Beli 14% Saham INCO, MIND ID Resmi Kuasai Saham Vale Indonesia

Dengan langkah MIND ID mengakuisisi 14% sisa kewajiban divestasi saham perusahaan tambang nikel PT Vale Indonesia Tbk. berkode saham INCO tersebut, menjadi langkah awal bagi Indonesia untuk ikut andil mengendalikan tambang nikel tersebut.

Stepanus I Nyoman A. Wahyudi

27 Feb 2024 - 11.18
A-
A+
Beli 14% Saham INCO, MIND ID Resmi Kuasai Saham Vale Indonesia

Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk. Febriany Eddy (dari kiri) berbincang dengan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Presiden Komisaris PT Vale Indonesia Tbk. Deshnee Naidoo, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, Menteri BUMN Erick Thohir, Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso dan Executive Officer Sumitomo Metal Mining Yusuke Niwa saat acara penandatanganan dokumen transaksi pengambilalihan saham Divestasi PT Vale Indonesia Tbk. di Jakarta, Senin (26/2/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis, JAKARTA — Pemerintah Indonesia melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor tambang PT Mineral Industry Indonesia (MIND ID) akhirnya resmi menguasai 34% saham PT Vale Indonesia Tbk.

Dengan langkah MIND ID mengakuisisi 14% sisa kewajiban divestasi saham perusahaan tambang nikel berkode saham INCO tersebut, menjadi langkah awal bagi Indonesia untuk ikut andil mengendalikan tambang nikel tersebut.

Adapun, perjanjian transaksi definitif akuisisi 14% kepemilikan saham gabungan pro rata Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining Co., Ltd (SMM) di INCO oleh MIND ID diteken pada Senin (26/2/2024) sore.

Nilai divestasi saham tersebut disepakati di angka Rp3.050 per lembar saham dengan total investasi yang dikeluarkan MIND ID sekitar US$300 juta atau setara Rp4,69 triliun (asumsi kurs Rp15.635 per US$). 

Harga divestasi saham tersebut berada di bawah harga penutupan saham INCO per Senin (26/2/2024) yang berada di level Rp3.830. Pelunasan transaksi ditargetkan rampung pada Juni 2024.

“Hari ini saya kira perjalanan panjang hampir berapa tahun. Kita akan tandai pemerintah Indonesia lewat MIND ID akan memegang saham terbesar Vale Indonesia, salah satu perusahaan nikel terbesar di Indonesia dengan pengelolaan terbaik,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara Penandatanganan Perjanjian Transaksi Definitif untuk Akuisisi Saham PTVI (Vale Indonesia).

Baca juga:

Titik Awal MIND ID Bersama Vale Canada Kendalikan INCO

Gerak Longgar MIND ID Genggam 34% Saham Vale (INCO)

Pekerjaan Rumah Usai MIND ID Resmi Jadi Pengendali INCO

Memastikan Komitmen Vale (INCO) di Jalur Penghiliran Nikel

Mengawal Divestasi Saham dan Monetisasi Bijih Nikel Vale (INCO)

Seiring dengan ditandatanganinya perjanjian tersebut, Luhut pun meminta seluruh kementerian terkait untuk segera menyelesaikan segala perizinan INCO, terutama izin usaha pertambangan khusus (IUPK).

“Saya minta IUPK bisa dikeluarkan minggu ini sehingga proses akuisisi ini bisa tuntas segera. Saya ulangi tuntaskan minggu ini, Pak Menteri ESDM, Sekjen Menteri Investasi ada di sini, tidak ada dusta di antara kita. Kita bekerja untuk kebaikan negeri ini, kerja sama seluruh pihak sehingga akuiissi ini bisa berjalan dengan baik,” ujar Luhut.


Setelah transaksi selesai, MIND ID akan memegang sekitar 34% saham yang diterbitkan INCO dan menjadikannya pemegang saham terbesar dalam perusahaan tersebut. Sementara itu, VCL dan SMM masing-masing akan memegang 33,9% dan 11,5%, sedangkan sekitar 20,6% akan tetap dimiliki oleh masyarakat umum di Bursa Efek Indonesia.

Untuk kepemilikan sahamnya, VCL akan mendapatkan sekitar US$160 juta [tunai] atas transaksi, yang diperkirakan selesai sebelum akhir 2024, setelah semua persyaratan penyelesaian transaksi dipenuhi.

Setelah selesai, transaksi ini memenuhi kewajiban divestasi Indonesia dan memenuhi syarat utama bagi INCO untuk memperpanjang masa berlaku izin pertambangannya melalui penerbitan izin usaha pertambangan khusus (IUPK).

Setelah penutupan transaksi, VCL akan tetap mempertahankan eksposur ekonomi yang signifikan terhadap INCO sebagai perusahaan patungan yang tidak dioperasikan olehnya dan akan terus memberikan tata kelola yang kuat melalui dewan komisaris.

Induk VCL, Vale Base Metals, menyatakan bahwa perjanjian ini menandakan komitmen Vale Base Metals terhadap INCO, masyarakat Indonesia, dan para pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan nilai dari aset perusahaan.

“Fokus kami sekarang akan beralih untuk mewujudkan potensi masa depan pertumbuhan investasi PT Vale di Sulawesi. Bersama dengan hubungan internasional kami yang kuat dengan mitra industri terkemuka, produsen otomotif, dan OEM, Vale Base Metals memiliki posisi yang unik untuk memenuhi permintaan akan mineral penting yang terus meningkat untuk transisi energi global,” ujar Ketua Vale Base Metals Mark Cutifani.


Chief Executive Officer Vale Base Metals Deshnee Naidoo menambahkan bahwa pihaknya berharap dapat bekerja sama dengan mitra dalam struktur kepemilikan saham baru yang seimbang ini.

“Proyek pertumbuhan Vale Base Metals akan memberikan nilai yang kuat bagi pemerintah Indonesia, masyarakat setempat, dan para pemangku kepentingan kami. Vale Base Metals tetap berpegang teguh pada komitmen kami untuk mengembangkan peluang regional dalam memproduksi nikel, tembaga, dan logam lainnya yang penting untuk transisi energi secara bertanggung jawab dan rendah karbon,” kata Deshnee.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.