BRGM Pacu Kejar Target Penanaman Mangrove

Lokasi penanaman bibit mangrove yang telah selesai di antaranya di Kelurahan Sedanau dan Desa Pian Tengah, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna Kepulauan Riau.

Zufrizal

10 Des 2021 - 08.11
A-
A+
BRGM Pacu Kejar Target Penanaman Mangrove

Hutan mangrove.-Sumber: KKP

Bisnis, JAKARTA — Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) menjelang akhir tahun terus menggiatkan penanaman mangrove untuk mencapai target rehabilitasi yang sudah ditetapkan pemerintah.

Kepala Kelompok Kerja Kerjasama, Hukum dan Hubungan Masyarakat BRGM Didy Wurjanto mengatakan bahwa melalui BRGM, pemerintah mencanangkan untuk merehabilitasi 600.000 hektare ekosistem mangrove kritis sampai 2024, sedangkan 2021 ditargetkan 34.000 hektare.

Sementara itu, provinsi target rehabilitasi yakni Sumatra Utara, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua, dan Papua Barat.

"Untuk lokasi penanaman bibit yang belum selesai upaya penanaman mangrove terus kita tingkatkan untuk mencapai target yang sudah ditetapkan. Kami apresiasi sekali bagi masyarakat yang sudah selesai penanaman," ujarnya melalui keterangan tertulis seperti dikutip Antara, Jumat (10/12/2021.

Didy mengungkapkan bahwa lokasi penanaman bibit mangrove yang telah selesai di antaranya di Kelurahan Sedanau dan Desa Pian Tengah, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna Kepulauan Riau.

Kekayaan Mangrove Indonesia

Luasan penanaman bibit mangrove di Kelurahan Sedanau 110 hektare yang dikerjakan oleh Kelompok Tani Embun Sementeh dan Kelompok Tani Harapan, sedangkan di Desa Pian Tengah, dilaksanakan oleh Kelompok Tani Mitra dengan areal penanaman seluas 60 hektare.

Dia mengatakan bahwa rehabilitasi mangrove BRGM itu tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama di tengah adanya pandemi Covid-19, yang tidak hanya memengaruhi ekonomi Indonesia, tapi juga dunia.

Selain itu, penanaman mangrove ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi ekologi mangrove, di antaranya untuk mencegah terjadinya intrusi air laut, mencegah terjadinya abrasi, terutama di wilayah kepulauan, dan kembalinya mangrove sebagai tempat pemijahan biota laut.

Ketua Kelompok Tani Harapan Hafizun mengatakan bahwa lokasi penanaman bibit mangrove di Kabupaten Natuna berada di bibir laut langsung sehingga menimbulkan permasalahan karena tingginya ombak laut dan angin kencang langsung ke pantai akibatnya, bibit mangrove yang ditanam rusak.

“Jadinya, kami membangun pagar untuk melindungi bibit mangrove yang ditanam agar tidak tumbang karena ombak dan angin laut,” ujar Hafizun seraya menambahkan kelompoknya berhasil merampungkan penanaman bibit mangrove di akhir November lalu.

Sementara itu Kelompok Tani Embun Sementeh yang diketuai oleh Maspian melakukan penanaman mangrove pada malam hari, mengingat lokasi penanaman adalah areal pasang surut di mana surutnya pada malam hari.

Ketua Kelompok Tani Mitra Hendra Winarishan mengatakan di Desa Pian Tengah, areal penanaman bibit mangrove 60 hektare membutuhkan sekitar 200.000 bibit mangrove sehingga menjadi kendala dalam penanaman mangrove di wilayah target kelompoknya.

"Kami akhirnya beli dari masyarakat langsung, harganya Rp500 per bibitnya” ujar Hendra yang mulai melakukan penanaman pada Maret 2021.

Editor: Zufrizal

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.