BEI Optimistis Bakal Kedatangan Banyak Unikorn di 2022-2023

Bursa Efek Indonesia optimistis akan ada banyak unikorn yang mau melakukan initial public offering (IPO) pada 2022 hingga 2023.

Pandu Gumilar
Jan 6, 2022 - 11:10 AM
A-
A+
 BEI Optimistis Bakal Kedatangan Banyak Unikorn di 2022-2023

Pegawai melintas di dekat layar yang menampilkan logo Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (4/1/2021). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis, JAKARTA – Terbitnya peraturan tentang saham dengan hak suara berganda atau multiple voting share (MVS) pada 2021 lalu menjadi game changer yang menjadikan pasar modal Indonesia lebih ramah bagi startup, khususnya unikorn. 

Seiring dengan itu, Bursa Efek Indonesia optimistis akan ada banyak unikorn yang mau melakukan initial public offering (IPO) pada 2022 hingga 2023.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo menyatakan optimismenya terkait pencatatan saham Unicorn di Indonesia. Dia yakin setelah aturan Multiple Voting Share (MVS) ditetapkan maka tidak ada lagi hal yang mengganjal minat IPO mereka.

“Banyak sekali unikorn yang menghubungi kami secara formal dan informal yang menyatakan keinginan IPO di Indonesia dengan target 2022 dan 2023 karena mereka menunggu aturan MVS,” katanya kepada Bisnis belum lama ini.

Sebagaimana diketahui, target bursa untuk IPO tahun ini adalah pencatatan 55 saham baru. Laksono percaya satu di antaranya yang tercatat adalah unikorn. “Saya yakin akan ada [unikorn IPO] di tahun ini,” imbuhnya.

Laksono mengungkapkan aturan yang diterbitkan pada tahun lalu itu akan berdampak positif pada tahun ini. Apalagi Bukalapak, lanjutnya, telah menjadi e-commerce yang mengawali pencatatan di bursa.

Selain itu, bursa dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengakomodasi kebutuhan para perusahaan rintisan dengan menerbitkan MVS. Sebab, salah satu ganjalan bagi para perusahaan rintisan tersebut untuk go public adalah terdilusinya hak suara pendiri setelah pencatatan.

“Perusahaan sejenis [Bukalapak] menyatakan minat IPO di Indonesia karena hal yang selalu didengungkan adalah belum adanya aturan MVS membuat mereka akan lari ke luar sehingga dengan MVS sebagian besar e-commerce akan IPO di negara sendiri,” ungkapnya.

Selain itu, Laksono mengatakan BEI tidak menutup kemungkinan bila ada unikorn dari negara lain di seputar Asia Tenggara yang ingin mencatatkan di Indonesia, selama mereka mau mengikuti aturan hukum yang berlaku seperti memiliki badan hukum di Indonesia.

Editor: Emanuel Berkah Caesario

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar