BPS: Impor Jagung 2023 Meroket 363%

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, impor komoditas jagung sepanjang 2023 meroket 363% menjadi 1,24 juta ton, mengakibatkan devisa keluar untuk bahan pangan dan pakan ini membengkak.

Nanda Silvia Okti

20 Feb 2024 - 18.48
A-
A+
BPS: Impor Jagung 2023 Meroket 363%

Petani merontokkan biji jagung untuk bahan baku pakan ternak di daerah Wanaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat. - Foto Bisnis.com-Rachman

Bisnis, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, impor komoditas jagung sepanjang 2023 meroket 363% menjadi 1,24 juta ton, mengakibatkan devisa keluar untuk bahan pangan dan pakan ini membengkak. 

Setidaknya, importasi jagung telah meningkat ke puncak tertinggi sejak 5 tahun terakhir.

BPS memerinci, importasi jagung sepanjang tahun lalu mencakup jagung benih, popcorn alias jagung pipilan, jagung selain biji yang layak untuk bahan pangan, serta jagung selain biji yang tidak digunakan untuk bahan pangan. 

Data menunjukan benih jagung pada 2023 sebesar 354 ton naik 117% dari tahun sebelumnya yang hanya 163 ton.  

Sedangkan impor popcorn alias jagung pipilan menurun 30% dari 12.001 ton menjadi hanya 8.439 ton. Hal yang sama dialami oleh impor biji jagung untuk kebutuhan nonpangan, yang mana pada tahun lalu impornya turun 53% menjadi hanya 120.141  juta ton.

Meski dua jenis komoditas jagung tersebut mengalami penurunan impor, volume importasi secara keseluruhan tetap melejit. Hal ini lantaran ada satu jenis komoditas baru yang didatangkan dari luar negeri dengan jumlah yang sangat besar, yaitu jagung selain biji yang layak pangan.

Impor jenis jagung tersebut pada tahun lalu mencapai  1.11 juta ton.

Seiring dengan melejitnya volume importasi jagung sepanjang tahun, nilai pengapalan masuk komoditas yang digunakan untuk bahan pangan dan bahan pakan tersebut juga melejit 290% menjadi US$367,79 juta.

Baca Juga : 

Pabrik Pati Jagung Cargill Beroperasi Bahan Baku Jadi Tantangan

Berdasarkan catatan Bisnis.com, Rabu (11/10/2023), Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyetujui impor jagung pakan sebanyak 500.000 ton. 

Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Plt. Menteri Pertanian, Arief Prasetyo Adi berujar impor sebagai langkah strategis menstabilkan harga jagung pakan di tingkat peternak. 

Menyitir Panel Harga Pangan, harga rata-rata nasional jagung tingkat peternak pada 12 Oktober tercatat di Rp7.000 per kg. Harga jagung di tingkat peternak tersebut telah melampaui HAP (Harga Acuan Penjualan). 

Adapun HAP di tingkat konsumen untuk pengguna jagung sebagai pakan ternak di industri pakan ternak dan/atau peternak di harga Rp 5.000 per kilogram sebagaimana diatur dalam Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) No.5/2022.  (Dwi Rachmawati)


 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.