Belanja Daring di Asia Tenggara Tembus US$1 Triliun pada 2030

Sebelas negara di Asia Tenggara adalah salah satu pasar internet dengan pertumbuhan tercepat di dunia karena populasi muda, penggunaan ponsel pintar dan urbanisasi yang cepat, dan kelas menengah yang sedang berkembang.

Zufrizal

10 Nov 2021 - 08.52
A-
A+
Belanja Daring di Asia Tenggara Tembus US$1 Triliun pada 2030

Ilustrasi belanja online. - istimewa

Bisnis, SINGAPURA — Ekonomi internet di Asia Tenggara diperkirakan mencapai US$1 triliun pada 2030 karena puluhan juta lebih banyak orang melakukan belanja daring dan termasuk pembelian makanan melalui layanan pesan antar.

Laporan tersebut yang dibuat oleh Google Alphabet, investor negara Singapura Temasek Holdings, dan konsultan bisnis global Bain & Company, mengatakan bahwa kawasan itu telah menambahkan 60 juta pengguna internet baru sejak awal pandemi virus corona sehingga totalnya menjadi 440 juta.

Sebelas negara di Asia Tenggara adalah salah satu pasar internet dengan pertumbuhan tercepat di dunia karena populasi muda, penggunaan ponsel pintar dan urbanisasi yang cepat, dan kelas menengah yang sedang berkembang.

Industri daring untuk Asia Tenggara seperti dikutip dari business.inquirer.net, Rabu (120/11/2021) diperkirakan tumbuh dari sekitar US$174 miliar dalam volume barang dagangan (gross merchandise volume/GMV)  pada akhir 2021 menjadi US$360 miliar pada 2025, dan US$1 triliun pada 2030, terutama didorong oleh pertumbuhan dagang-el dan pengiriman makanan karena konsumen yang terjebak di rumah karena pandemi beralih ke internet.

Laporan tersebut, yang mencakup Indonesia, Thailand, Vietnam, Singapura, Malaysia, dan Filipina, menemukan bahwa volume barang dagangan kotor melalui dagang-el diperkirakan meningkat hampir dua kali lipat menjadi US$120 miliar pada akhir tahun dan mencapai US$234 miliar pada 2025.

Semua negara yang tercakup mengalami pertumbuhan dua digit pada tahun 2021, dengan Indonesia saja, negara terpadat di kawasan ini, menyumbang 40% dari total GMV Asia Tenggara sebesar US$70 miliar.

Filipina mengalami pertumbuhan 93%, menjadi ekonomi digital senilai $17 miliar.

“GMV [untuk Asia Tenggara] telah meningkat 49% secara tahunan karena konsumen seismik dan perubahan ekosistem yang dipercepat oleh Covid terus mendorong percepatan adopsi digital besar-besaran,” kata Florian Hoppe, Kepala Praktik Digital Asia-Pasifik Bain.

Editor: Zufrizal

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.