Buntut Pilot Batik Air Tertidur 28 Menit Saat Penerbangan Rute Kendari - Jakarta

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menerbitkan laporan adanya pilot dan kopilot Batik Air yang tertidur dalam penerbangan dari Kendari ke Jakarta. Komite merekomendasikan sejumlah upaya untuk mencegah kondisi itu kembali terjadi.

Wibi Pangestu Pratama & Rayful Mudassir

9 Mar 2024 - 13.19
A-
A+
Buntut Pilot Batik Air Tertidur 28 Menit Saat Penerbangan Rute Kendari - Jakarta

Bisnis, JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menerbitkan laporan adanya pilot dan kopilot Batik Air yang tertidur dalam penerbangan dari Kendari ke Jakarta.

Berdasarkan dokumen KNKT Safety Recommendation Number 04.O-2024-02.01 and 04.O-2024-02.02, komite tersebut melaporkan investigasi atas insiden tertidurnya pilot dan kopilot Batik Air dalam penerbangan dari Kendari ke Jakarta pada Kamis (25/1/2024).

Dokumen penyelidikan itu ditandatangani oleh Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono pada akhir Februari 2024. Bisnis melihat dokumen tersebut pada Jumat (8/3/2024) di situs resmi KNKT.

Berdasarkan dokumen itu, pada hari terjadinya insiden ketiduran, pesawat Batik Air Airbus A320 dengan kode registrasi PK-LUV dijadwalkan untuk terbang dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang menuju Bandara Halu Oleo, Kendari dan sebaliknya. Pesawat itu dioperasikan oleh dua pilot dan empat pramugari.

Diketahui, pilot yang bertugas dalam penerbangan itu ternyata tidak beristirahat cukup pada malam harinya.

"Penerbangan pertama dari Jakarta dijadwalkan berangkat pada 02.55 WIB, dan awak pesawat diharuskan masuk untuk bertugas pada pukul 01.25 WIB. Selama persiapan penerbangan, orang kedua yang memimpin memberitahu pilot yang bertugas bahwa dia tidak beristirahat dengan cukup," dikutip dari laporan tersebut pada Jumat (8/3/2024).

Dalam penerbangan ke Kendari, kapten pilot menyarankan kopilotnya untuk tidur, karena melihatnya kekurangan istirahat. Sang kopilot pun tidur di kokpit sekitar 30 menit, penerbangan dan pendaratan di Kendari berlangsung lancar.

Baca juga: 

Musim Mudik 2024, Garuda (GIAA) Sediakan 1,4 Juta Kursi Penerbangan

Warga Paling Utara Indonesia dan Sekitarnya Ketambahan Penerbangan Perintis

Airline Passengers Increase in 2024

Saat proses transit, kedua pilot memakan mie instan di dalam kokpit sembari beristirahat. Setelah itu, persiapan dan proses terbang kembali ke Jakarta berjalan, pesawat dengan nomor penerbangan BTK6723 pun lepas landas.

Dalam penerbangan kembali itu kopilot bertugas sebagai pilot yang menerbangkan pesawat (pilot flying/PF) dan kapten pilot bertugas sebagai pilot monitor (pilot monitoring/PM).

Sekitar setengah jam setelah pesawat lepas landas, kapten pilot meminta izin kepada kopilot untuk beristirahat sejenak. Sang kopilot pun mengambil alih tugas sebagai pilot monitor, sembari menjadi pilot yang menerbangkan pesawat.

Sepanjang penerbangan terdapat komunikasi antara pilot dengan pemandu lalu lintas udara, seperti soal cuaca dan status penerbangan. Tiba-tiba, pemandu lalu lintas udara tidak lagi mendapat respons dari pilot.

"Pada pukul 02.11 atau 28 menit setelah transmisi terakhir yang direkam dari kopilot, kapten pilot terbangun dan sadar bahwa pesawat tidak berada pada jalur penerbangan yang benar. Kapten pilot kemudian melihat kopilot tidur dan membangunkannya," dikutip dari laporan tersebut.

Meskipun demikian, pesawat kembali terbang ke jalur dan mendarat dengan selamat. KNKT tidak menyebutkan nama pilot-pilot tersebut, tetapi menjelaskannya sebagai warga negara Indonesia berusia 32 dan 28 tahun.


REKOMENDASI

KNKT juga mendesak Batik Air membuat prosedur rinci untuk pemeriksaan kokpit secara benar dan teratur, serta memastikan pilot dan awak kabin beristirahat dengan cukup sebelum penerbangan.

Dalam Manual Operasi Batik Air Indonesia Volume A (OM-A) menjelaskan bahwa pilot harus mengembangkan daftar periksa pribadi, yang mencakup kategori gangguan pilot – Penyakit, Pengobatan, Stres, Alkohol, Kelelahan, dan Emosi (IM SAFE) yang dapat dengan mudah dilakukan.

Pemeriksaan pribadi ini ditujukan sebagai pengingat sebelum melakukan tugas penerbangan apa pun.

Investigasi KNKT tidak menemukan panduan atau prosedur rinci dari personal checklist IM SAFE, seperti panduan penilaian untuk setiap kategori penurunan nilai. Ketiadaan panduan dan prosedur rinci mungkin membuat pilot tidak bisa menilai kondisi fisik dan mentalnya dengan baik.

“KNKT merekomendasikan Batik Air Indonesia untuk mengembangkan panduan dan prosedur rinci untuk memastikan bahwa personal checklist IM SAFE dapat digunakan untuk menilai kondisi fisik dan mental pilot dengan baik,” tulis laporan itu..

Selain itu, Prosedur Darurat Keselamatan (SEP) Batik Air Indonesia menjelaskan prosedur untuk melakukan pemeriksaan kabin yang juga berisi kebijakan bahwa kokpit harus diperiksa setiap 30 menit. 

Namun begitu, hasil penyelidikan tidak menemukan prosedur rinci untuk melakukan pemeriksaan kokpit seperti yang disebutkan dalam SEP seperti siapa yang bertanggung jawab dan bagaimana melakukannya. Ketiadaan prosedur rinci mungkin membuat kebijakan pemeriksaan kokpit tidak bisa diterapkan dengan baik.

Komite turut merekomendasikan Batik Air Indonesia untuk menyusun prosedur rinci dalam melakukan pemeriksaan kokpit untuk memastikan pemeriksaan kokpit dapat dilaksanakan dengan baik.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rayful Mudassir

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.