Bukan Usaha Pemula, Produk Rotan Lombok Sambut MotoGP Mandalika

Pagelaran MotoGP Mandalika yang akan digelar pada 2022 bakal menyedot perhatian dunia. Aneka produk berbahan baku rotan, namun bukan lagi sebagai usaha pemula, akan memanfaatkan momentum tersebut untuk berpromosi.

Fatkhul Maskur

8 Nov 2021 - 15.20
A-
A+
Bukan Usaha Pemula, Produk Rotan Lombok Sambut MotoGP Mandalika

Berharap menjadi jujugan wisatawan saat event MotoGP 2022. - Foto Pertamina

Bisnis, JAKARTA - Pagelaran MotoGP Mandalika yang akan digelar pada 2022 bakal menyedot perhatian dunia. Aneka produk berbahan baku rotan, namun bukan lagi sebagai usaha pemula, akan memanfaatkan momentum tersebut untuk berpromosi.

Beberapa pelaku usaha yang akan ambil bagian itu di antaranya Gibran Rattan Shop, dan Hardiana Craft. Keduanya dari Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah. 

Gibran Rattan Shop sudah mulai beroperasi sejak 1987. Bayu Hendra Putra, pemilik Gibran Rattan Shop, menjalankan bisnisnya di Desa Baleka. Jaraknya sekitar 30 km atau kurang dari satu jam perjalanan via darat dari Mandalika. 

“Sebuah privilege bagi kami, semoga bisa jadi jujugan wisatawan saat event MotoGP nanti,” ujarnya seperti dikutip dari siaran pers Pertamina, Senin (8/11/2021).

Gibran Rattan Shop bermula dari usaha memasarkan kecopok, anyaman berbahan rotan ketak yang banyak dibuat oleh warga masyarakat Lombok sebagai tempat tembakau.

Usaha ini mulanya dilakukan oleh orang tua Bayu. “Bapak melihat ini punya potensi untuk dipasarkan, akhirnya coba di bawa ke Bali ternyata banyak yang berminat,” tuturnya.

Seiring berjalan waktu, bisnisnya mulai diturunkan ke anak-anaknya. Hingga akhirnya pada 2020, Bayu memutuskan bergabung menjadi binaan Pertamina. Sejumlah perkembangan usaha ia rasakan. Mulai dari peningkatan jumlah pekerja tetap dari semula 3 menjadi 5 orang. 

Volume produksi pun meningkat, dari semula 200-500 pieces per pekan menjadi 250-600 pieces per pekan. Omzet bersih yang bisa dikantongi yakni sekitar Rp12 juta – Rp18 juta setiap bulan.

UMK lainnya yang tinggal tak jauh dari Mandalika adalah Ana Hardiana. Sama-sama tinggal di Kec. Praya Timur, pemilik UMK Hardiana Craft ini juga memiliki usaha kerajinan tangan mayoritas berbahan rotan dan ate (rumput). 

“Ini memang di desa saya, sebagian masyarakat menganyam sebagai sumber mata pencaharian selain bertani. Mulai dari anak SD hingga orang tua hingga menjadi tradisi,” ujar Ana.

Maka dari itu, dirinya merasa memiliki keinginan kuat untuk dapat mempromosikan kerajinan rattan tersebut tidak hanya di Indonesia melainkan ke seluruh dunia. Mimpinya perlahan mulai terwujud. Sejak menjadi binaan Pertamina pada 2020, dia sudah mengekspor produknya hingga Korea Selatan, Brasil, dan Inggris.

“Alhamdulillah meskipun ada kejadian pandemi seperti ini, usaha saya tidak pernah redup. Karena dibantu modal dan pembinaan dari Pertamina. Sehingga usaha saya terus bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya,” katanya.

Ini terbukti dari kondisi usahanya yang dapat dikatakan telah naik kelas. Jumlah pekerja yang semula hanya 2 orang kini menjadi 7 orang. Produksi yang awalnya hanya sekitar 50-100 pcs/minggu pun meningkat drastis hingga 1 kontainer/bulan jika pesanan sedang ramai. Dari penjualan tersebut, Ana bisa mendapat keuntungan hingga Rp20 juta setiap bulannya.

Pjs. Vice President Corporate Communications Pertamina Heppy Wulansari mengatakan bahwa melalui Program Pendanaan UMK (PUMK), Pertamina turut berbagi energi membangkitkan ekonomi di daerah pariwisata nasional melalui Program Pemberdayaan UMK di sekitar lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Salah satunya DPSP Mandalika tersebut.

Pertamina juga senantiasa mendukung pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) melalui implementasi program-program berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance) di seluruh wilayah operasionalnya. Hal ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Lingkungan dan Sosial (TJSL), demi mewujudkan manfaat ekonomi di masyarakat.

Menurutnya, penyelenggaraan even balap motor World Superbike (WSBK) di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) akan membawa multiplier effect pada berbagai bidang.

“Salah satunya pasti sektor ekonomi kreatif dan pariwisata. Di mana para UMK binaan Pertamina dapat ikut ambil bagian untuk mempromosikan kebudayaan Indonesia lewat berbagai produk khas lokal yang mereka buat. Sehingga diharapkan dapat membawa dampak yang signifikan serta mendukung upaya menjadi UMK naik kelas secara progresif,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.