Free

Cari Peluang Lain, Leasing Fuji Finance Jajal Bisnis Solar Power

Fuji Finance Indonesia (FUJI) mengintip peluang pembiayaan solar power di tengah target pemerintah mengejar penurunan emisi.

Jaffry Prabu Prakoso

5 Nov 2022 - 15.52
A-
A+
Cari Peluang Lain, Leasing Fuji Finance Jajal Bisnis Solar Power

Pekerja tengah memantau PLTS. /Bisnis-David Eka

JAKARTA — PT Fuji Finance Indonesia Tbk. (FUJI) tengah berupaya untuk mencari peluang pembiyaan di sektor produktif. Salah satunya adalah pembangkit listrik tenaga matahari alias solar power.

Komisaris Utama Fuji Finance Indonesia Anton Santoso mengatakan bahwa peluang pembiayaan baru di sektor produktif digarap dengan prinsip kehati-hatian. Hal ini agar target zero non performing loan (NPL) atau gagal bayar perseroan dapat terus dipertahankan.

“Kami saat ini masih fokus untuk terus mencari peluang pembiayaan proyek-proyek dengan prinsip kehati-hatian,” ujar Anton kepada Bisnis, Jumat (4/11/2022).


Petugas membersihkan PLTS atap./Istimewa 


Dia mengatakan bahwa pembiayaan solar power adalah salah satu peluang yang digarap dengan serius. FUJI terbuka melakukan kerjasama dengan mitra maupun investor luar negeri untuk pengembangan bisnis ke depan.

“Kami harapkan solar power akan mulai berjalan tahun depan dengan Peraturan Presiden Energi Baru Terbarukan (EBT) yang baru keluar di bulan Oktober kemarin. Sebelumnya, EBT kurang mumpuni karena tanpa adanya kepastian dan dukungan pemerintah di sektor ini,” ujar Anton.

Di sisi lain, Fuji Finance Indonesia memproyeksikan net profit pada tahun ini mencapai 10 persen. Ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun lalu. Proyeksi tersebut seiring dengan pencapaian pada Oktober yang mengalami pertumbuhan secara year-on-year (YoY).


Baca juga: Dominasi Pembangkit Listrik Domestik jadi Batu Sandungan EBT


Berdasarkan laporan kinerja keuangan pada kuartal III/2022, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp7,7 miliar, atau mengalami penurunan 7,8 persen jika dibandingkan kuartal III/2021 yang dibukukan sebesar Rp8,4 miliar. Meskipun demikian, perseroan memperkirakan laba bersih mengalami pertumbuhan pada tahun ini.

“Kami menargetkan laba bersih Fuji Finance pada tahun ini diharapkan berada di sekitar 10 persen lebih tinggi jika dibandingkan tahun lalu. Meskipun Ekonomi di tengah ancaman resesi, namun kami optimis karena pencapaian kami di bulan Oktober,” ujar Anton

Anton menambahkan bahwa perseroan pada tahun ini tengah memperhatikan sejumlah tantangan ekonomi. Salah satu di antaranya adalah ekonomi yang diproyeksikan cukup sulit tahun ini dan beberapa tahun ke depan, seiring dengan adanya ancaman resesi yang dinilai cukup berbahaya.


Baca juga: Kucuran Deras Pembiayaan Hijau untuk Transisi Energi PLN


Kemudian, beberapa tahun ke depan akan sangat sulit bagi semua sektor usaha, perseroan berusaha untuk mempertahankan kinerja sebaik-baiknya dalam situasi ekonomi yang menantang dan sulit.

Lebih lanjut, pendapatan perseroan hingga kuartal III/2022 mengalami pertumbuhan, yaitu berhasil membukukan Rp15,5 miliar.

Realisasi tersebut tumbuh 29,57 persen jika dibandingkan periode sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp11,99 miliar. Pencapaian ini didukung oleh segmen pembiayaan konsumen, bunga, dan pendapatan lain-lain.


Deretan bangunan bertingkat memancarkan cahaya lampu di Jakarta, Sabtu (19/2/2022). Bisnis/Suselo Jati 


Secara total aset, hingga 30 September 2022 perseroan memperoleh sebesar Rp162 miliar, atau mengalami pertumbuhan jika dibandingkan 31 Desember 2021 yang dicatatkan sebesar Rp153 miliar.

Total liabilitas juga tumbuh menjadi Rp5,6 miliar dari sebelumnya Rp4,29 miliar. Total ekuitas naik menjadi Rp157 miliar dari semula Rp149 miliar. (Nabil Syarifudin Al Faruq)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.