Berstatus Unicorn, Bagaimana Xendit Bangun Pembayaran Digital?

Xendit memulai bisnis di Indonesia disaat ekosistem pembayaran digital belum terlalu kuat.

Jaffry Prabu Prakoso

27 Jan 2023 - 19.35
A-
A+
Berstatus Unicorn, Bagaimana Xendit Bangun Pembayaran Digital?

Bisnis, JAKARTA — Perusahaan financial technology (fintech) berkembang pesat di Indonesia belakangan ini. Meski begitu, saat awal memulai diperlukan perjuangan yang sulit.

Chief Operating Officer dan Co-Founder Xendit Tessa Wijaya pun berkisah terkait awal mula dirinya membangun perusahaan pembayaran digital (digital payment). Dia mengaku awalnya melihat peluang soal pembayaran digital dengan berkembangan teknologi. 

Dia kemudian mengingatkan soal awal mula Gojek yang hanya bisa diorder melalui SMS dan telepon hingga sekarang semakin besar. 

“Saya melihat peluang di sana. Saya percaya bahwa teknologi akan mengubah dunia. Saya pikir itu yang mendasari saya memulai [bisnis] pembayaran digital,” kata Tessa dalam acara Saratoga Investment Summit 2023, Kamis (26/1/2023). 

Tessa juga melihat bahwa pembayaran melalui telepon genggam saat itu masih sangat sulit. Hal tersebut mendasarinya untuk membuat platform pembayaran digital di Indonesia. 

Dia kemudian mulai mengembangkan informasi terkait pembayaran digital. Selain itu, meksipun tumbuh di luar negeri, dia mengaku ingin melakukan sesuatu untuk negaranya. 

Baca juga: KoinWorks Afiliasi BPR Asri Cikupa Karya Diakuisi Pendiri

“Saya ingin kembali dan berdampak penuh untuk negara ini. Jadi kenapa tidak menjadi pelopor [penbayaran digital], dan lihat kami di sini hari ini,” katanya. 

Xendit merupakan perusahaan yang bergerak di bidang payment gateway. Perusahaan ini berdiri sejak 24 Juni 2016. 

Xendit menyediakan berbagai macam fitur penerimaan pembayaran. Untuk penerimaan pembayaran Xendit memiliki layanan penerimaan pembayaran seperti virtual account, kartu kredit, retail outlet, dompet elektronik, dan uang elektronik. Xendit kini telah menyandang status sebagai unicorn pada 2021.

Transaksi DANA di Xendit Tembus Rp6,3 Triliun 

Xendit menyampaikan bahwa total transaksi menggunakan dompet digital DANA mencapai Rp6,3 triliun sepanjang 2022.

Baca juga: Fintech India dan Indonesia Menolak Padam

Managing Director Xendit Mikiko Steven mengatakan DANA merupakan salah satu pilihan utama merchant Xendit untuk produk uang elektronik dan telah dipakai oleh merchant, terutama di industri financial services, gaming, hingga telekomunikasi.

Mikiko menyatakan bahwa Xendit dan DANA telah bermitra sejak 2019 dengan transaksi tahunan sebesar Rp6,3 triliun di tahun 2022.

Saat ini, Mikiko menyatakan bahwa Xendit memproses lebih dari Rp500 miliar per bulan melalui kanal uang elektronik, QRIS, dan disbursement DANA.


Siluet warga melakukan transaksi melalui aplikasi DANA di Jakarta. Bisnis/Arief Hermawan P


Pada periode 2022, jumlah volume transaksi uang elektronik DANA di Xendit tumbuh 6,8 kali lipat dibandingkan periode 2021. Jika dirinci, volume transaksi uang elektronik tersebut mencapai Rp4,05 triliun pada 2022, atau melesat 588 persen secara tahunan dari periode 2021 yang hanya membukukan nilai sebesar Rp589 miliar.

"Volume transaksi produk uang elektronik DANA di Xendit naik 64 persen dibandingkan dengan produk DANA lainnya di tahun 2022," kata Mikiko dalam Media Gathering di DANA Indonesia Office Jakarta, Rabu (25/1/2023). (Pernita Hestin Untari dan Rika Anggraeni)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.