Beratnya Pasar Otomotif, Penjualan Suzuki Anjlok pada Kuartal I/2024

Penjualan secara retail Suzuki menembus 18.813 unit pada Januari—Maret 2024, turun 16,9% dari 22.639 unit secara year-on-year (YoY).

Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra

17 Apr 2024 - 12.48
A-
A+
Beratnya Pasar Otomotif, Penjualan Suzuki Anjlok pada Kuartal I/2024

Pameran mobil Suzuki di mal. Bisnis/Abdurrachman

Bisnis, JAKARTA — Berbagai gejolak yang terjadi dalam skala nasional membuat gairah industri otomotif lesu. Salah satunya terjadi pada kendaraan Suzuki yang mengalami penurunan penjualan sepanjang kuartal I/2024.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo mencatat, penjualan mobil Suzuki secara wholesales mencapai 17.801 unit pada Januari—Maret 2024, turun 20,7% dari 22.436 unit dibandingkan periode sama tahun lalu.

Sementara penjualan secara retail Suzuki menembus 18.813 unit pada Januari—Maret 2024, turun 16,9% dari 22.639 unit secara year-on-year (YoY).

Baca juga: Daftar 9 Mobil Terlaris Kuartal I 2024

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) berharap pasar otomotif bisa kembali pulih menjelang pertengahan tahun dengan beberapa kondisi disebut menjadi faktor penentu.

4W Marketing Director SIS, Harold Donnel mengatakan pasar otomotif pada kuartal I/2024 memang terbilang berat karena adanya momentum pemilu yang membuat konsumen cenderung menahan pembelian mobil.

Selain itu, isu politik bukan menjadi faktor tunggal dari penyebab lesunya pasar domestik pada tiga bulan pertama 2024. Langkah lembaga pembiayaan yang mengetatkan pinjamannya kepada konsumen juga menjadi salah satu faktor mempengaruhi pembelian mobil.

 

 

“Kami berharap sektor otomotif bisa kembali ke trek pada sisa semester I/2024 ini dengan kestabilan kondisi sosio politik pascapemilu, keseimbangan ekonomi, dan support pemerintah terkait tax,” katanya kepada Bisnis, Selasa (16/4/2024).

Dari sisi konsumen, kendaraan bermotor termasuk mobil memang dikenakan berbagai pajak mulai dari surat tanda nomor kendaraan (STNK) yang dibayarkan secara tahunan, termasuk untuk perpanjangannya lima tahun sekali.

Baca juga: Penjualan Mobil Turun "Double Digit", Suzuki Harap Pasar Pulih Secepatnya

Kemudian juga pajak pertambahan nilai barang mewah (PPnBM) sebagaimana diatur melalui PP 74/2021 yang besarannya tergantung dari kapasitas cc setiap model dari unit mobil.

Di satu sisi, masih ada pajak daerah dari setiap wilayah melalui pajak kendaraan bermotor (PKB). Berbagai pajak yang ditetapkan untuk produk mobil pun membuat Suzuki berharap pemerintah bisa memberikan keringanan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.