Buntut Pembengkakan Biaya, Tarif LRT Jabodebek Dinaikkan

Pembengkakan biaya (cost overrun) dari Rp29,9 triliun menjadi Rp32,5 triliun mengubah struktur pendanaan proyek dan asumsi tarif dasar LRT Jabodebek.

Rahmi Yati

19 Jan 2022 - 16.37
A-
A+
Buntut Pembengkakan Biaya, Tarif LRT Jabodebek Dinaikkan

PT KAI (Persero) menargetkan LRT Jabodebek dapat beroperasi pada pertengahan tahun 2022. Kehadiran LRT Jabodebek diharapkan mampu melayani kebutuhan transportasi masyarakat di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya. /Antara-PT KAI

Bisnis, JAKARTA – Pembengkakan nilai investasi LRT Jabodebek berujung pada kenaikan rencana tarif kereta ringan itu.

Tarif LRT Jabodebek yang semula direncanakan Rp12.000, naik menjadi Rp15.000. Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo, Rabu (19/1/2022), mengatakan pembengkakan biaya (cost overrun) dari Rp29,9 triliun menjadi Rp32,5 triliun mengubah struktur pendanaan proyek dan asumsi tarif dasar LRT Jabodebek.

Dia menjelaskan tambahan biaya Rp2,6 triliun yang ditutup dengan penyertaan modal negara (PMN) pada Desember 2021 itu dibutuhkan untuk meningkatkan biaya praoperasi, biaya interest during construction (IDC), dan biaya lainnya.

Menurut Executive Vice President Divisi LRT Mochamad Purnomosidi, jumlah tarif yang dimungkinkan berkisar Rp14.000-Rp15.000. Meskipun demikian, akan ada tarif promo yang ditawarkan ke pengguna. Namun, dia belum bisa menyebutkan tarif promo yang akan diberikan.

"Tarif [Rp15.000] ini juga sudah disubsidi. Kalau belum disubsidi, tarifnya sekitar Rp30.000-an," katanya.

Sebelumnya, KAI menjelaskan pembengkakan biaya terjadi karena kemunduran target commersial operation date (COD) dari Juli 2019 menjadi Agustus 2022 akibat masalah pembebasan lahan di depo Bekasi Timur dan pandemi Covid-19 dua tahun terakhir.

Pada perkembangan lain, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter menyebutkan realisasi subsidi tarif pengguna KRL pada 2021 mencapai Rp2,14 triliun, lebih tinggi dari pagu Rp1,99 triliun.

Jumlah itu juga naik dari realisasi 2020 yang senilai Rp1,65 triliun –lebih tinggi dari pagu Rp1,55 triliun. Subsidi selama ini diberikan pemerintah untuk menjaga tarif KRL tetap wajar.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Sri Mas Sari

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.