Cara Paramount Land Atasi Kepadatan Lalu Lintas Gading Serpong

Dalam pengembangan suatu kawasan dibutuhkan kolaborasi intens antar pengembang. Hal ini yang membuat area Serpong menjadi lebih diminati dibandingkan kawasan lainnya.

Yanita Petriella

16 Nov 2023 - 16.08
A-
A+
Cara Paramount Land Atasi Kepadatan Lalu Lintas Gading Serpong

Kawasan Gading Serpong. /istimewa

Bisnis, JAKARTA – Saat ini area Serpong sangat diminati para pencari hunian dan juga pecinta kuliner. Di kawasan ini terdapat 3 pengembang yakni Paramount Land dan  PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) yang mengembangkan Gading Serpong serta Sinar Mas Land yang mengembangkan BSD City. 

Kolaborasi pengembangan kawasan Serpong terus dilakukan oleh 3 developer ini sehingga wilayah Barat Jakarta lebih berkembang pesat jika dibandingkan dengan lainnya. Adapun kolaborasi yakni dengan pembangunan akses jalan yang saling terkoneksi dan kelancaran lalu lintas. 

Presiden Direktur PT Paramount Enterprise International (Paramount Land) M. Nawawi mengatakan Gading Serpong menjadi pusat pertumbuhan baru di Barat Jakarta. Selama lebih dari dua dekade, Gading Serpong telah bertumbuh menjadi sebuah kota mandiri di sisi barat Jakarta yang ramai, lengkap, dan terus berkembang hingga hari ini.
Terpenuhinya segala kebutuhan masyarakat di sini, mulai dari tinggal, berbisnis, hingga berinvestasi, menjadikan Gading Serpong sebagai kota yang nyaman untuk tinggal bagi lebih dari 120.000 penghuni, serta destinasi favorit bagi masyarakat yang tinggal di wilayah lainnya terutama Tangerang Raya dan Jabodetabek.

Jalan boulevard Gading Serping dilewati hingga 6.500 kendaraan per jamnya. Kawasan ini juga memiliki 40 klaster terhuni untuk beragam kalangan masyarakat mulai dari yang menengah hingga premium. Beberapa klaster premium yang dikembangkan Paramount Land yakni Matera Residences, Pasadena Grand Residences, dan Menteng Grand.

Perkembangan Gading Serpong terus bergerak menuju ke arah selatan seiring akses tol baru Serpong – Balaraja. Selain itu, kemudahan akses menjadi keunggulan yang ditonjolkan Paramount Land. Apalagi, konektivitas yang menghubungkan Gading Serpong dan kawasan sekitarnya dapat mengakselerasi aktivitas ekonomi.

“Kawasan ini sangat ramai dilintasi penghuni maupun pencari kuliner. Hal ini yang membuat ruko komersial kami terus diminati. Rental rate area komersial kami tiap tahun mencapai Rp100 juta dan naik tiap tahun 10% hingga 20%,” ujarnya, dikutip Kamis (16/11/2023). 

Dalam membangun kawasan Gading Serpong, Paramount Land dan Summarecon Serpong saling bersinergi. Hal tersebut dilakukan dengan duduk bersama menata kawasan Gading Serpong agar saling terkoneksi antar infrastruktur yang dibangun. 

“Dahulu sudah ada rulesnya, mana lahan yang boleh dijual, mana yang boleh dikembangkan, land bank juga. Ukuran jalan dan saluran pun ada aturan yang sama sehingga semua ukuran jalan di Gading Serpong sama baik yang milik Paramount maupun yang milik Summarecon, termasuk sampah dan air juga sudah ada aturan bersama-sama. Pasar modern pun diatur jaraknya. Pemasangan billboard umbul-umbul juga diatur bersama-sama misalnya, pintu masuk Gading Serpong, Summarecon masang di sebelah kiri, pintu keluar Paramout masang di sebelah kanan, ditengah-tengah diatur juga 5 spanduk Summarecon 5 spanduk Paramount,” terangnya. 

Nawawi mengungkapkan saat ini para pengembang di Gading Serpong juga tengah duduk bersama untuk mengatasi permasalahan kebutuhan daya listrik untuk penghuni. Hal ini perlu duduk bersama, apalagi kabel listrik di kawasan ini berada di bawah tanah. Selain itu, juga tengah berdiskusi penataan landscape jalan utama Gading Serpong yang mulai mengalami kemacetan di waktu sore hari. 

Selain itu, kolaborasi juga dilakukan bersama dengan PT Summarecon Agung Tbk untuk mengatasi kepadatan dan kemacetan lalu lintas dengan menunjuk konsultan untuk mengatur traffic management jalan boulevard

Dengan smart traffic light ini akan bisa mengurai kepadatan kendaraan di jalur tertentu sehingga tidak menimbulkan kemacetan. 

“Jadi bersama-sama selesaikan. Kami juga akan mengganti smart traffic light yang bisa melihat jalur mana yang antriannya panjang lampu hijaunya akan lebih lama dengan sendirinya. Tentu biaya investasi ini ditanggung berdua. Kami juga kerjasama dengan BSD City untuk membangun infrastruktur dan mengatasi masalah di kawasan Serpong area ini,” tutur Nawawi. 

Baca Juga: Resep Paramount Enterprise Bangun Gurita Bisnis Properti

Pembangunan jalan akses yang akan terkoneksi dengan BSD City oleh Paramount Land. (dok: Yanita Petriella)


Direktur Planning & Design Paramount Land Henry Napitupulu menambahkan pihaknya juga melakukan penataan ulang kawasan Gading Serpong menjadi pemukiman yang lebih teratur, nyaman, aman, dan memiliki nilai jual lebih tinggi. Salah satunya dengan upaya mengatasi kepadatan lalu lintas di kawasan Gading Serpong dan BSD City. 

Hal itu dilakukan dengan mengajak konsultan untuk menata ulang Paramount Gading Serpong menjadi integrated, sustainable, and smart city. Kerjasama pertama yang telah terealisasi adalah beroperasinya smart traffic light di sejumlah titik dengan nilai investasi Rp1 miliar per titik. Adapun terdapat 7 unit smart traffic light di kawasan Gading Serpong dimana yang telah diujicoba sebanyak 2 unit.

“Kami Paramount, Summarecon dan Sinar Mas Land bersama-sama menunjuk konsultan untuk mengatur traffic management jalan boulevard karena mulai macet. Jadi bersama-sama selesaikan. Tentu biaya investasi ini ditanggung bertiga,” tuturnya. 

Selain itu, untuk memperlancar arus lalu lintas, pengembang juga membangun jalan yang terkoneksi dengan jalan raya Serpong yakni Jl Bulevar Matera tembus Summarecon Serpong – Jl Raya Serpong. 

“Lebar jalan (ROW) dari 16 meter menjadi 28 meter. Dibikin 2 lajur. sekarang masih 1 lajur dan sempit (belakang Bethsaida). Jadi menuju Tol Cisauk (Serbaraja) lebih dekat dari Gading Serpong,” ujarnya. 

Kemudian juga tengah dibangun jalan tembus ke BSD City melalui Jl Bulevar Matera – Jl Sorento Grande West tembus BSD City. 

“Distrik Pasadena di sisi selatan Gading Serpong tembus ke BSD City (Vanya Park) ini memiliki 2 lajur dengan masing-masing 45 meter yang dibangun masing-masing Summarecon dan Paramount,” kata Henry. 

Baca Juga: Manuver Ekspansi Paramount Enterprise Jadi Pengembang Papan Atas


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Asteria Desi Kartikasari
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.