Berlaku Hari Ini, Ini Manfaat I-EFTA CEPA Bagi Indonesia

Perdagangan Indonesia ke negara EFTA didominasi Swiss dengan ekspor sebesar 96% dari total ekspor Indonesia ke EFTA atau senilai US$1,07 miliar, dan impor sebesar 71% dari total impor Indonesia dari EFTA atau senilai US$358,9 juta.

Stepanus I Nyoman A. Wahyudi

1 Nov 2021 - 11.41
A-
A+
Berlaku Hari Ini, Ini Manfaat I-EFTA CEPA Bagi Indonesia

Logo blok EFTA/istimewa

Bisnis, JAKARTA — Indonesia bakal menikmat fasilitas kemudahan ekspor ke wilayah EFTA, sejalan dengan mulai diimplementasikannya kerja sama ekonomi komprehensif dengan blok tersebut mulai hari ini, Senin (1/11/2021).

Dalam kaitan itu, Kementerian Perdagangan menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 58 Tahun 2021 tentang Ketentuan Asal Barang Indonesia dan Ketentuan Penerbitan Deklarasi Asal Barang (DAB) untuk Barang Asal Indonesia dalam Indonesia–EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) atau Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan empat negara  EFTA. 

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan permendag itu bakal mulai berlaku bersamaan dengan implementasi I-EFTA CEPA pada 1 November 2021. 

“Permendag ini diterbitkan sebagai upaya Kemendag untuk memaksimalisasi pemanfaatan fasilitasi ekspor dalam babak baru hubungan Indonesia dengan negara-negara European Free Trade Association (EFTA) yang meliputi Islandia, Liechtenstein, Norwegia, dan Swiss,” kata Lutfi, Minggu (31/10/2021). 

Dengan permendag itu, kata Lutfi, kelancaran arus barang dan efektivitas pelaksanaan penerbitan DAB untuk barang asal Indonesia ke negara-negara EFTA dalam kerangka CEPA diharapkan akan makin meningkat. 

“Pemanfaatan fasilitasi ekspor melalui penggunaan DAB diharapkan dapat mendukung peningkatan akses pasar ke negara-negara EFTA,” kata Lutfi. 

Menurutnya, negara-negara EFTA merupakan tujuan ekspor nonmigas yang sangat potensial bagi Indonesia. Harapannya, setelah IE–CEPA diimplementasikan, Indonesia akan segera merasakan dampak pembukaan akses pasar ke negara EFTA.

“Persetujuan ini akan memberikan manfaat seperti peningkatan akses pasar barang dan jasa termasuk tenaga kerja, fasilitasi arus barang dan kepabeanan, akses promosi penanaman modal, pengembangan sumber daya manusia Indonesia, dan program-program kerja sama ekonomi bagi Indonesia,” tuturnya. 

Pada periode Januari–Agustus 2021, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan nonmigas dengan negara-negara EFTA sebesar US$609,8 juta.

Surplus niaga itu berasal dari ekspor Indonesia ke EFTA yang mencapai US$1,11 miliar dan impor yang berada di angka US$504,5 juta. 

Perdagangan Indonesia ke negara EFTA didominasi Swiss dengan ekspor sebesar 96% dari total ekspor Indonesia ke EFTA atau senilai US$1,07 miliar, dan impor sebesar 71% dari total impor Indonesia dari EFTA atau senilai US$358,9 juta.

Komoditas ekspor nonmigas terbesar Indonesia ke negara EFTA pada 2020 meliputi emas, perhiasan, limbah logam, serat optik, dan buldoser. Sementara, impor terbesar Indonesia dari EFTA meliputi bom dan granat, tinta untuk keperluan pencetakan, dan jam tangan.

Di sisi lain, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardhan mengatakan implementasi perjanjian perdagangan tersebut memungkinkan Indonesia memperoleh manfaat dari pemberlakuan tarif preferensi dengan menggunakan Dokumen Keterangan Asal untuk menekan biaya produksi.

Manfaat ini dapat meningkatkan daya saing industri dan menjadikan produk Indonesia lebih kompetitif sehingga berdampak pada peningkatan devisa negara.

“Pemerintah mengambil kebijakan-kebijakan strategis dan out of the box untuk menghadapi tantangan global yang penuh dengan ketidakpastian ini serta mendorong pemulihan ekonomi pasca-Covid-19,” kata Wisnu. 

GANDENG UEA

Pada perkembangan lain, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi juga menuturkan Indonesia bakal menggelar National Day di perhelatan internasional Expo 2020 Dubai.

Acara yang diselenggarakan pada 4 November 2021 di Al Wasl Plaza, Dubai, Uni Emirat Arab itu akan dihadiri Presiden Joko Widodo atau Jokowi.  

Kehadiran Jokowi saat gelaran itu dinilai untuk memperkuat partisipasi Indonesia dalam pameran berskala global sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peran aktif terhadap upaya tanggap krisis perubahan iklim lewat Konferensi Para Pihak Perubahan Iklim PBB ke-26 (COP26) yang akan berlangsung di Glasgow, Skotlandia, hingga persiapan sebagai tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 2022. 

“Selain itu, kunjungan Presiden sekaligus meneruskan diplomasi hubungan bilateral dalam Perundingan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Emirat Arab (I-UEA CEPA), yang memberi kesempatan besar bagi Indonesia untuk mendapat sorotan potensi yang lebih luas dan menjanjikan di mata dunia,” kata Lutfi. 

Jokowi bakal ditemani Penguasa de facto Uni Emirat Arab Pangeran Mohammed bin Zayed saat gelaran National Day awal November mendatang.

Sementara itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan turut meluncurkan sebuah inisiatif bertajuk Indonesia Spice Up The World, untuk mengenalkan kekayaan rempah lokal ke dunia.

Mengusung konsep Land of Diversity, perayaan National Day Indonesia juga akan menggambarkan sejarah kekayaan budaya Tanah Air di masa lalu, seraya mengenalkan potensi dan peluang keterbukaan Indonesia kepada dunia saat ini.

“Kehadiran Presiden Jokowi bersama dengan beberapa menteri terkait di ajang National Day sekaligus menjadi komitmen nyata pemerintah dalam menjaga hubungan baik dengan Uni Emirat Arab (UEA) sebagai penyelenggara Expo 2020 Dubai dan mitra penting Indonesia di Timur Tengah,” kata Lutfi. 

Pergelaran itu dirangkum dalam pertunjukan seni dan budaya yang dimeriahkan oleh para penampil terbaik Tanah Air, termasuk di antaranya penyanyi muda Tanah Air, Lyodra Ginting. National Day Indonesia akan berlangsung di Al Wasl Plaza, World Expo 2020 Dubai pada 4 November 2021, mulai pukul 18.00 waktu setempat, atau pukul 21.00 WIB. 

Melalui National Day, perhatian dunia diharapkan tertuju pada potensi perdagangan di Indonesia. Hal tersebut membuka kesempatan lebih luas bagi banyak pihak untuk menjalin hubungan strategis dalam jangka panjang di sektor perdagangan, investasi, dan pariwisata. 

“Selain itu, National Day juga ditargetkan dapat menjaring lebih banyak khalayak untuk berkunjung ke Paviliun Indonesia, yang merupakan jendela dunia dalam menyelami potensi Indonesia secara lebih mendalam,” kata dia. 

National Day ditargetkan mencetak kunjungan hingga 2,5 juta orang, atau total 10 persen dari total pengunjung Expo, Paviliun Indonesia akan menyajikan 26 tema mingguan, lebih dari 75 forum bisnis, serta 300-an jenis produk UMKM siap ekspor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Wike D. Herlinda

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.