Bersalah, Changpeng Zhao Mundur sebagai CEO Binance

Binance Holdings Ltd. mengaku bersalah atas pelanggaran undang-undang anti pencucian uang AS. CEO Binance Changpeng Zhao juga mengundurkan diri dari posisinya. Binance juga bakal membayar denda terbesar.

Redaksi

22 Nov 2023 - 15.47
A-
A+
Bersalah, Changpeng Zhao Mundur sebagai CEO Binance

Mantan CEO Binance Changpeng Zhao./Istimewa

Bisnis, JAKARTA – Binance Holdings Ltd. mengaku bersalah atas pelanggaran undang-undang anti pencucian uang AS. CEO Binance Changpeng Zhao juga mengundurkan diri dari posisinya.
Melansir Reuters, Rabu (22/11/2023), Binance juga akan membayar denda senilai US$4,3 miliar atau sekitar Rp66,7 triliun  dan menyelesaikan penyelidikan selama bertahun-tahun terhadap bursa aset kripto terbesar di dunia ini. Zhao sendiri juga harus membayar denda senilai US$50 juta.

Jaksa penuntut umum AS mengatakan denda ini menjadi salah satu denda terbesar terhadap perusahaan dalam sejarah AS.

Ini adalah pukulan lain bagi industri kripto yang telah dilanda investigasi dan terjadi setelah kasus penipuan baru-baru ini terhadap pendiri FTX Sam Bankman-Fried.

Departemen Kehakiman AS mengatakan Binance melanggar UU  anti pencucian uang AS setelah tidak dapat melaporkan lebih dari 100.000 transaksi mencurigakan yang diduga terkait Hamas. Selain itu transaksi tersebut juga diduga dilakukan oleh organisasi teroris seperti Al Qaeda dan ISIS.

Departemen juga mengatakan Binance juga tidak pernah melaporkan transaksi dengan situs web yang ditujukan untuk menjual materi pelecehan seksual anak dan merupakan salah satu penerima terbesar hasil ransomware.

Jaksa Agung AS Merrick Garland mengatakan Binance memfasilitasi para penjahat untuk memindahkan dana curian dan hasil haram mereka di bursa aset kripto.

"Binance juga tidak hanya gagal mematuhi hukum federal. Mereka berpura-pura mematuhinya,” ungkap Garland seperti dikutip Reuters, Rabu (22/11/2023).

Sejumlah dakwaan pidana maupun perdata terkait dengan praktik yang dilaporkan pertama kali pada tahun 2022.


Departemen Kehakiman AS, yang menegosiasikan penyelesaian dengan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi (CFTC) dan Departemen Keuangan, menuntut hukuman penjara 18 bulan untuk Zhao.

Mantan kepala kepatuhan Binance Samuel Lim didakwa oleh CFTC. Baik Lim maupun pengacaranya belum memberikan komentar terkait dakwaan tersebut.

Binance akan membayar US$1,81 miliar dalam waktu 15 bulan, dan penyitaan aset lebih lanjut sebesar US$2,51 miliar sebagai bagian dari kesepakatan.

Zhao, seorang miliarder yang lahir di China dan pindah ke Kanada pada usia 12 tahun, mengaku bersalah di pengadilan Seattle pada hari Selasa sore.

Melalui akun X (Twitter)-nya, Zhao juga mengumumkan pengunduran diri sebagai CEO Binance.

"Harus diakui, tidak mudah untuk melepaskannya secara emosional. Tetapi saya tahu ini adalah hal yang benar untuk dilakukan. Saya membuat kesalahan, dan saya harus bertanggung jawab. Ini yang terbaik untuk komunitas kita, untuk Binance, dan untuk diri saya sendiri,” tulis Zhao di X.

Baca Juga : Sam Altman Kembali Pegang Kendali OpenAI Setelah Didepak 

ZHAO MUNDUR

Departemen Kehakiman AS menyebutkan Zhao mengaku bersalah karena gagal mempertahankan program anti pencucian uang yang efektif, dan dia telah mengundurkan diri dari posisinya sebagai CEO.

Menjadi seorang pebisnis kelahiran China, investor dan perancang perangkat lunak, Zhao adalah salah satu pendiri Binance, bursa mata uang kripto terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan per Juli 2022.

Melansir Bloomberg Billionaires Index, Zhao masuk dalam deretan orang terkaya di dunia nomor 136 dengan kekayaan mencapai US$13,6 miliar per Desember 2022. 

Pria yang lahir di Lianyungang, Jiangsu, China itu bermigrasi ke Kanada bersama keluarganya pada saat usianya baru 12 tahun dan menetap di Vancouver, British Columbia.  

Baca Juga : Suku Bunga BI Bertahan di Level Atas 

Selama masa remajanya di Kanada, Zhao membantu menghidupi keluarganya dengan melakukan sejumlah pekerjaan di bidang jasa, termasuk bekerja sebagai pegawai makanan cepat saji di restoran McDonald's dan pom bensin.

Zhao sempat menempuh pendidikan sarjana di Universitas McGill di Montreal, Quebec, di mana dia mengambil jurusan ilmu komputer.

Setelah lulus dari McGill, Zhao terpilih untuk magang di Tokyo bekerja di subkontraktor Bursa Efek Tokyo, mengembangkan perangkat lunak untuk mencocokkan pesanan perdagangan. Dia kemudian bekerja penuh waktu selama empat tahun di Bloomberg Tradebook di mana dia menjadi pengembang perangkat lunak perdagangan berjangka.

Pada Juni 2023, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengatakan pihaknya menggugat Zhao dan Binance atas 13 dakwaan atas dugaan pelanggaran aturan sekuritas AS. Hingga akhirnya pada November 2023, Zhao setuju untuk mengundurkan diri dari Binance dan membayar denda US$50 juta sebagai bagian dari pengakuan bersalah atas tuntutan federal AS.  

Binance juga setuju untuk mengaku bersalah, dan membayar denda sebesar US$4,3 miliar. Kini posisi Zhao di Binance akan digantikan oleh Richard Teng.(Aprianto Cahyo Nugroho, Mutiara Nabila)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.