Free

BI Tahan Suku Bunga pada RDG Mei untuk Kawal Rupiah

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Rabu (22/5/2024). Hal itu dilakukan untuk menjaga stabilitas rupiah dan menghalau risiko ekonomi global.

Annasa Rizki Kamalina & Maria Elena

22 Mei 2024 - 14.56
A-
A+
BI Tahan Suku Bunga pada RDG Mei untuk Kawal Rupiah

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan saat konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur di Jakarta, Rabu (20/3/2024). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis, JAKARTA - Bank Indonesia kembali mempertahankan suku bunga acuan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan menahan risiko global. 

Hal itu disampaikan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Rabu (22/5/2024). Suku bunga ditahan di level 6,25% setelah  dinaikkan secara mengejutkan sebesar 25 basis poin pada pertemuan pada April.

Perry mengatakan kenaikan suku bunga ini untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya risiko global serta sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap dalam sasaran 2,5±1% pada 2024 dan 2025.

Langkah tersebut sesuai dengan konsensus 38 ekonom Bloomberg karena bank sentral masih mempertimbangkan kinerja rupiah hingga inflasi yang terjadi saat ini.  


"Meredanya tekanan eksternal terhadap rupiah dan terkendalinya ekspektasi inflasi ke depan tetap dalam koridor 1,5-3,5% menjadi dasar pertimbangan utama BI," tutur Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) Ryan Kiryanto dalam keterangan resmi.

Pada saat yang sama, Pejabat Federal Reserve atau The Fed masih menunjukkan sinyal tidak terburu-buru memangkas suku bunga kebijakan FFR meskipun laju inflasi melemah.

Namun, sentimen babak baru perang dagang antara Amerika Serikat dengan China dengan kenaikan tarif impor barang dari China perlu dicermati dampaknya. 

Chief Economist PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) Banjaran Surya Indrastomo mengatakan probabilitas bagi BI untuk melakukan pelonggaran suku bunga lebih terbuka pada kuartal pertama 2025.

“BI Rate masih tetap, mengingat volatilitas global masih ada, risiko imported inflation, dan efek positif dari kenaikan [BI Rate] sebelumnya terhadap rupiah dan aliran dana masuk,” katanya pada Selasa.

Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk. (BNLI) Josua Pardede meyakini BI akan menentukan kebijakan sesuai dengan langkah The Fed. BI Bank sentral akan mempertahankan BI Rate di level saat ini di 6,25% hingga akhir 2024. Hal ini menunjukkan bahwa kemungkinan penurunan suku bunga akan terbuka pada tahun 2025. 

“Kami memperkirakan bahwa BI hanya akan menurunkan BI Rate setelah The Fed mulai menurunkan suku bunga kebijakannya,” tuturnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Nindya Aldila

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.