Cadangan Devisa Tergerus Pembayaran Utang Pemerintah

Bank Indonesia melaporkan posisi cadangan devisaUS$144,9 miliar hingga Desember 2021, turun dari bulan sebelumnya US$145,9 miliar. Posisi ini setara dengan pembiayaan 8 bulan impor atau 7,8 bulan impor plus pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Maria Elena

7 Jan 2022 - 19.42
A-
A+
Cadangan Devisa Tergerus Pembayaran Utang Pemerintah

Karyawan menunjukan lembaran dolar AS di Jakarta, Rabu (27/1/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis, JAKARTA – Pembayaran utang luar negeri pemerintah menggerus cadangan devisa selama bulan lalu.

Bank Indonesia melaporkan posisi cadangan devisaUS$144,9 miliar hingga Desember 2021, turun dari bulan sebelumnya US$145,9 miliar. 

“Penurunan posisi cadangan devisa pada Desember 2021 antara lain dipengaruhi oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, Jumat (7/1/2021). 

Tidak diketahui berapa nilai pembayaran utang jatuh tempo pemerintah pada Desember 2021. Namun sekadar gambaran, posisi utang luar negeri yang jatuh tempo kurang dari setahun per Januari 2021 sekitar US$14,3 miliar. 

Posisi cadangan devisa Desember setara dengan pembiayaan 8 bulan impor atau 7,8 bulan impor plus pembayaran utang luar negeri pemerintah. Posisi ini pun berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. 

BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Bank sentral juga memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi.

BI pun melaporkan sejumlah indicator stabilitas nilai rupiah. Mata uang nasional ditutup Rp14.390 per dolar Amerika Serikat dan yield surat berharga negara 10 tahun naik ke level 6,37 persen. Data setelmen sampai dengan 6 Januari menunjukkan asing membeli neto Rp5,33 triliun di pasar SBN dan jual neto Rp600 miliar di pasar saham.

Sementara itu, survei pemantauan harga pada pekan pertama Januari menunjukkan inflasi sebesar 0,61 persen secara bulanan dan 2,23 persen secara tahunan. Inflasi terutama disumbang oleh telur ayam ras dan bahan bakar rumah tangga, daging ayam ras, cabai rawit, dan tomat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Sri Mas Sari

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.