CEO Twitter Mengundurkan Diri, Ini Parag Agrawal sang Bos Baru

Twitter berharap pada kehebatan darah muda India Parag Agrawal untuk terus membuat media sosial itu mencuit makin nyaring dan mengundang banyak pengguna di tengah persaingan dan terobosan berbagai media sosial lainnya.

Feni Freycinetia Fitri

30 Nov 2021 - 15.27
A-
A+
CEO Twitter Mengundurkan Diri, Ini Parag Agrawal sang Bos Baru

Parag Agrawal menjadi CEO Twitter di usia 37 tahun, dia masuk dalam barisan orang India-Amerika yang memimpin perusahaan teknologi dunia./twitter.com @AgrawalParag16

Bisnis, JAKARTA - Pernyataan mundur Jack Dorsey dari jabatan CEO Twitter membuka tantangan bagi Parag Agrawal, CEO baru yang masih berusia muda. Ibaratnya, Twitter kini bertaruh pada darah muda Mumbai, India, tersebut untuk membuat Twitter mencuit makin nyaring dan meningkatkan jumlah penggunanya.

Parag Agrawal yang sebelumnya menjabat CTO Twitter adalah alumnus IIT-Bombay. Dia resmi menjadi CEO Twitter menggantikan Jack Dorsey pada Senin (29/11/2021). Parag Agrawal bergabung dengan Twitter sejak 2011 dan menjabat sebagai Chief Technology Officer (CTO) sejak Oktober 2017.

Dalam emailnya, Jack Dorsey tak ragu akan kapasitas Parag Agrawal. 

“Saya memutuskan untuk meninggalkan Twitter karena saya yakin perusahaan ini siap untuk move on dari para pendirinya. Kepercayaan saya pada Parag sebagai CEO Twitter sangat dalam. Karyanya selama 10 tahun terakhir telah transformasional. Saya sangat berterima kasih atas keterampilan, hati, dan jiwanya. Saatnya [Parag Agrawal] untuk memimpin," kata Dorsey seperti dilansir Indian Express, Selasa (30/11/2021).

Saat menjabat CTO, Agrawal bertanggung jawab atas strategi teknis perusahaan sambil mengawasi pembelajaran mesin dan artificial intellegence (AI) Twitter. Sejak bergabung dengan Twitter sepuluh tahun lalu, dia telah memimpin upaya untuk meningkatkan sistem Iklan Twitter.

Bukan itu saja, pemuda berusia 37 tahun asal Bombay, India tersebut juga mempercepat kembali pertumbuhan pengguna dengan meningkatkan relevansi linimasa beranda Twitter. Sebelum bergabung dengan Twitter, Agrawal terlibat dalam penelitian dalam manajemen data skala besar dengan kolaborator di Microsoft Research, Yahoo! Penelitian, dan AT&T Labs.

Agrawal meraih gelar Ph.D. dalam Ilmu Komputer dari Universitas Stanford dan gelar Sarjana Ilmu Komputer dan Teknik dari IIT-Bombay, tempat dia lulus pada 2005. Agrawal bergabung dengan daftar bos teknologi India-Amerika, antara lain CEO IBM Arvind Krishna, CEO Microsoft Satya Nadella, CEO Google dan Alphabet Sundar Pichai dan CEO Adobe Shantanu Narayen.

Melalui Twitter, Agrawal berterima kasih kepada Dorsey atas bimbingan dan persahabatannya selama lebih dari 10 tahun. Lebih lanjut, dia mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepadanya.

“Dunia sedang mengawasi kita sekarang, bahkan lebih dari sebelumnya. Banyak orang akan memiliki banyak pandangan dan pendapat yang berbeda tentang berita hari ini. Itu karena mereka peduli dengan Twitter dan masa depan kita. Itu adalah sinyal bahwa pekerjaan yang kita lakukan di sini penting. Mari tunjukkan potensi penuh Twitter kepada dunia,” kata Agrawal dalam keterangan resmi.

Penunjukan Agrawal sebagai CEO datang saat Twitter secara agresif mendorong pertumbuhan. Awal tahun ini, perusahaan mengumumkan target memiliki 315 juta pengguna aktif harian yang dapat dimonetisasi pada akhir 2023 dan setidaknya menggandakan pendapatan tahunannya pada saat itu.

Parag Agrawal, sang darah muda asal Bombay, India, itu tentu tahu konsekuensi atas penunjukkan untuk dirinya. Dia pun mustinya sudah siap masuk dalam barisan orang-orang India-Amerika yang sukses mengelola bisnis teknologi dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Saeno

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.