

3. Tidak membaca syarat dan ketentuan.

Banyak juga korban pinjol ilegal yang disebabkan oleh malas membaca dan memahami syarat serta ketentuan tekfin yang bersangkutan. Sebaiknya kita selalu mencermati setiap detail dari syarat dan ketentuan yang tertera, terutama menyangkut keuangan.

4. Terseret FOMO.

Fear of missing out atau FOMO adalah sifat di mana masyarakat tidak mau kehilangan kesempatan dan peluang investasi yang nyatanya malah berujung penipuan. Pinjol ilegal menawarkan kemudahan pada proses pengajuannya, sehingga masyarakat mudah tergiur mendapatkan dana cepat.

5. Mudahnya membuat aplikasi pinjol ilegal.

Terkait hal ini, OJK meminta kepada pihak Meta dan Google untuk lebih selektif menempatkan aplikasi, konten, website, hingga iklan yang sudah berizin resmi OJK. (Muhammad Fauzan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.