BRI Life Catat Laba Unaudited Naik 55,5% Sepanjang 2023

Kinerja asuransi jiwa dari BRI Life terbilang cukup cemerlang sepanjang 2023. Laba bersih perseroan berhasil meningkat lebih dari setengahnya dibandingkan dengan 2022.

Rinaldi Azka

28 Feb 2024 - 07.35
A-
A+
BRI Life Catat Laba Unaudited Naik 55,5% Sepanjang 2023

Ilustrasi BRI Life./Istimewa

Bisnis, JAKARTA - Perusahaan asuransi grup BRI, PT Asuransi BRI Life mencatatkan pertumbuhan positif laba tahun berjalan yang belum diaudit sebesar Rp535,2 miliar sepanjang 2023, meningkat 55,5% secara Year-on-Year (YoY) dibandingkan dengan 2022 yang tercatat Rp344,3 miliar.

Asuransi BRI Life adalah anak perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang merupakan salah satu lembaga keuangan terbesar dan terpercaya di Indonesia, sangat concern terhadap prinsip kehati-hatian pengelolaan usaha perusahaan, khususnya dari aspek underwriting dan tata kelola investasi.

Direktur Keuangan Lim Chet Ming mengatakan BRI Life senantiasa mengedepankan kepentingan pemegang polis dalam menjalankan bisnisnya, termasuk dalam hal penempatan investasi. 

Tercatat, Total aset sampai dengan Desember 2023 mengalami pertumbuhan sebesar 9,8% dari Rp21,5 triliun pada 2022 menjadi Rp23,6 triliun pada 2023. Peningkatan ini equivalent dengan total investasi yang bertumbuh.

“Total aset yang mencatat peningkatan sebesar 9,8% dihasilkan dari penempatan aset investasi yang tepat, sehingga peningkatan yang terjadi pada total investasi akan berpengaruh pada peningkatan total aset,” katanya, dikutip Rabu (28/2/2024).


Sampai dengan Desember 2023, BRI Life mencatat aset investasi sebesar Rp19,0 triliun atau meningkat 11,8% dibandingkan dengan 2022 sebesar Rp17,0 triliun. Penempatan aset investasi ini, menghasilkan pertumbuhan perolehan hasil investasi yang diterima yakni sebesar Rp1,2 triliun pada 2023, tumbuh 26,3% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp956,7 miliar.

Adapun sampai dengan 2023, Gross Written Premium (GWP) tercatat Rp7,8 triliun, sementara di tahun 2022 sebesar Rp8,8 triliun. Kondisi ini, seiring dengan langkah BRI Life yang mengurangi ketergantungan pada produk unit-linked secara bertahap, mengingat potensi dampak mis-selling dan juga kondisi pasar modal yang masih berfluktuasi.

Baca Juga : Biang Kerok Premi Asuransi Unit Linked Makin Keok 

Total Polis dan Risk Based Capital (RBC)

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), sepanjang 2023 memperlihatkan kesadaran masyarakat untuk berasuransi yang cukup baik, hal ini tergambar dari jumlah tertanggung yang cukup besar mencapai 84,8 juta orang.

AAJI juga mencatat, BRI Life memiliki total jumlah tertanggung dan jumlah polis terbanyak di industri asuransi jiwa, dengan jumlah total tertanggung sebanyak 20,4 juta nasabah dan 9,9 juta polis. Dari rekapitulasi ini, BRI Life merupakan perusahaan asuransi jiwa peringkat pertama atas pencapaian jumlah tertanggung dan jumlah polis pada 2023.

Baca Juga : Buka Suara Bos IFG Soal Rencana Akuisisi 70% Saham Mandiri Inhealth 

Rasio permodalan PT Asuransi BRI Life masih kuat, hingga Desember 2023, BRI Life mencatat Risk Based Capital (RBC) sebesar 524,0%. RBC ini jauh di atas ketentuan minimum yang sebesar 120%.

Untuk menjaga RBC, Lim mengatakan BRI Life terus menjaga penerapan kebijakan investasi yang telah  disusun dengan mempertimbangkan karakteristik kewajiban, kualitas aset, dan likuiditas yang dibutuhkan, sehingga BRI Life dapat membayarkan setiap kewajiban yang jatuh tempo dengan baik.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rayful Mudassir
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.