Baru 4 Destinasi Dibuka di Kabupaten Bogor, Desa Wisata Belum

Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, baru mengizinkan empat tempat wisata dibuka kembali karena masih dalam proses pengendalian dan pembatasan terkait dengan Covid-19. Untuk desa wisata, belum ada yang dibuka kembali.

Redaksi

3 Nov 2021 - 10.59
A-
A+
Baru 4 Destinasi Dibuka di Kabupaten Bogor, Desa Wisata Belum

Atraksi naik gajah di Taman Safari Indonesia di Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. — Antara

Bisnis, CIBINONG – Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, baru mengizinkan empat tempat wisata untuk beroperasi saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Kalau yang sudah ada rekomendasi dari Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor baru empat tempat wisata," ungkap Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor, Titi Sugiarti.

Empat wisata yang merupakan tempat konservasi hewan dan tumbuhan tersebut yaitu Taman Safari Indonesia Cisarua, Taman Buah Mekarsari Cileungsi, Cimory Dairyland, dan Agrowisata Gunung Mas.

"Selebihnya kalau ada yang operasional, lebih kepada fasilitas penginapan atau restoran yang merupakan fasilitas dari tempat wisatanya, karena tempat wisatanya sendiri masih belum diperkenankan," kata Titi.

Sejumlah aturan mengenai operasional wisata konservasi hewan dan tumbuhan tersebut tercantum dalam Keputusan Bupati Bogor nomor 443/440/Kpts/Per-UU/2021 tentang perpanjangan keenam PPKM Level 3.

Melalui Keputusan Bupati tersebut, Pemkab Bogor mengatur operasional wisata konservasi yaitu menerima pengunjung maksimal 50% dari kapasitas, tutup pukul 17.00 WIB, dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawainya.

Selain itu, wisata alam, desa wisata, beserta fasilitas penunjangnya ditutup sementara. Kemudian wahana permainan dalam ruangan dan luar ruangan pun ditutup sementara.

Kemudian, tempat penginapan diperbolehkan buka dengan syarat menerima pengunjung paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat dan menerapkan protokol kesehatan dengan menunjukkan tes Antigen negatif hasil pemeriksaan paling lama H-1.

BERGANTUNG PARIWISATA

Pemkab Bogor memang bergantung pada sektor pariwisata untuk memulihkan pendapatan asli daerah (PAD), yang anjlok imbas pandemi Covid-19.

Bupati Bogor Ade Yasin mengemukkan bahwa salah satu strategi pembangunan sistem tata kelola pariwisata adalah meningkatkan peran dan pengembangan wisata desa.

“Oleh karena itu, Pemkab Bogor terus mendorong pengembangan pariwisata dan memacu agar seluruh desa mengembangkan potensi wisata di daerahnya masing-masing, baik itu wisata alam, eduwisata, atau wisata buatan," ungkapnya.

Menurutnya, Pemkab Bogor giat mendorong desa untuk membangun, khususnya sektor pariwisata. Dia menganggap desa sebagai pengungkit kebangkitan Kabupaten Bogor. Sebagian besar kekayaan dan potensi wisata Kabupaten Bogor berada di 416 desa di 40 kecamatan.

"Kabupaten Bogor dari total 416 desa, terdapat 30 desa wisata yang resmi terbentuk dan 555 hotel dan restoran. Semuanya masih survive meskipun dengan tingkat kunjungannya masih relatif rendah karena PSBB dan PPKM," terang Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor itu.

Ade Yasin meluncurkan program bantuan keuangan desa bernama Satu Miliar Satu Desa (Samisade). Pemkab Bogor menggelontorkan anggaran Samisade senilai Rp318,5 miliar kepada 356 desa untuk menstimulus pembangunan infrastruktur desa.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PAD Kabupaten Bogor anjlok Rp869 miliar dari Rp3,16 triliun menjadi Rp2,29 triliun pada masa pandemi.

"Angka tersebut terangkum dalam data keuangan daerah, khususnya realisasi pendapatan pemerintah pada 2019–2020," ungkap Koordinator Fungsi Statistik Sosial BPS Kabupaten Bogor Ujang Jaelani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Syahran Lubis

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.