Begini Ketentuan Penggunaan Pekerja Asing di Sektor Minerba

Menurut Kementerian ESDM, pengaturan mengenai penggunaan tenaga kerja asing telah dijelaskan setidaknya dalam tiga regulasi.

Rayful Mudassir

10 Nov 2021 - 15.30
A-
A+
 Begini Ketentuan Penggunaan Pekerja Asing di Sektor Minerba

Ilustrasi: Pekerja beraktivitas di area pertambangan batu bara PT Adaro Indonesia, di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Selasa (17/10)./JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis, JAKARTA — Investasi perusahaan China di sektor pertambangan di Tanah Air terus meningkat. Apalagi, pada era kendaraan listrik seperti saat ini menarik minat perusahaan China menanamkan modal mereka di bidang pertambangan di hulu dan di hilir.

Tidak hanya itu, perusahaan atau kontraktor asing biasanya membawa tenaga ahli dan pekerja mereka ke proyek yang tengah digarap.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan data terkini jumlah asal tenaga kerja asing di sektor mineral dan batu bara atau minerba. Dari jumlah tersebut, tenaga kerja domestik masih mendominasi di sektor tersebut.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin mengatakan bahwa pengaturan mengenai penggunaan tenaga kerja asing telah dijelaskan setidaknya dalam tiga regulasi.

Ketiganya yakni Undang-Undang Nomor 3/2020 tentang Pertambangan Minerba, Peraturan Pemerintah Nomor 96/2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Minerba, dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 25/2018 tentang Pengusahaan Pertambangan Mineral dan Batubara.

Regulasi tersebut, kata dia, menjelaskan penyerapan tenaga kerja asing hanya dapat dilakukan apabila tidak terdapat tenaga kerja lokal atau nasional yang memiliki kualifikasi yang dibutuhkan.

“Badan usaha dapat menggunakan tenaga kerja asing dalam rangka alih teknologi dan/atau alih keahlian. Kemudian penggunaan tenaga kerja asing perlu mendapatkan persetujuan dari instansi terkait,” katanya saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Rabu (10/11/2021).

Data Kementerian ESDM mencatat, tenaga kerja Indonesia di industri minerba mencapai 23.587 orang, dan 3.121 orang tenaga kerja asing. Sementara itu, secara khusus industri nikel menyerap tenaga kerja dengan total 21.681 tenaga kerja Indonesia, dan 3.054 tenaga kerja asing.

Ilustrasi: Tambang emas Toka Tindung merupakan salah satu tambang emas terbesar yang memiliki 2 Kontrak Karya yang dimiliki oleh anak usaha Archi Indonesia/Dok.Perusahaan

“Ini mudah-mudahan menjadi penjelasan bagi publik. Hendaknya kita berusaha mengurangi tenaga kerja asing sampai meningkatkan tenaga kerja Indonesia yang berkompeten di bidang ini,” katanya.

Lebih lanjut, Ditjen Minerba juga telah menyampaikan usulan kepada pemerintah terkait usulan daftar 95 jabatan yang dapat diduduki oleh tenaga kerja asing.

Tujuannya untuk menyesuaikan daftar jabatan dan persyaratan berdasarkan kebutuhan dan ketersediaan tenaga kerja Indonesia.

Adapun, beberapa jabatan yang diusulkan, yakni direksi, advisor, spesialis, tenaga ahli, manajer, dan general superintendent.

Tenaga kerja asing juga harus memenuhi persyaratan, seperti pendidikan minimal strata 1, sertifikat keahlian, pengalaman kerja 10–15 tahun, masa kerja maksimal 5 tahun, dan usia maksimal 55 tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Zufrizal

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.