BEI Akan Cabut Notasi Khusus Bank Mayapada

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencabut Notasi Khusus G pada PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) karena telah memenuhi seluruh kewajibannya.

Redaksi

16 Jan 2024 - 18.12
A-
A+
BEI Akan Cabut Notasi Khusus Bank Mayapada

Ilustrasi Bank Mayapada./Istimewa

Bisnis, JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal melepas notasi khusus G dari emiten perbankan, PT Bank Mayapada Internasional Tbk. (MAYA). Kabar gembira ini seiring proses rights issue yang tengah dijalankan perseroan.

Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna mengatakan BEI akan mencabut Notasi Khusus G pada PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) karena telah memenuhi seluruh kewajibannya.

Berdasarkan hasil tindak lanjut BEI, dia menjelaskan Bank Mayapada telah memenuhi seluruh kewajiban dan pengenaan Notasi Khusus G akan berakhir sesuai ketentuan, yaitu satu bulan setelah tanggal pengenaan Notasi Khusus.

“MAYA telah memenuhi seluruh kewajibannya, dan pengenaan Notasi Khusus G akan berakhir sesuai ketentuan, yaitu satu bulan setelah tanggal pengenaan Notasi Khusus,” ujar Nyoman kepada awak media di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (16/1/2024).

Nyoman menjelaskan, pengenaan Notasi Khusus G kepada MAYA merupakan kewenangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena perusahaan melanggar ketentuan administratif terkait transaksi afiliasi.

Sanksi itu dikenakan terhadap perusahaan karena melanggar peraturan di bidang pasar modal dengan kategori pelanggaran sedang. “Selain itu, Notasi Khusus bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada investor,” ujar Nyoman.

Di sisi lain, Bank Mayapada berencana melakukan aksi penambahan modal atau right issue dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) XIV pada periode perdagangan 15 sampai 19 Januari 2024.

Perseroan menerbitkan sebanyak-banyaknya 26,74 miliar lembar saham Seri B atau sebanyak-banyaknya 69,33 persen dari total modal ditempatkan atau disetor penuh, dengan harga pelaksanaan sebesar Rp150, sehingga jumlah dana yang diperoleh seluruhnya berjumlah sebanyak-banyaknya Rp4,01 triliun.

Selaku pengendali, konglomerat Dato Sri Tahir turut serta dalam rights issue, dan telah menyetor uang muka setoran modal sebesar ke MAYA senilai Rp752,12 miliar sebagaimana dibuktikan dengan bukti setoran modal pada 23 Juni 2023 dan 26 Juni 2023.


RIGHTS ISSUE

MAYA milik konglomerat Dato Sri Tahir sedang menggelar aksi penambahan modal melalui rights issue pada bulan ini. Seiring dengan aksi rights issue, sejumlah pemegang saham terpantau melepas kepemilikannya di MAYA.

Terbaru, perusahaan asuransi jiwa asal Taiwan Chatay Life Insurance yang merupakan pemegang saham MAYA menjual sebagian sahamnya di MAYA. 

Berdasarkan laporan kepemilikan aset di atas 5% PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 9 Januari 2024, Chatay melakukan transaksi penjualan saham MAYA sebanyak 1,55 juta lembar. Transaksi itu difasilitasi oleh PT Bank HSBC Indonesia.

Pada awal tahun ini, Chatay juga bergeliat menjual kepemilikan sahamnya di MAYA. Dengan rentetan transaksi tersebut, jumlah kepemilikan saham Chatay di MAYA pun susut menjadi 2,27 miliar lembar atau 19,19%. Padahal, per 31 Desember 2023, Chatay masih menggengam kepemilikan saham di MAYA 2,29 miliar atau 19,36%.

Baca Juga : Investor Asing Jual Kepemilikan Saham saat Bank Mayapada (MAYA) Gelar Rights Issue 

Selain Chatay, investor lain tercatat menjual saham MAYA yakni Liang Xian Ltd. Pada 19 Desember 2023 atau sepekan menjelang rights issue, Liang Xian tercatat menjual 1,35 miliar lembar saham di MAYA.

Manajemen Bank Mayapada di keterbukaan menjelaskan transaksi penjualan saham itu merupakan upaya divestasi. Persentase kepemilikan sahamnya di MAYA pun berkurang menjadi hanya 109,3 juta lembar atau 0,92% dan tidak tercatat sebagai pemegang saham di atas 5%.

Liang Xian masuk di MAYA sebagai investor pada 2021. Kala itu, Liang Xian melakukan pembelian saham sebanyak 1,46 miliar lembar atau 12,39% kepemilikan saham di MAYA.

Bank Mayapada sendiri merupakan bank yang dibesut oleh konglomerat Dato Sri Tahir. Di MAYA, Tahir menggenggam kepemilikan saham di MAYA secara pribadi sebanyak 567,27 juta lembar atau 4,79%. Tahir juga menggenggam kepemilikan saham di MAYA melalui PT Mayapada Karunia sebanyak 3,53 miliar lembar atau 29,89% dan PT Mayapada Kasih 563,86 juta atau 4,77%.

Baca Juga : Langkah Konsolidasi BPD di Tengah Kinerja Lesu Laba Bersih 

Pemegang saham lainnya Galasco Investments Ltd menggenggam 1,49 miliar lembar saham atau 12,67% dan Unity Rise Ltd menggenggam 864 juta lembar atau 7,31% kepemilikan. 

Adapun, aksi jual para investor Bank Mayapada itu terjadi kala MAYA menggelar rights issue awal tahun ini. Berdasarkan keterbukaan informasi, MAYA melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) XIV sebanyak-banyaknya 26,74 miliar lembar saham Seri B atau sebanyak-banyaknya 69,33% dari total modal ditempatkan atau disetor penuh.

Upaya tersebut dilakukan dilakukan Bank Mayapada untuk memperkuat bisnis.

"Seluruh dana yang diperoleh dari PMHMETD XIV, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan dipergunakan seluruhnya oleh perseroan untuk modal kerja dalam rangka pengembangan usaha terutama dalam pemberian kredit," tulis Manajemen MAYA.(Rinaldi Azka, Fahmi Ahmad Burhan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.