Bisnis Perjalanan Diproyeksi Pulih Penuh 2024

Gangguan pada bisnis perjalanan masih berlangsung tahun ini karena tingkat vaksinasi yang tidak merata dan permasalahan rantai pasok.

Nindya Aldila
Nov 18, 2021 - 8:21 AM
A-
A+
Bisnis Perjalanan Diproyeksi Pulih Penuh 2024

Maskapai penerbangan Inggris, British Airways/Antara-theconversation.com

Bisnis, JAKARTA – Bisnis perjalanan diperkirakan baru pulih penuh pada 2024 setelah anjlok 21% tahun lalu menjadi US$754 miliar akibat pandemi Covid-19.

Global Business Travel Association melihat gangguan pada bisnis perjalanan masih berlangsung tahun ini karena tingkat vaksinasi yang tidak merata dan permasalahan rantai pasok.

Perlambatan industri ini juga terjadi seiring dengan sulitnya perusahaan maskapai bertahan menghadapi tekanan pandemi Covid-19.

Dilansir CNBC International, asosiasi itu memperkirakan nilai bisnis perjalanan tahun depan akan mencapai US$1 triliun atau tumbuh 37%.

Adapun, belanja industri perjalanan global anjlok hingga 54% menjadi US$661 miliar pada 2020, dari US$1,4 triliun pada 2019. China dan Amerika Serikat diperkirakan akan memimpin bisnis perjalanan pada tahun ini dengan pertumbuhan mencapai 30%.

Sebelumnya, dikutip Bisnis.com dari Bloomberg, sejumlah korporasi besar di Asia, Amerika, dan Eropa memangkas alokasi belanja perjalanan dinas hingga 84%.

Sebuah survei yang dilakukan oleh Bloomberg kepada 45 perusahaan menunjukkan mereka memotong sekitar 20%-40% anggaran perjalanan mereka dan dua pertiganya memangkas, baik pertemuan langsung dan tidak langsung. Pemangkasan tersebut dilatarbelakangi oleh alasan efisiensi yang ditawarkan perangkat lunak virtual, penghematan biaya, dan pengurangan emisi karbon.

Berdasarkan estimasi Global Business Travel Association, anggaran perjalanan bisnis akan menurun menjadi US$1,24 triliun pada 2024 dibandingkan sebelum puncak pandemi pada 2019 yang mencapai US$1,43 triliun.

Thierry Vanlancker, Chief Executive Officer Akzo Nobel NV, produsen cat terbesar di Eropa, mengatakan perjalanan bisnis bisa turun sepertiga, terlebih untuk pertemuan internal. Dia membiarkan salah satu stafnya melakukan pengawasan di 124 pabrik melalui sambungan virtual, padahal dulu harus dilakukan dengan melintasi dunia.

"Ini hal yang baik untuk kantong kami dan membantu target keberlanjutan kami," katanya.

Editor: Sri Mas Sari

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar