Berharap Efek Berganda Sektor Konstruksi Tahun Depan

Begitu gencarnya pemerintah melakukan pembangunan infrastruktur demi mengeluarkan Indonesia dari golongan negara berpendapatan menengah sekaligus mengharapkan efek domino sektor ini terhadap pertumbuhan ekonomi.

Redaksi

5 Nov 2023 - 15.44
A-
A+
Berharap Efek Berganda Sektor Konstruksi Tahun Depan

Sejumlah proyek infrastruktur yang dibangun pemerintah./BISNIS

Bisnis, JAKARTA - Begitu gencarnya pemerintah melakukan pembangunan infrastruktur demi mengeluarkan Indonesia dari golongan negara berpendapatan menengah sekaligus mengharapkan efek domino sektor ini terhadap pertumbuhan ekonomi.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerangkan lapangan usaha konstruksi pada kuartal II/2023 mampu tumbuh mencapai 5,23% (yoy) dan berkontribusi 9,43% bagi PDB serta menjadi salah satu penopang utama PDB. 

Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2024 telah ditetapkan anggaran infrastruktur sebesar Rp422,7 triliun yang diarahkan mendorong percepatan dan pemerataan pembangunan. 

Pun demikian, pembangunan infrastruktur dalam pelaksanaannya harus  berkelanjutan dengan memperhatikan daya dukung sumber daya alam (SDA), kerentanan bencana, dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

“Pembangunan infrastruktur berkelanjutan dapat diwujudkan tidak hanya dengan penerapan berbagai teknologi ramah lingkungan, namun juga dengan efisiensi penggunaan sumber daya, penciptaan inovasi, dan pelibatan masyarakat setempat dalam berbagai proses konstruksi. Kondisi tersebut menuntut adanya transformasi proses konstruksi tradisional menjadi proses modern dengan sentuhan teknologi digital pada setiap bagian proses konstruksi,” ujar Airlangga, dikutip Minggu (5/11/2023).

Airlangga menyebut, apabila dibandingkan dengan sektor perbankan maupun sektor lainnya, sektor konstruksi merupakan salah satu sektor yang belum banyak mengadopsi teknologi digital. Industri konstruksi dalam sepuluh tahun terakhir masih sangat bergantung pada model bisnis yang lama atau berusia puluhan tahun. 

“Dengan demikian, Indonesia harus mulai mengadopsi dan membiasakan digitalisasi pada perencanaan, pengelolaan, dan pelaksanaan, serta pengambilan keputusan yang lebih berbasis data,” ujarnya.

Untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur berkelanjutan berbasis transformasi digital, terdapat beberapa prasyarat yang harus dipenuhi, di antaranya yakni pola pikir kolaboratif, visi dan misi kepemimpinan dalam bidang digital, kebijakan yang mudah diimplementasikan, serta sumber daya manusia (SDM) andal. 

Indonesia sendiri memiliki jumlah SDM yang besar dan sedang masuk dalam periode bonus demografi. Kesempatan yang hanya datang sekali dalam peradaban sebuah bangsa ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin dengan menyiapkan generasi muda yang memiliki keahlian tinggi agar bisa memenuhi kebutuhan di sektor konstruksi yang berbasis digital dan berkelanjutan. 

INOVASI PELAKU INDUSTRI

Upaya yang dilakukan pemerintah ini mendapat dukungan penuh dari para pelaku usaha di sektor konstruksi. Dari sektor industri baja ringan, Vice Presiden Tatalogam Lestari (Tatalogam Group) Stephanus Koeswandi menilai ada dua hal yang harus menjadi catatan penting dalam menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan. 

Baca Juga : Waralaba Asing Menjamur di Indonesia 

Pertama, berkelanjutan dalam hal kelestarian lingkungan, dan kedua, berkelanjutan secara ekonomi. Kedua catatan penting ini menurutnya harus berjalan beriringan.

“Berkelanjutan secara ekonomi dan juga berkelanjutan untuk lingkungan. Kita tidak bisa mementingkan salah satunya saja. Jadi harus berjalan beriringan. Kita tidak bisa mengejar target zero emission 2050 dengan menghentikan roda perekonomian,” terangnya.

Untuk itu Stephanus menyebut, pelaku usaha konstruksi harus terus berinovasi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi agar pembangunan yang berkelanjutan, baik itu untuk lingkungan dan peningkatan perekonomian bisa terwujud. 

Baca Juga : Pelabuhan Pertamina Raih Penghargaan Green Port 

Tatalogam tengah mengembangkan produk Domus Fasttrack. Salah satu inovasi dengan teknologi canggih untuk berbagai aplikasi perumahan dan bangunan yang mulai dari desain hingga proses manufakturnya menggunakan bahan baja lapis berkualitas tinggi produksi oleh Tatalogam Lestari yang dipotong sesuai kebutuhan. 

Teknologi ini menggunakan piranti lunak yang terus diperbaharui sehingga produk yang dihasilkan hampir tidak menyisakan limbah produksi.

“Selain itu, kami juga punya inovasi genteng metal warna yang dapat meredam panas sehingga dapat meminimalisir terjadinya Urban Heat Island, dan yang terbaru yang sedang kami kembangkan yaitu teknologi, khususnya melengkapi rumah dengan talang air atau gutter yang dapat menyalurkan air hujan yang nantinya masyarakat bisa menampung air ini di rumah masing-masing,” terang Stephanus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.