Bikin Canggih Ventilator ICU, Stechoq Indonesia Gandeng Pabrikan Belanda

PT Stechoq Robotika Indonesia akan menggunakan engine turbin dari perusahaan asal Belanda Demcon Macawi demi memperkuat daya saing produknya di pasar ekspor.

Fatkhul Maskur

4 Feb 2024 - 20.00
A-
A+
Bikin Canggih Ventilator ICU, Stechoq Indonesia Gandeng Pabrikan Belanda

Ventilator merupakan mesin yang berfungsi menunjang atau membantu pernafasan. Foto Stechoq

Bisnis, JAKARTA-PT Stechoq Robotika Indonesia akan menggunakan engine turbin dari perusahaan asal Belanda Demcon Macawi demi memperkuat daya saing produknya di pasar ekspor.

PT Stechoq Robotika Indonesia merupakan perusahaan riset dan manufaktur produk teknologi yang berbasis di Sleman, Yogyakarta. Salah satu produknya adalah ventilator darurat.

Adapun Demcon Macawi adalah perusahaan riset dan manufaktur engine turbin sebagai komponen utama dari ventilator. Mengembangkan bisnisnya sejak 10 tahun lalu, Demcon telah memproduksi 4.000 unit engine turbin ventilator per tahun.

“Stechoq Robotika Indonesia memutuskan untuk berinvestasi menggunakan engine turbin dari Demcon Macawi. Pada saat pengembangannya, Stechoq didampingi secara intens untuk transfer of technology oleh Demcon Macawi,” ujar CEO PT Stechoq Robotika Indonesia, Malik Khidir, Minggu (4/2/2024).

Dengan demikian, produk ventilator emergency buatan lokal akan dapat meningkat kualitasnya dan bisa bersaing di pasar internasional.

Ventilator merupakan mesin yang berfungsi menunjang atau membantu pernafasan. Ventilator seringkali dibutuhkan oleh pasien yang tidak dapat bernapas sendiri, baik karena suatu penyakit atau karena cidera serius.

Saat ini, ventilator Stechoq telah mendapatkan Sertifikasi Performa dari BPFK Surabaya, dan Izin Etik untuk uji klinis diberikan oleh RS dr Sardjito.

Stechoq juga mengantongi Izin Penyalur Alat Kesehatan yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan.

Senior Business Developer Demcon Macawi Ton van Oort menyampaikan, engine turbin produksi perusahaannya merupakan teknologi tinggi pada pengembangan ventilator, dan telah banyak digunakan oleh perusahaan ventilator di seluruh dunia.

“Kami mengapresiasi kinerja engineer Stechoq Robotika Indonesia yang dengan cepat dapat menyelesaikan riset ventilator emergency ini," ungkapnya.

Menurutnya, banyak perusahaan lain yang membutuhkan waktu lama dalam pengembangan ventilator, sedangkan Stechoq hanya dengan waktu 2 pekan saja, dan ini adalah yang tercepat di dunia.


Industri dalam negeri telah mampu menghasilkan alat bantu pernafasan, termasuk ventilator. Meski demikian, neraca perdagangan alat kesehatan Indonesia masih mengalami bengkak defisit.

Berdasarkan data BPS, ekspor alat bantu pernafasan, alat mekano-terapi, alat pijat, tes bakat psikologis; terapi ozon, terapi oksigen, terapi aerosol (kode HS 9019) cukup besar dan cenderung meningkat.

Pada 2023, ekspor produk alkes berkode HS 9019 itu mencapai US$121,32 juta, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya senilai US$83,56 juta

Indonesia mulai mencatatkan ekspor ventilator invasif pada 2023 senilai US$224.760, dan venilator noninvasif US$274.080.

Stechoq Robotika digadang mampu meningkatkan perfoma ekspor ventilator Indonesia.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.