Beli Rumah di Bawah Rp2 Miliar Bebas PPN hingga Juni 2024

Insentif bebas 100% PPN untuk hunian komersial atau non subsidi di bawah Rp2 miliar tersebut akan diberlakukan sampai dengan Juni 2024. Kemudian, setelah Juni 2024 hingga akhir tahun depan, insentif PPN DTP menjadi 50%.

Redaksi

25 Okt 2023 - 11.58
A-
A+
Beli Rumah di Bawah Rp2 Miliar Bebas PPN hingga Juni 2024

Ilustrasi rumah. /istimewa

Bisnis, JAKARTA – Presiden Joko Widodo kembali memberikan insentif berupa Pajak Pertambahan Nilai yang Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) terhadap properti residensial komersial atau non subsidi di bawah Rp2 miliar. 

Adapun pada saat pandemi Covid-19 dari tahun 2021 hingga September 2022, pemerintah memberikan insentif PPN DTP untuk sektor properti dengan harga di bawah Rp2 miliar. 

Menurutnya, sejumlah insentif tersebut sebagai upaya untuk mendongkrak daya beli hingga ekonomi nasional di tengah tren suku bunga tinggi. Dia meyakini insentif properti itu tentunya juga akan mengerek sejumlah sektor turunan. Menurutnya terdapat 114 sektor turunan yang akan terdongkrak kebutuhannya seperti semen, batu bata, pasir, kayu, pintu, kaca, hingga keramik. 

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan insentif bebas 100% PPN untuk rumah di bawah Rp2 miliar tersebut akan diberlakukan sampai dengan Juni 2024. Kemudian, setelah Juni 2024 hingga akhir tahun depan, insentif PPN DTP menjadi 50%.

Stimulus yang diberikan pemerintah ini dalam upaya mendorong sektor properti. Pasalnya, data pemerintah menunjukkan kontribusi sektor perumahan terhadap PDB belakangan ini menurun hanya 0,67 persen.

“Dalam rapat lanjutan terkait PPN untuk perumahan, utamanya untuk dorong sektor perumahan yang PDB (Produk Domestik Bruto)-nya rendah, turun 0,67%, dan konstruksi 2,7%,” ujarnya, dikutip Rabu (25/10/2023). 

Kedua sektor itu memberikan kontribusi ke PDB mencapai 14% hingga 16%, juga jumlah tenaga kerja pada sektor itu mencapai 13,8 juta orang, serta kontribusi pajak mencapai 9,3% dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai 31,9%.
Airlangga berharap pemberian insentif ini bisa mengurangi masalah kekurangan atau backlog rumah yang mencapai 12,1 juta.

“Diharapkan bisa selesaikan backlog. Nanti kita lihat berapa targetnya. Ini kan waktunya satu tahun diharapkan bisa selesaikan itu,” ucap Airlangga.

Baca Juga: Semringah Industri Properti Berkah Angin Segar Insentif PPN DTP


Terpisah, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan insentif PPN DTP 100 persen untuk residensial di bawah Rp2 miliar akan mampu meningkatkan penjualan hunian. 

Merujuk saat pandemi tahun 2021, dimana pada bulan November dan Desember terdapat pertumbuhan KPR sebesar di atas 9%. Kala itu pertumbuhan KPR lebih besar dan cepat pulih jika dibandingkan kendaraan bermotor dan kredit multiguna. 

“Itu salah satunya berkat berbagai insentif sektor properti termasuk PPN DTP,” tuturnya. 

Bhima berharap insentif PPN DTP di bawah Rp2 miliar yang diberikan pada akhir tahun ini dan tahun depan dapat diperluas tidak hanya untuk rumah ready stock saja tetapi juga diperluas untuk rumah indent. Hal ini dapat semakin menggejot pertumbuhan industri properti termasuk KPR. 

Merujuk data Survei Harga Properti Residensial (SHPR) yang dikeluarkan Bank Indonesia, penjualan properti residensial yang masih terkontraksi 12,30% (year on year/YoY) pada kuartal II tahun 2023, lebih dalam dari kontraksi pada kuartal sebelumnya yang sebesar 8,26% (YoY). Penjualan pada kuartal II tahun 2023 tersebut dipengaruhi oleh belum kuatnya penjualan rumah tipe kecil yang terkontraksi 15,81% (YoY) dan tipe menengah yang menurun 15,17% (YoY). Sementara itu, penjualan rumah besar terpantau mengalami peningkatan sebesar 15,11% (YoY), setelah terkontraksi 6,82% (YoY) pada kuartal sebelumnya. 

Adapun terdapat sejumlah faktor yang menghambat penjualan properti residensial primer, antara lain masalah perizinan/birokrasi sebesar 30,40 persen, suku bunga KPR 29,52 persen, proporsi uang muka yang tinggi dalam pengajuan KPR sebesar 22,79 persen, dan perpajakan sebesar 17,29 persen. (Alifian Asmaaysi & Yanita Petriella)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.