Bocoran ‘Groundbreaking’ Tahap 6 IKN, Masih Belum Ada dari Asing

Salah satu sektor korporasi yang akan menyuntikkan modalnya di IKN pada ‘groundbreaking’ tahap 6 masih berasal dari industri keuangan.

Alifian Asmaaysi

4 Mar 2024 - 20.12
A-
A+
Bocoran ‘Groundbreaking’ Tahap 6 IKN, Masih Belum Ada dari Asing

Maket hunian IKN

Bisnis, JAKARTA – Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengungkapkan groundbreaking investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) akan dilanjutkan usai Hari Raya Idulfitri 2024.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN, Agung Wicaksono, menjelaskan bahwa groundbreaking IKN tahap 6 tidak digelar pada April 2024, melainkan akan diselenggarakan pada Mei 2024.

"Mei 2024 kemungkinan groundbreaking tahap 6 setelah lebaran," kata Agung kepada Bisnis, Senin (4/3/2024).

Agung memberi sedikit bocoran. Salah satu sektor korporasi yang akan menyuntikkan modalnya di IKN pada groundbreaking tahap 6 masih berasal dari industri keuangan.

Baca juga: China dan Malaysia Bakal Tanam Investasi Rp40 Triliun di IKN Nusantara

Sementara itu, khusus untuk foreign direct investment (FDI) atau investasi asing langsung masih belum akan dilakukan pada groundbreaking IKN tahap 6.

"Next groundbreaking masih fokus sektor tertentu, seperti kemarin perbankan, selanjutnya akan sektor lainnya lagi untuk membangun ekosistem," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Agung menjelaskan bahwa akan ada delapan investor dari dalam dan luar negeri yang siap membangun hunian di IKN pada tahun ini.

Nilai investasinya disebut mencapai Rp45 triliun. Sedangkan pada saat ini, rencana investasi pada sektor hunian untuk ASN itu telah rampung melakukan studi kelayakan dan tengah di valuasi oleh Kementetian Keuangan (Kemenkeu).



Dalam penjelasannya, Agung menambahkan bahwa nilai investasi Rp45 triliun baru mencakup biaya konstruksi. Dengan demikian, mempertimbangkan perhitungan biaya operasional, maka investasi pada sektor hunian itu diproyeksi lebih dari Rp45 triliun.

Mengacu pada paparan yang dibagikan, investor yang siap menggarap hunian ASN tersebut berasal dari dalam dan luar negeri. Beberapa di antaranya yakni China, Malaysia, dan Indonesia.

Berdasarkan catatan Bisnis, salah satu perusahaan asal China yakni Citic Construction yang tergabung dalam Konsorsium Nusantara bersama dengan PT Risjadson Brunsfield Nusantara akan membangun sebanyak 60 tower rusun untuk Kementerian Pertahanan dan Keamanan.

Adapun, konsorsium Nusantara tersebut dilaporkan berkomitmen membangun 60 tower rusun dengan nilai investasi sebesar Rp30,8 triliun.

Baca juga: Groundbreaking Tahap 6 IKN Dilaksanakan Usai Lebaran, Apa Saja Proyeknya?

Selanjutnya, perusahaan properti asal Malaysia yakni IJM Corporation Berhad juga diketahui bakal membangun 20 tower hunian ASN di IKN dan Maxim Properties akan membangun 10 tower hunian ASN.

Belum diketahui pasti berapa nilai investasi yang disuntik dari dua perusahaan properti asal Malaysia tersebut.

Sementara itu, untuk badan usaha dalam negeri yang telah tercatat bakal menggarap proyek rusun ASN itu di antaranya, Summarecon (6 tower), Triniti Land (8 tower), Nindya Karya (8 tower), Intiland (41 tower rusun dan 109 unit rumah tapak), serta Ciputra (10 tower rusun dan 20 unit rumah tapak).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.