BIBC 2023: Dibayangi Resesi, BNI Siap Jaga Performa Kinerja

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) melanjutkan komitmen transformasi dan menjaga performa di tengah ancaman resesi global.

Asteria Desi Kartikasari

16 Des 2022 - 00.18
A-
A+
BIBC 2023:  Dibayangi Resesi, BNI Siap Jaga Performa Kinerja

Layar menampilkan Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Royke Tumilaar saat memberi pemaparan dalam acara Bisnis Indonesia Business Challenge 2023 bertema Momentum Konsolidasi Ekonomi dan Politik di Jakarta, Kamis (15/12). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis, JAKARTA— PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) berkomitmen melanjutkan transformasi di tengah ancaman perlambatan ekonomi global pada 2023.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan bahwa transformasi perseroan sudah berjalan sejak dua tahun lalu, dan akan terus berlanjut pada tahun depan. Langkah ini ditempuh untuk memosisikan BNI sebagai bank yang lebih kompetitif.

“Contohnya, kami digitalisasi bukan hanya di produk melainkan juga proses. Ini akan membantu operating cost kami akan terkendali dengan baik,” ujarnya dalam acara Bisnis Indonesia Business Challenges (BIBC) 2023, Kamis (15/12/2022).

Royke juga menyatakan bahwa emiten bersandi saham BBNI juga akan tetap melakukan investasi pada tahun depan, khususnya di bidang teknologi informasi atau IT. Alokasi dari investasi tersebut juga akan menyasar penguatan keamanan siber.

Baca Juga: BIBC 2023: Bank Perlu Tingkatkan Pencadangan Antisipasi Resesi

Untuk menjaga performa perseroan hingga tahun depan, BBNI sejauh ini mampu memperkuat modal. Sampai dengan kuartal III/2022, perseroan membukukan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) di level 18,9 persen.

“Dalam situasi ketidakpastian pada tahun depan, kami cukup optimistis bahwa kami siap secara fundamental, bottom line juga cukup bagus, dan kami melihat banyak peluang yang mungkin bisa diambil dalam situasi yang penuh tantangan,” kata Royke.

Selain itu, dia menambahkan bahwa tingkat likuiditas akan menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan pada 2023. Menurut Royke, dengan pengelolaan likuiditas secara baik, bank akan memiliki banyak peluang baik dari sisi kredit organic maupun anorganik.

Baca Juga: BIBC 2023: RI Kuat, Jangan Takut Ancaman Resesi Global 2023

Pada kesempatan yang sama, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah menyiapkan langkah-langkah proaktif dalam upaya menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, di tengah ancaman resesi global yang kemungkinan besar terjadi pada tahun depan.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara menyampaikan bahwa otoritas telah menyiapkan beberapa regulasi untuk menjaga stabilitas keuangan nasional, di antaranya kebijakan stimulus terkait dengan restrukturisasi kredit pembiayaan kepada UMKM.

Di samping itu, OJK juga mengimbau kepada lembaga jasa keuangan untuk terus memperkuat permodalan, antara lain dengan memerhatikan kebijakan pembagian dividen, serta menyesuaikan pencadangan ke level yang lebih memadai. (Dionisio Damara)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Asteria Desi Kartikasari

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.