BPJS Kesehatan Siapkan Tambahan Klaim Rp30 Triliun pada 2023

BPJS Kesehatan memproyeksikan kenaikan klaim hingga Rp30 triliun pada tahun ini sehingga dengan proyeksi ini total klaim dibayar menjadi Rp150 triliun.

Pernita Hestin Untari

8 Nov 2023 - 20.45
A-
A+
BPJS Kesehatan Siapkan Tambahan Klaim Rp30 Triliun pada 2023

BPJS Kesehatan mencatat cakupan kepesertaan jaminan kesehatan secara nasional mencapai 95,7% atau lebih 264 juta jiwa dari jumlah penduduk Indonesia. Ditargetkan cakupan kepesertaan sebesar 98% dari jumlah penduduk Indonesia pada 2024. Bisnis/Abdurachman

Bisnis, JAKARTA — Biaya yang harus dibayarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ke fasilitas kesehatan (faskes) meningkat pada tahun ini. 

Bahkan Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron mengungkap kenaikannya mencapai Rp30 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnnya. 

“Tadi yang dibilang ada kenaikan inflasi [kesehatan], BPJS Kesehatan tahun ini membayar tambahannya saja ke faskes, lebih dari Rp30 triliun untuk tahun ini,” kata Ghufron di sela acara peluncuran PRUPriority Hospitals di Jakarta, Selasa (7/11/2023). 

Baca juga: Tantangan dan Peluang Industri Asuransi Jiwa pada 2024

Ghufron menyebut BPJS Kesehatan membayar ke faskes sampai Rp113 triliun pada 2022. Dengan kenaikan Rp30 triliun, artinya badan publik tersebut membayar hampir Rp150 triliun ke faskes. BPJS Kesehatan telah bekerjasama dengan lebih dari 3.000 rumah sakit dan lebih dari 23.000 puskesmas dan klinik. 


Karyawan melayani peserta di salah satu kantor cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Jakarta. Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Kenaikan biaya ke faskes tidak terlepas dari penyesuaian tarif fasilitas kesehatan melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 3 Tahun 2023 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Penyelenggaraan Program JKN. 

Pemerintah melalui Permenkes Nomor 3 Tahun 2023 tersebut berharap adanya peningkatan mutu layanan untuk peserta JKN. Selain menaikan tarif kapitasi dan nonkapitasi, aturan baru tersebut memperluas cakupan skrining kesehatan. 

Baca juga: Dampak Suku Bunga Tinggi bagi Industri Asuransi di Indonesia

Hal tersebut dimaksudkan untuk memastikan tidak bertambahnya penyakit yang berdampak atas trofik ke depan yang dapat membebani dalam pembiayaan pelayanan kesehatan. Selain itu, mendukung perkembangan kebijakan kebutuhan dasar kesehatan untuk peningkatan upaya promotif preventif dan layanan kualitas layanan bagi peserta. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.