Free

Belum Ada Kajian Tarif Bea Keluar Baru untuk Freeport Indonesia

PT Freeport Indonesia dikenakan bea keluar sebesar 7,5%. Dari angka tersebut, Perseroan mencatat beban bea keluar konsentrat tembaga mencapai Rp4,85 triliun sepanjang paruh kedua 2023.

Stepanus I Nyoman A. Wahyudi

11 Mei 2024 - 13.27
A-
A+
Belum Ada Kajian Tarif Bea Keluar Baru untuk Freeport Indonesia

Proyek Smelter Freeport di Gresik. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti.

Bisnis, JAKARTA — Pemerintah sampai saat ini belum mengkaji detail penerapan bea keluar (BK) baru untuk PT Freeport Indonesia (PTFI) selepas tenggat ekspor konsentrat Mei 2024. 

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Askolani mengatakan bahwa pemerintah masih menerapkan pungutan ekspor konsentrat 7,5% sampai periode ekspor konsentrat akhir bulan ini. 

“Freeport harus mematuhi hal tersebut, sejalan dengan izin ekspor yang diberikan pemerintah,” kata Askolani kepada Bisnis, Jumat (10/5/2024). 

Baca juga: Ada Freeport di Balik Laba Jumbo MIND ID 2023

Saat ini, proyek Smelter Manyar PTFI telah masuk masa precommissioning untuk persiapan tahapan commissioning pada akhir Mei 2024. Produksi perdana akan dimulai pada Agustus 2024. 

Sebelumnya, PTFI mencatatkan beban bea keluar konsentrat tembaga mencapai US$307 juta atau setara dengan Rp4,85 triliun (asumsi kurs Rp15.820 per dolar AS) sepanjang paruh kedua 2023.   

Selama paruh kedua 2023, PTFI dikenakan bea keluar sebesar 7,5% sesuai amanat dari Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 71/2023 tentang Penetapan Barang Ekspor yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Bea Keluar. 

“Untuk bea keluar setelah Mei 2024, masih belum dikaji detailnya sehingga nanti mohon sabar dulu sampai ada kebijakan baru yang akan ditetapkan pemerintah,” kata Askolani. 

 

 

Di sisi lain, dia menegaskan, pemerintah tidak berencana menerapkan pinalti di luar instrumen bea keluar kepada PTFI atas permohonan perpanjangan relaksasi ekspor tersebut. 

“Tidak ada pembahasan mengenai hal tersebut [pinalti],” tuturnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan bahwa pemerintah akan memperpanjang izin ekspor konsentrat tembaga PTFI.

Hal ini disampaikannya usai meninjau harga komoditas bersama dengan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan di Pasar Baru Karawang, Jawa Barat, Rabu (8/5/2024). 

Baca juga: Ditjen Bea Cukai Masih Kaji Tarif Bea Keluar Baru untuk Freeport Indonesia

 “Ya terus dong, ya diperpanjang. Hanya kami ini memang masih berhitung mengenai dikenakan berapa” ujarnya kepada wartawan. 

Jokowi mengatakan bahwa perpanjangan relaksasi ekspor konsentrat tembaga tersebut dilakukan untuk menghargai upaya Freeport dan PT Amman Mineral Industri dalam memenuhi komitmen mereka untuk melakukan hilirisasi dengan membangun smelter di dalam negeri. 

“Tetapi yang patut juga kami hargai Freeport maupun Amman itu telah membangun smelter dan sudah selesai hampir 100%. Kami selalu ikuti kok [perkembangannya], mingguannya kami ikuti pembangunan sampai berapa persen, berapa persen,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.