Berniat Beli Rumah KPR? Cek Dulu Perbandingan Bunga 10 Bank Ini

Bunga KPR tidak pernah semurah sekarang. Hal ini menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk segera membeli hunian sebelum Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan.

Dionisio Damara

16 Nov 2021 - 18.36
A-
A+
Berniat Beli Rumah KPR? Cek Dulu Perbandingan Bunga 10 Bank Ini

Nasabah sedang melakulan pengajuan BNI Griya menggunakan BNI e-Form/Dokumen BNI

Bisnis, JAKARTA –Turunnya suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI 7DRR) hingga ke level 3,50 persen atau level terendahnya sepanjang sejarah telah mendorong penurunan suku bunga kredit bank, termasuk kredit pemilikan rumah (KPR).

Bahkan, dapat dikatakan KPR saat ini adalah KPR termurah yang pernah diberikan bank untuk nasabahnya. Selain bunga yang KPR yang rendah, pemerintah juga memberikan insentif lain seperti uang muka ringan hingga diskon PPN.

Merespons turunnya BI 7DRR, kalangan perbankan sepanjang tahun ini secara bertahap telah menurunkan suku bunga dasar kredit (SBDK) mereka, termasuk SBDK untuk KPR. Adapun, SBDK digunakan sebagai dasar penetapan suku bunga kredit yang akan dikenakan oleh bank kepada nasabah.

SBDK belum memperhitungkan komponen estimasi premi risiko yang besarnya tergantung dari penilaian bank terhadap risiko masing-masing debitur atau kelompok debitur. Dengan demikian, besarnya suku bunga kredit yang dikenakan kepada debitur belum tentu sama dengan SBDK.

Di sisi lain, SBDK menjadi salah satu pertimbangan bagi nasabah yang ingin memilih produk KPR. Setiap bank juga memiliki produk KPR beragam dengan berbagai fitur yang bisa dipilih nasabah.

Untuk mengetahui SBDK KPR bank pelat merah dan bank swasta salah satunya bisa melalui laman resmi masing-masing bank. Berikut besaran suku bunga dasar KPR bank November 2021:

  1. Bank Rakyat Indonesia (BBRI)

Dikutip dari laman resminya, Selasa (16/11/2021), emiten bank dengan sandi BBRI ini menetapkan SBDK KPR sebesar 7,25 persen. Adapun untuk suku bunga non-KPR ditetapkan mencapai 8,75 persen.

Sementara itu, untuk segmen korporasi, perseroan menetapkan SBDK sebesar 8 persen, sedangkan untuk kredit ritel dan mikro masing-masing mencapai 8,25 persen dan 14 persen.

  1. Bank Mandiri (BMRI)

Tak berbeda dengan BRI, Bank Mandiri juga menetapkan SBDK KPR sebesar 7,25 persen, sementara kredit non-KPR 8,75 persen.

Untuk segmen korporasi, emiten bank dengan sandi BMRI tersebut menetapkan suku bunga kredit sebesar 8 persen, sedangkan kredit ritel dan mikro mencapai 8,25 persen dan 11,25 persen.

  1. Bank Negara Indonesia (BBNI)

Berdasarkan informasi di laman resminya, Bank BNI menetapkan suku bunga kredit KPR sebesar 7,25 persen, sementara non KPR mencapai 8,75 persen.

Sementara untuk segmen korporasi, BNI menetapkan SBDK sebesar 8 persen, sedangkan kredit ritel 8,25 persen. Perseroan tercatat tidak menyediakan kredit mikro. 

  1. Bank Central Asia (BBCA)

Dikutip dari laman resminya, emiten bank dengan sandi BBCA ini menetapkan SBDK KPR sebesar 7,20 persen. Adapun untuk suku bunga non-KPR ditetapkan mencapai 5,96 persen.

Sementara itu, untuk segmen korporasi, perseroan menetapkan SBDK sebesar 7,95 persen, sedangkan untuk kredit ritel mencapai 8,20 persen.

  1. Bank Tabungan Negara (BBTN)

Tidak berbeda dengan bank pelat merah lainnya, Bank BTN menetapkan SBDK KPR sebesar 7,25 persen, sementara kredit non-KPR 8,75 persen.

Untuk segmen korporasi, emiten bank dengan sandi BMRI tersebut menetapkan suku bunga kredit sebesar 8 persen, sedangkan kredit ritel 8,25 persen. BTN tidak menyediakan kredit mikro.

  1. CIMB Niaga (BNGA)

Emiten bank dengan sandi BNGA ini menetapkan SBDK KPR sebesar 7,25 persen. Adapun untuk suku bunga non-KPR ditetapkan mencapai 8,50 persen.

Sementara itu, untuk segmen korporasi, BNGA menetapkan SBDK sebesar 9 persen, sedangkan untuk kredit ritel mencapai 9,25 persen.

  1. Bank Panin (PNBN)

Berdasarkan informasi di laman resminya, Bank Panin menetapkan suku bunga kredit KPR sebesar 8 persen, sedangkan non KPR mencapai 8,47 persen.

Sementara untuk segmen korporasi, PNBN menetapkan SBDK sebesar 8,86 persen. Adapun kredit ritel 8,50 persen dan kredit mikro mencapai 14,90 persen.

  1. OCBC NISP (NISP)

Emiten bank dengan sandi NISP ini menetapkan SBDK KPR sebesar 8,25 persen. Adapun untuk suku bunga non-KPR ditetapkan mencapai 9,80 persen.

Sementara itu, untuk segmen korporasi, perseroan menetapkan SBDK sebesar 8,75 persen, sedangkan untuk kredit ritel mencapai 9,25 persen.

  1. Bank Danamon (BDMN)

Bank Danamon menetapkan SBDK KPR sebesar 8,25 persen, sementara untuk suku bunga non-KPR mencapai 9,50 persen.

Sementara itu, untuk segmen korporasi, perseroan menetapkan SBDK sebesar 8,75  persen, sedangkan untuk kredit ritel mencapai 9,25 persen.

  1. Bank Permata (BNLI)

Dikutip dari laman resminya, emiten bank dengan sandi BNLI ini menetapkan SBDK KPR sebesar 10 persen dan untuk suku bunga non-KPR juga mencapai 10 persen.

Sementara itu, untuk segmen korporasi, perseroan menetapkan SBDK sebesar 9,60 persen, sedangkan untuk kredit ritel mencapai 10 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.