Bumi Resources Minerals (BRMS) ‘Typo’ soal Biaya Eksplorasi Rp23,1 triliun

Terjadi kesalahan penulisan mata uang. Dengan pembetulan tersebut, PT Bumi Resources Minerals menggelontorkan dana eksplorasi di lima anak usaha senilai total US$1,93 juta (Rp30,75 miliar).

Artha Adventy

9 Apr 2024 - 19.13
A-
A+
Bumi Resources Minerals (BRMS) ‘Typo’ soal Biaya Eksplorasi Rp23,1 triliun

Fasilitas pengolahan bijih emas PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS). /Istimewa

Bisnis, JAKARTA – PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) mengklarifikasi soal biaya eksplorasi perusahaan senilai Rp23,1 triliun pada kuartal I/2024. Terjadi kesalahan penulisan sehingga berdampak pada jumlah belanja modal yang kurang tepat.

Yang benar, Emiten Grup Bakrie tersebut mencatatkan biaya eksplorasi sebesar US$1,93 juta atau setara dengan Rp30,75 miliar sepanjang kuartal I/2024. 

“Biaya kegiatan eksplorasi PT Suma Heksa Sinergi periode Januari hingga Maret 2024 tertulis sebesar US$1.452.763.489 seharusnya tertulis sebesar Rp1.452.763.489 atau setara dengan US$91.639,66,” kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan BMRS Muhammad Sulthon dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (9/4/2024). 

Baca juga: Emiten Emas Grup Bakrie BRMS Habiskan Rp23,1 Triliun untuk Eksplorasi

Atas koreksi tersebut, BRMS menggelontorkan dana eksplorasi di lima anak usaha senilai total US$1,93 juta. 

Rinciannya adalah PT Citra Palu Minerals sebesar US$1.388.730,63, PT Dairi Prima Mineral sebesar US$28.358,19, Gorontalo Minerals memakan biaya sebesar US$193.660,97, PT Linge Mineral Resources sebesar US$235.095, serta PT Suma Heksa Sinergi sebesar US$91.639,66. 

Sebelumnya dalam laporan eksplorasi BRMS disebutkan lima anak usaha BRMS menggelontorkan biaya eksplorasi US$1,45 miliar yang utamanya disumbangkan PT Suma Heksa Sinergi untuk eksplorasi di Cisadang Central.



Selain di Cisadang Central, lokasi eksplorasi anak usaha BRMS tersebar di sejumlah wilayah, antara lain River Reef, Blok I Poboya (Sulawesi Tengah), Gorontalo, hingga Aceh.  

Di sisi lain, BRMS membidik produksi emas sebesar 35.000 troy ounce dengan average selling price (ASP) atau harga acuan rata-rata di atas US$2.000 per troy ounce.  

Baca juga: Bumi Resources Minerals (BRMS) Klarifikasi Biaya Eksplorasi Rp23 triliun

Direktur Bumi Resources Mineral Herwin Hidayat mengatakan untuk sepanjang 2024, produksi emas diharapkan dapat melampaui 35.000 troy ounce atau lebih tinggi dibandingkan estimasi produksi 2023 sebesar 25.000 troy ounce.

Sementara itu, Herwin mengatakan ASP emas BRMS diharapkan akan berada di atas US$2.000 per troy ounce sepanjang 2024, mengingat harga emas saat ini yang terus meningkat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.