Beda Arah Saham BREN dan IHSG

IHSG menutup perdagangan di zona merah, sementara saham Prajogo Pangestu, BREN, melanjutkan tren penguatannya sejak melantai di bursa.

Redaksi

18 Okt 2023 - 20.27
A-
A+
Beda Arah Saham BREN dan IHSG

Direksi PT Barito Renewable Energy Tbk. (BREN) saat pencatatan perdana sahamnya di Bursa Efek Indonesia./Istimewa


Bisnis, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan di zona merah ke posisi 6.927,91 atau turun 0,17 persen pada Rabu (18/10/2023).

IHSG sempat dibuka ke zona hijau dengan level tertinggi mencapai 6.968 sebelum perdagangan sesi I usai. Berdasarkan data RTI Business pukul 16.00 WIB, IHSG parkir di posisi 6.927,90. Posisi ini tergerus 0,17% atau 11,70 poin dari penutupan perdagangan hari sebelumnya. 

Indeks komposit bergerak di rentang 6.908 hingga 6.968 pada perdagangan hari ini.  Sebanyak 30,35 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp17,76 triliun dalam 1,52 juta kali transaksi. Adapun saham yang menguat sebanyak 209, saham yang melemah sebesar 321 dan saham stagnan sebanyak 220.  

Indeks sektor bergerak bervariasi pada perdagangan hari ini. Sektor yang melemah paling dalam adalah sektor konsumer siklikal dengan pelemahan 0,65%, sektor finansial turun 0,53%, sektor teknologi melemah 0,47%, sektor non siklikal tergerus 0,30 persen, sektor industrial merah 0,28% dan sektor properti turun 0,18%.  

Kemudian sektor infrastruktur naik 1,99%, sektor basic materials naik 0,60%, sektor kesehatan hijau di 0,56%, sektor energi naik 0,32% dan sektor transportasi menguat 0,27%. 

Diantara beberapa saham yang menguat, saham pendatang baru grup Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) menjadi yang paling diburu dengan kenaikan 10,5% ke Rp3.790. Nilai kapitalisasi pasar diperkirakan mencapai Rp507,05 tiliun dengan nilai perdagangan sebesar Rp1,2 triliun.

Sementara itu, Analis RHB Sekuritas Muhammad Wafi mengatakan jika IHSG mampu breakout resistance garis MA (20,50) maka akan mengonfirmasi sinyal breakout dari fase sideways menuju ke fase bullish. IHSG pun diperkirakan bergerak pada kisaran 6.825 hingga 7.000. 

"Namun jika tidak mampu breakout resistance garis MA(20,50) maka berisiko untuk kembali melakukan koreksi dan menguji support garis MA100," ujar Wafi dalam riset, Rabu, (18/10/2023).

Senada dengan Wafi, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan, meski berisiko bearish namun IHSG masih berpeluang dapat menguji resisten fibonacci di level 6.967 untuk skenario terbaik hari ini. 

"Level support IHSG berada di 6.840, 6.804, 6.747 dan 6.747, sementara level resistennya di 7.016, 7.058 dan 7.128. Berdasarkan indikator MACD dalam kondisi netral," ujar Ivan dalam riset pada Rabu, (18/10/2023).

Adapun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berisiko mengalami penguatan terbatas ke level 7.000 sampai dengan akhir tahun.

BRI Danareksa Sekuritas menurunkan target IHSG menjadi 7.000 setelah sebelumnya yakin IHSG dapat menyentuh level 7.800 hingga akhir tahun. Penurunan target IHSG dilatarbelakangi oleh peningkatan risiko eksternal dan kekhawatiran belanja konsumen kuartal III/2023 yang melemah.

Analis BRI Danareksa Erindra Krisnawan menjelaskan risiko eksternal terkait dengan harga minyak mentah yang tetap tinggi di kuartal IV/2023 menyebabkan target IHSG diturunkan hingga 800 poin. 

Baca Juga : Berkongsi dengan GOTO, Saham ARTO Bisa Mentereng 

“Kami menurunkan target IHSG 2023 menjadi 7,000 berdasarkan PE 13,3 kali,” katanya dalam rise, dikutip Selasa (17/10/2023). 

Sepanjang kuartal IV/2023, pasar khawatir akan belanja fiskal pemerintah akan mundur menjadi di semester I/2024. Adapun saham yang menjadi rekomendasi BRI Danareksa adalah MEDC dengan rekomendasi buy dengan target harga Rp1.900 per saham. 

Prediksi IHSG dari BRI Danareksa Sekuritas sejalan dengan beberapa sektor pilihan yang dianggap mampu menopang geraknya di kuartal IV/2023. BRI memproyeksikan sektor telekomunikasi, energi (migas dan batu bara) serta bank-bank tertentu yang akan menentukan posisi IHSG akhir tahun. 

BRI Danareksa dan perkiraan konsensus saat ini memproyeksikan Earning per Share (EPS) IHSG akan tumbuh 5%-7% dalam 12 bulan ke depan. Hal tersebut disebabkan oleh prediksi laba sepanjang kuartal III/2023 akan lebih baik dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. 

Prediksi laba yang baik di kuartal III/2023 dengan sektor yang diperkirakan memiliki pertumbuhan pendapatan positif yaitu perbankan, telekomunikasi, rokok, konsumen dan layanan kesehatan. 

Baca Juga : Mencari Celah Potensi di Antara Gonjang-Ganjing Saham GOTO 

MASUK RADAR UMA

BREN akhirnya masuk daftar saham dalam pemantauan Bursa Efek Indonesia (BEI) akibat adanya peningkatan harga saham yang diluar kebiasaan atau unusual market activity (UMA).

"Dalam rangka perlindungan investor, dengan ini kami informasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) di luar kebiasaan atau unusual market activity," tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono dalam pengumuman Peng-UMA-00131/BEI.WAS/10-2023 dikutip Rabu (18/10/2023).

Otoritas Bursa menegaskan bahwa pengumuman UMA yang diterima BREN tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Kendati demikian, investor diimbau untuk tetap mencermati setiap jawaban BREN atas permintaan konfirmasi Bursa serta kinerja perseroan dan keterbukaan informasinya.

Sementara itu, seiring dengan dikeluarkannya pengumuman UMA terhadap BREN, Bursa hingga saat ini dilaporkan masih terus mencermati perkembangan pola transaksi milik emiten yang bergerak di bidang energi baru terbarukan (EBT) tersebut.

Adapun, saham BREN terpantau terus melaju meski telah masuk ke dalam radar pemantauan BEI. Mengutip RTI Business, Rabu (18/10/2023) pukul 09.55 WIB, saham BREN melesat 17,20% atau 590 poin menuju ke level Rp4.020 per lembar saham.

Pada pembukaan perdagangan hari ini, BREN bahkan menjadi saham yang paling diburu investor dengan kenaikan sebesar 16% ke Rp4.000. Sebanyak 147,46 juta saham BREN telah diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp578,17 miliar.

Sebelumnya, BREN bahkan sempat menduduki posisi teratas top gainers perdagangan sepekan periode 9-13 Oktober 2023. Selama sepekan, BREN tercatat naik 202,56% ke posisi Rp2.360, dari harga IPO-nya sebesar Rp780 per lembar saham.(Artha Adventy, Szalma Fatimarahma)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.