Cerita Bos Freeport Bertemu Jokowi Tiga Kali Bahas Relaksasi

Freeport meminta pemerintah memberikan relaksasi ekspor konsentrat PT Freeport Indonesia (PTFI) sampai Desember 2024.

Stepanus I Nyoman A. Wahyudi

26 Jan 2024 - 19.11
A-
A+
Cerita Bos Freeport Bertemu Jokowi Tiga Kali Bahas Relaksasi

Pembangunan proyek Smelter PT Freeport Indonesia di kawasan Java Integrated and Industrial Port Estate (JIIPE), Manyar, Gresik, Jawa Timur. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis, JAKARTA — CEO Freeport-McMoRan Inc. (FCX) Richard C. Adkerson menuturkan telah berbicara sedikitnya tiga kali dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi ihwal permohonan perpanjangan relaksasi ekspor konsentrat PT Freeport Indonesia (PTFI) sampai Desember 2024. 

“Tidak ada negosiasi soal isu [perpanjangan ekspor] itu. Saya telah berbicara beberapa bulan terakhir setidaknya tiga kali langsung dengan presiden [Jokowi] soal ini. Dia mengerti itu,” kata Richard dalam conference call FCX kuartal IV/2023, dikutip Jumat (26/7/2023).

Sebelumnya, Richard sempat menghadiri seremoni ekspansi smelter tembaga PT Smelting di Gresik, Jawa Timur, Kamis (14/12/2023), yang saat ini mayoritas sahamnya dipegang PT Freeport Indonesia (PTFI). 

Baca juga: RI Jalin Kerja Sama dengan Tanzania, Ada Pertamina dan Medco

Seremoni itu diresmikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang didampingi oleh pejabat teras istana seperti Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Jokowi juga ikut didampingi Direktur Utama PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas.

Menurut Richard, Jokowi bersama dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memahami keperluan waktu perpanjangan untuk ramp-up atau peningkatan produksi smelter Manyar saat selesai kontruksi Mei 2024 nanti. 

Kendati demikian, dia mengatakan, pemerintah Indonesia ingin melihat komitmen PTFI untuk menyelesaikan smelter Manyar di Gresik, Jawa Timur. 

“Itu hanya persoalan administratif prosedural saja. Mereka [pemerintah] memutuskan untuk tidak memberikan izin ekspor selepas tenggat saat ini untuk melihat apakah kita bisa menyelesaikan smelter itu sesuai komitmen, tapi di atas itu semua, perpanjangan ekspor hanya perlu tindakan administratif untuk menyetujuinya nanti,” kata Richard.

 

 

Sebelumnya, PTFI membuka kemungkinan penurunan kapasitas produksi sekitar 40% pada rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2024 seiring dengan tenggat relaksasi ekspor konsentrat yang diputus Mei tahun ini. Penyesuaian produksi itu dilakukan lantaran daya tampung atau input smelter yang masih terbatas saat itu.

Kendati demikian, belakangan Kementerian ESDM menyetujui target produksi PTFI sebesar 1,4 miliar pound tembaga dan 1,6 juta ounces emas tahun ini. 

Kementerian ESDM menyetujui RKAB PTFI periode 2024 sampai dengan 2026. Produksi bijih atau ore dari PTFI selama 3 tahun mendatang dipastikan naik, kendati izin ekspor konsentrat ditenggat sampai dengan Mei 2024.

“RKAB PTFI sudah kita setujui untuk 2024 sampai dengan 2026,” kata Plt Dirjen Minerba Bambang Suswantono saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (16/1/2024). 

Baca juga: Bos Freeport (FCX) Bolak-balik Minta Jokowi Perpanjang Ekspor Konsentrat

Berdasarkan paparan Bambang, rencana produksi ore dari PTFI pada 2024 dipatok di level 63,16 juta ton. Selanjutnya, rencana produksi ore PTFI pada 2025 dan 2026 masing-masing ditetapkan sebesar 77,52 juta ton dan 79,12 juta ton. 

Di sisi lain, Bambang mengatakan, kementeriannya masih memproses permohonan perpanjangan izin ekspor konsentrat PTFI untuk periode tahun ini. Seperti diketahui, relaksasi ekspor konsentrat Freeport bakal berakhir Mei 2024.

“Untuk masalah ekspor konsentratnya mereka juga harus izin lagi kepada kita, saat ini masih proses,” kata Bambang. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.