Bola Panas BBM Subsidi

Pemerintah sangat mementingkan stabilitas konsumsi. Jika pun ekonomi jatuh atau kolaps, model subsidi BBM saat ini akan selalu dijaga oleh pemerintah guna mengiringi dampak countercyclical pada sisi konsumsi.

Ibeth Nurbaiti

23 Jul 2022 - 09.30
A-
A+
Bola Panas BBM Subsidi

Pengendara mengisi bahan bakar di salah satu SPBU di Jakarta. Pemerintah tengah mengkaji penerapan bea cukai untuk komoditas bahan bakar minyak (BBM)./JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis, JAKARTA — Di tengah tren kenaikan harga minyak mentah dunia, subsidi energi terutama untuk bahan bakar minyak (BBM) akan selalu menjadi isu panas yang membuat pemerintah berada dalam dilema. 

Di satu sisi, kebijakan subsidi selama ini bisa dibilang cukup berhasil menjaga daya beli masyarakat. Di sisi lain, pemberian subsidi yang terus-menerus apalagi dengan tren peningkatan, tentunya berdampak tidak sehat bagi keuangan negara. 

Untuk itu, pemerintah perlu segera mengambil keputusan, apakah akan menambah kuota atau melakukan pembatasan pembelian BBM bersubsidi. PT Pertamina (Persero) sebagai badan usaha yang diberi penugasan oleh pemerintah untuk menyalurkan BBM bersubsidi, secara inisiatif telah melakukan pendataan kendaraan yang mengonsumsi Pertalite dan Solar.

Baca juga: Dampak Pembatasan Pembelian Pertalite dan Solar Bersubsidi

Editor: Ibeth Nurbaiti
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan Login Di Sini

Kembali ke Atas
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.