Begini Strategi Repower Asia (REAL) Genjot Penjualan Akhir Tahun

Naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada awal bulan September kemarin rupanya berdampak pada daya beli masyarakat dan tentu berimpak pada penjualan properti.

Yanita Petriella

16 Des 2022 - 13.09
A-
A+
Begini Strategi Repower Asia (REAL) Genjot Penjualan Akhir Tahun

ilustrasi proyek properti. /istimewa

Bisnis, JAKARTA – Naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada awal bulan September kemarin rupanya berdampak pada daya beli masyarakat dan tentu berimpak pada penjualan properti.

Dalam sembilan bulan pertama tahun ini, emiten properti PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) atau Repower mencatatkan penjualan sebesar Rp4,22 miliar per September 2022 dari proyeksi penjualan sampai dengan Rp13,22 miliar hingga akhir tahun ini. 

Adapun, penjualan di tahun ini terkoreksi cukup jauh dari capaian tahun 2021 sebesar Rp11,91 miliar di periode yang sama. Penurunan penjualan terjadi akibat tren penjualan rumah yang menurun di wilayah Jabodebek-Banten.

Berdasarkan data Indonesia Property Watch mengenai tren nilai penjualan rumah di Jabodebek-Banten, menunjukkan bahwa penjualan rumah di wilayah tersebut mengalami kontraksi 14.9 persen.

Direktur PT Repower Asia Indonesia Tbk. (REAL) Sjafardamsah mengatakan penurunan penjualan properti ini disebabkan oleh daya beli masyarakat yang menurun akibat kenaikan harga BBM, fluktuasi perekonomian, dan juga adanya kondisi wait and see.

“Walaupun begitu, perseroan tetap mampu mencetak penjualan di tengah kondisi yang menantang ini,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (16/12/2022).

Sebagai langkah antisipasi untuk merespon kondisi ekonomi global maupun nasional di tahun depan, khususnya kondisi sektor properti, saat ini Repower sedang melakukan berbagai strategi bisnis untuk dapat menggenjot penjualan perumahannya agar dapat terserap oleh masyarakat. Langkah strategis tersebut adalah dengan memperluas segmentasi pasar dengan cara melakukan remodelling product terhadap proyek yang sedang berjalan. Remodelling tersebut merupakan salah satu upaya yang kami lakukan agar produk kami dapat menyesuaikan kondisi dan kebutuhan pasar,

 “Selain itu kami juga sedang mengkaji pengembangan beberapa proyek potensial untuk meningkatkan penjualan. Walaupun mengalami koreksi, Repower mampu bertahan dengan mencatatkan kinerja positif,” ucapnya. 


Baca Juga: 2023 Tahun Politik & Isu Resesi, Properti Untung atau Buntung? 

Direktur Repower Yahya Attamimi menambahkan strategi pengembangan perseroan yaitu seperti kerja sama dengan mitra strategis secara paralel tetap dilakukan untuk menghadirkan peluang bisnis lainnya. 

Pada Agustus 2022 Repower telah menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) bersama Indonesia Soken dalam rangka menarik minat para investor Jepang guna mendukung pengembangan bisnis properti di Indonesia.

Pihaknya optimistis akan mengejar proyeksi penjualan sampai dengan Rp13,22 miliar hingga akhir tahun. Perseroan pun tetap yakin dengan penjualan pada 2023 yang diproyeksikan sebesar Rp40,29 miliar, tumbuh tiga kali lipat lebih dibandingkan dengan proyeksi penjualan pada akhir tahun 2022.

Optimisme ini tercermin dari kebutuhan perumahan yang masih tinggi sesuai data dari Kementerian PUPR, yaitu backlog perumahan sebesar 12,75 juta yang didominasi oleh 47 persen generasi milenial. 

“Hal ini membuat pasar properti Indonesia masih pada situasi sunrise yang akan terus tumbuh khususnya untuk segmen pasar end user. Melihat hal ini, dengan penuh inovasi dan antisipasi, kami yakin dapat mencetak penjualan sebesar Rp40,29 miliar pada tahun 2023,” ucap Yahya.

Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.