Batasan Barang Bawaan dari Luar Negeri Tak Akan Direvisi

Kebijakan yang berdampak pada jasa titip atau jastip barang luar negeri tersebut tak akan dievaluasi untuk saat ini meski banyak keluhan dari masyarakat.

Ni Luh Anggela

29 Mar 2024 - 11.49
A-
A+
Batasan Barang Bawaan dari Luar Negeri Tak Akan Direvisi

Petugas Ditjen Bea Cukai Kemenkeu mengecek barang ilegal yang masuk ke Indonesia. /Dok. Bea Cukai.

BisnisJAKARTA – Pemerintah tidak akan merevisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 36/2023. Salah satu isi regulasi tersebut adalah tentang jumlah impor barang bawaan para penumpang dari luar negeri.

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan bahwa kebijakan tersebut tak akan dievaluasi untuk saat ini meski banyak keluhan dari masyarakat terkait pembatasan barang impor bawaan penumpang dari luar negeri.

“Nggak ada [revisi],” kata Zulhas saat ditemui di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (28/3/2024).

Pria yang disapa Zulhas ini menjelaskan bahwa barang-barang impor sudah sepatutnya dikenakan pajak saat masuk ke dalam negeri. Utamanya, barang impor bawaan yang lebih dari dua pasang dan terindikasi untuk diperdagangkan kembali di dalam negeri.

Baca juga: Masalah Utama Harga Pangan Selalu Naik Jelang Lebaran

Beleid itu malah memberi keringanan dengan tidak memungut pajak untuk barang bawaan di bawah dua pasang.

“Kalau belinya banyak ya bayar dong pajak sebagai warga negara. Apalagi kalau buat dagang lagi. Masa tidak bayar pajak,” tegasnya.

Terkait dengan protes warganet terhadap prosedur Bea Cukai dalam memeriksa barang bawaan penumpangZulhas meminta masyarakat untuk tidak berlebihan dalam merespons prosedur tersebut.

Politisi PAN ini melihat, tindakan yang dilakukan Bea Cukai untuk memeriksa barang bawaan penumpang merupakan hal yang wajar.

Prosedur pemeriksaan serupa juga dilakukan oleh sejumlah negara seperti Australia, Amerika Serikat, Eropa, dan Arab Saudi. Bahkan, prosedur pemeriksaan di negara-negara tersebut jauh lebih ketat dibandingkan Indonesia.



“Coba kalau kamu pergi ke Australia, Amerika, Eropa, coba masuk bandara. Sepatu saja dicopot. Celana saja diurek-urek. Apalagi cuma tas,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia meminta masyarakat untuk menaati peraturan yang sudah diterbitkan oleh pemerintah.

Untuk diketahui, pemerintah melalui Kemendag pada 10 Maret 2024 telah memberlakukan Permendag No.36/2023 Juncto (jo) Peraturan Menteri Perdagangan No. 3/2024 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor.

Ketentuan impor barang bawaan pribadi penumpang untuk kelompok barang yang dibatasi impornya diatur dalam Lampiran IV Permendag No. 36/2023 Jo. Permendag No. 3/2024.

Beberapa di antaranya adalah telepon seluler, komputer genggam, dan komputer tablet paling banyak 2 unit per penumpang dalam 1 kedatangan dalam jangka waktu 1 tahun.

Kemudian, kosmetik dan perbekalan kesehatan rumah tangga, paling banyak 20 buah per penumpang, alas kaki paling banyak 2 pasang per penumpang, elektronik paling banyak 5 unit,dan dengan nilai paling banyak FOB US$1.500 per penumpang, serta barang tekstil sudah jadi lainnya paling banyak 5 buah per penumpang.

Baca juga: Mendag Zulhas Ogah Revisi Aturan Barang Bawaan dari Luar Negeri

Direktur Impor Kemendag Arif Sulistyo sebelumnya menuturkan, pengaturan pembatasan ini bertujuan untuk memastikan barang baru yang dibeli di luar negeri kemudian dibawa masuk ke wilayah Indonesia sebagai barang bawaan pribadi penumpang atau barang kiriman hanya untuk keperluan pribadi, dan tidak ditujukan untuk diperdagangkan kepada pihak lain.

Melalui kebijakan ini, pemerintah mengharapkan praktik impor tidak resmi dapat dicegah sehingga jika tujuannya diperjualbelikanArif mempersilahkan masyarakat untuk menggunakan mekanisme impor secara resmi atau legal.

“Kami mengharapkan dengan adanya kebijakan ini tidak mengganggu mekanisme impor resmi dan ekosistem bisnis retail di Indonesia serta mampu mendorong pertumbuhan industri dalam negeri dengan memberikan peluang lebih besar bagi produsen lokal untuk bersaing di pasar domestik,” jelasnya kepada Bisnis, Jumat (15/3/2024).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.