British Petroleum Jadwal Ulang Pengiriman 27 Kargo LNG

Dengan beroperasinya Tangguh Train 3, maka kapasitas produksi dari dua Train yang saat ini telah beroperasi akan bertambah 3,8 juta ton dan membuat total kapasitas produksi tahunan menjadi 11,4 juta ton.

Stepanus I Nyoman A. Wahyudi

2 Nov 2023 - 17.40
A-
A+
British Petroleum Jadwal Ulang Pengiriman 27 Kargo LNG

Pekerja di Teluk Bintuni Papua memeriksa pasokan pengapalan LNG dari Blok Tangguh./Antara

Bisnis, JAKARTA — Raksasa migas asal Inggris, British Petroleum (BP) menjadwalkan ulang pengiriman 27 kargo gas alam cair (liquified petroleum gas/LNG) yang tidak terkirim sepanjang tahun lalu ke tahun ini dan periode berikutnya. 

Penjadwalan ulang pengiriman kargo LNG itu disebabkan karena mundurnya lini waktu operasi komersial atau commercial operation date (COD) dari proyek Train 3 LNG Tangguh di Teluk Bintuni, Papua Barat.

“Ada sekitar 27 kargo komitmen yang tidak dapat terkirim di 2022, dan dijadwal ulang ke 2023 dan seterusnya,” kata Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas, Kurnia Chairi saat dikonfirmasi, Rabu (1/11/2023).

Baca juga: Waswas Indonesia Kebanjiran Pasokan LNG

Selepas on stream proyek Train 3 LNG Tangguh bulan lalu, imbuhnya, BP kemudian mulai melunasi sejumlah kontrak yang sudah diteken bersama dengan sejumlah pembeli domestik dan internasional. 

Sejumlah pembeli LNG BP itu di antaranya adalah PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, Fujian, dan juga Kansai. “Itu yang kita prioritaskan. Jadi, kalau dari Tangguh 2024 ini belum ada yang uncommitted karena sudah kita prioritaskan untuk memenuhi yang tertunda itu,” tuturnya.

SKK Migas mencatat penalti yang didapat dari keterlambatan onstream Train 3 LNG Tangguh di Teluk Bintuni, Papua Barat mencapai US$400 juta atau setara dengan Rp5,9 triliun (asumsi kurs Rp14.773 per US$) hingga awal tahun ini.

Posisi penalti itu sudah ditekan lewat renegosiasi yang dilakuan dengan pembeli gas Train 3 LNG Tangguh selepas penjadwalan komersial yang molor dari operator lapangan. 

Baca juga: Laju Kencang BP Mengejar Target Produksi LNG Tangguh Train 3

Menurut Kurnia, proyeksi penalti sebenarnya atas keterlambatan on stream Train 3 LNG Tangguh itu dapat mencapai US$700 juta atau setara dengan Rp10,34 triliun. Lewat sejumlah diskusi dan renegosiasi, SKK Migas kemudian berhasil menghemat pembayaran penalti hingga US$300 juta setara dengan Rp4,43 triliun belakangan. 


Sebelumnya, kargo LNG pertama yang diproduksi dari fasilitas Tangguh Train 3 di Papua Barat telah dikirim ke pembangkit listrik PLN. Dengan beroperasinya Tangguh Train 3, maka kapasitas produksi dari dua Train yang saat ini telah beroperasi akan bertambah 3,8 juta ton dan membuat total kapasitas produksi tahunan menjadi 11,4 juta ton.

Anja-Isabel Dotzenrath, EVP Gas and Lowcarbon Energy BP mengatakan bahwa Tangguh Train 3 telah beroperasi dengan aman, hal ini menandakan fase baru untuk Tangguh LNG dan ini merupakan capaian yang amat membanggakan untuk BP dan juga para mitra Tangguh.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia atas kemitraan yang solid dan juga dukungan yang terus diberikan kepada kami sehingga kita bisa sampai di hari ini,” ungkapnya.

Untuk diketahui, penyelesaian megaproyek fasilitas pengolahan (train) unit 3 LNG Tangguh di Teluk Bintuni, Papua Barat dipastikan tidak akan mundur lagi hingga akhir tahun ini. Kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) BP Berau Ltd. terus mengebut penyelesaian proyek strategis nasional (PSN) kilang LNG Tangguh Train 3 itu sehingga ditargetkan bisa mulai beroperasi komersial atau onstream pada November 2023.

Baca juga: Modal Besar RI Monetisasi Gas Alam Cair (LNG)

Kepastian itu lah yang disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasfrif saat menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo atau Jokowi ihwal evaluasi proyek strategis nasional (PSN) di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (5/10/2023). “[Bahas] yang mau diresmikan itu Tangguh 3 LNG nanti November akhir sudah produksi,” kata Arifin selepas ratas. 

Laporan itu disampaikan Arifin kepada Jokowi selepas mendengar kemajuan proyek dari pimpinan BP, selaku operator proyek Tangguh LNG awal September 2023 lalu. Tangguh train 3 dengan kapasitas 3,8 million tons per annum (mtpa) dikembangkan berdasarkan persetujuan plan of development (POD) II dengan nilai investasi mencapai hingga US$11 miliar atau setara dengan Rp159 triliun. 


Tak bisa dimungkiri, penyelesaikan proyek kilang LNG Tangguh train 3 itu memang harus dikebut, mengingat ada potensi denda atau penalti jika terjadi penundaan masa operasi komersial.

Dengan molornya penyelesaian kilang LNG itu, tidak saja berdampak pada upaya pemenuhan kebutuhan gas bumi di dalam negeri, tetapi juga membuat kesempatan Indonesia untuk dapat mengakomodir permintaan baru dari sejumlah pembeli potensial bisa kandas begitu saja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.