Buka-bukaan Potensi Korupsi di 4 Dana Pensiun BUMN

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Kementerian BUMN membuka suara mengenai kemungkinan adanya penyelewengan dalam penyelenggaraan dana pensiun (dapen) di sejumlah BUMN. Setidaknya, ada 4 dapen BUMN yang terindikasi korupsi.

Rinaldi Azka

7 Jun 2023 - 12.50
A-
A+
Buka-bukaan Potensi Korupsi di 4 Dana Pensiun BUMN

Bisnis, JAKARTA - Indikasi korupsi terendus seiring adanya imbal hasil (yield) investasi dana pensiun perusahaan pelat merah yang berada di bawah 2% per tahun. Nilai yang terlalu rendah untuk diakumulasikan menjadi tempat penyimpanan dana pensiun.

Sebagai perbandingan, deposito bank yang merupakan instrumen investasi yang umum dan relatif aman memiliki kisaran yield yang umum adalah sekitar 2%-7% per tahun.

Kemudian, skema investasi lain melalui penyimpanan pada obligasi pemerintah atau surat utang negara, yang bergantung kondisi pasar memiliki kisaran yield 5%-9% per tahun.

Sementara itu, reksa dana yang merupakan instrumen investasi mengumpulkan dana dari berbagai investor dan dikelola oleh manajer investasi profesional. Yield reksa dana bervariasi tergantung pada jenis reksa dana dan kinerja portofolio investasinya. Kisaran yield reksa dana ekuitas (saham) di Indonesia mungkin berkisar antara 5%-15% per tahun, sementara reksa dana pendapatan tetap (obligasi) bisa berkisar antara 4%-9% per tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan login terlebih dahulu

BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.