Cetak Biru Pembangunan Nusantara Jadi Ibu Kota Ramah Lingkungan

Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara menjadi mimpi Indonesia dalam memiliki kota pintar (smart city) yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan berbasis alam satu-satunya di dunia. Untuk mewujudkannya, IKN dibangun dengan mengusung konsep smart forest city.

Yanita Petriella

25 Nov 2023 - 18.52
A-
A+
Cetak Biru Pembangunan Nusantara Jadi Ibu Kota Ramah Lingkungan

Presiden Jokowi di titik nol IKN Nusantara

Bisnis, JAKARTA – Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara telah menyusun dokumen acuan kebijakan untuk memitigasi perubahan iklim yang disebut Nusantara’s Regionally and Locally Determined Contribution (RLDC). Rencananya, dokumen cetak biru terkait perubahan iklim pada gelaran Conference of the Parties 28 (COP28) di DubaiUni Emirat Arab (UAE) pada 3 Desember 2023. 

RLDC merupakan dokumen versi dari sebuah National Determine Contribution lokal yang berisikan cetak biru dan peta jalan atau roadmap untuk IKN yang menjadi kota pertama di Indonesia dalam menangani hal-hal yang berhubungan dengan perubahan iklim. 

Untuk diketahui, COP merupakan konferensi tahunan yang diikuti sejumlah perwakilan negara untuk bernegosiasi mengenai yang perlu dilakukan dalam memitigasi perubahan iklim. Mereka merumuskan dan merundingkan keputusan tertinggi konferensi yang akan ditaati oleh seluruh negara anggota.

Kepala Otorita IKN Bambang Susantono mengatakan dokumen RLDC ini penting dibuat sebagai peta jalan untuk Otorita IKN dalam menjalankan kebijakan dan pembangunan di Ibu Kota baru. Dengan adanya dokumen itu, segala kebijakan yang dilakukan Otorita IKN harus searah dalam misi menghadapi dan memitigasi perubahan iklim.

Hal ini sejalan dengan konsep IKN sebagai kota yang punya lima karakter kota masa depan. Lima karakter tersebut meliputi konsep hijau dan ramah lingkungan, berbasis teknologi sebagai kota cerdas, kota yang tahan terhadap berbagai kondisi, kota berkelanjutan, dan kota inklusif.

Dalam dokumen RLDC menargetkan IKN bisa mencapai target net zero emissions (NZE) atau nol emsi karbon pada 2045. NZE merupakan kondisi saat jumlah emisi karbon yang dilepaskan ke atmosfer tidak melebihi jumlah emisi yang mampu diserap bumi. Untuk mencapainya, banyak hal perlu dilakukan, salah satunya beralih ke energi yang ramah lingkungan.

Dokumen RLDC menunjukkan sebuah komitmen IKN dalam mewujudkan kota yang berkelanjutan di Indonesia. Dengan demikian, IKN diharapkan bisa menjadi model kota tangguh dalam memitigasi krisis iklim yang mulai terasa di seluruh dunia. Dokumen ini pun dapat terus diperbarui (living document) menyesuaikan dengan kebutuhan, perkembangan teknologi, dan pendekatan baru di dunia.

RLDC juga memuat tekad untuk membalikkan deforestasi di kawasan IKN dengan cara mengembalikan hutan tropis dan ekologi yang subur. Pengembalian hutan tropis akan dimungkinkan melalui proses reboisasi dalam rangka memulihkan ekologi. 

Adapun tekad tersebut dilakukan dengan melakukan penanaman 135 jenis tanaman endemik di area IKN pada lahan seluas 1.314 hektare tahun 2022. Kemudian di tahun 2023 ditargetkan penanaman seluas 500 hektare. Hal ini sebagai upaya transformasi hutan monokultur eksisting menjadi rimba heterogen. Selain itu, lahan bekas tambang seluas 16 hektare juga akan dipulihkan dengan disulap sebagai lokasi olahraga dan wisata air.

“Kami melakukan reforestasi atau membuat hutan-hutan kita di sana khususnya di IKN menjadi hutan tropis dengan kekayaan keanekaragaman hayati,” ujarnya, Jumat (24/11/2023).

Menurut Bambang, IKN harus menjadi suatu model bagi kota lain baik di Indonesia maupun dunia sebagai wilayah yang tangguh terhadap perubahan iklim. Selain itu, berkontribusi pada dunia terhadap upaya memerangi perubahan iklim.

Baca Juga: Asa Mewujudkan Kota Cerdas Berbasis Alam di Ibu Kota Nusantara



Skenario & Strategi NZE

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN Myrna Asnawati Safitri menuturkan dalam ajang COP28, OIKN akan kembali mengenalkan visinya sebagai kota hijau dan berkomitmen untuk melakukan pengendalian perubahan iklim. Dokumen RLDC ini menunjukkan komitmen dan strategi Indonesia untuk menangani perubahan iklim. Selain itu, roadmap ini menjadi bentuk keseriusan OIKN untuk mewujudkan sebuah kota yang ramah lingkungan dan memitigasi emisi gas rumah kaca (GRK).

Di dalam dokumen RLDC, tertuang tiga simulasi perhitungan skenario pengembangan kota beserta emisi karbon yang dihasilkan. Skenario pertama jika tidak ada langkah yang dilakukan untuk menekan emisi, maka diperkirakan 4,3 juta ton karbon dioksida (MtCO2) dilepaskan pada 2024 di IKN. Apabila terus dibiarkan tanpa intervensi, maka emisi di IKN akan meningkat menjadi 10,8 MtCO2 pada 2045. Artinya, emisi yang dikeluarkan di IKN bakal semakin tinggi.

Skenario kedua merujuk rancangan induk IKN pada Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2022 tentang Perincian Rencana Induk Ibu Kota Nusantara dimana sejumlah strategi dilakukan OIKN untuk mengurangi emisi akan berdampak pada total emisi di IKN menjadi negatif, yakni -1,1 MtC02 di tahun 2045.

Dalam skenario terakhir, Otorita IKN punya target yang lebih ambisius yakni emisi pada 2045 di IKN dapat dikurangi hingga -1,6 MtCO2. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan rencana induk IKN.

Untuk diketahui, merujuk dari laman Internasional Energy Agency (IEA), karbon netral berarti setiap CO2 yang dilepaskan ke atmosfer dari aktivitas manusia diimbangi dengan jumlah yang setara dengan jumlah yang dihilangkan. Untuk menjadi karbon negatif berarti sebuah perusahaan, sektor, atau negara harus menghilangkan lebih banyak CO2 dari atmosfer daripada yang dikeluarkannya.
Untuk mencapai itu semua, OIKN telah menyiapkan sejumlah strategi yang harus dicapai dan tertuang dalam RLDC yakni IKN punya target keanekaragaman hayati 65 X 30 yang dapat dicapai pada 2030. Artinya, 65% daratan berupa hutan di wilayah IKN menjadi kawasan konservasi dan 30% kawasan perairan menjadi kawasan dilindungi. Target tersebut jauh lebih tinggi dari kerangka keanekaragaman hayati global yang hanya 30 X 30.

Menurut Myrna, semakin luas hutan yang dilindungi maka akan semakin mengurangi kemungkinan deforestasi. Hal ini akan membantu pengurangan emisi dan diharapkan bisa menjaga keanekaragaman hayati yang ada di hutan.

Strategi lain yang tertuang dalam dokumen RLDC adalah penggunaan energi yang ramah lingkungan. Layaknya daerah lain di Indonesia, selama ini wilayah IKN sebagian Penajam Paser Utara (PPU) dan sebagian Kutai Kartanegara menggunakan sumber energi dari bahan bakar fosil, yakni batu bara, gas, dan minyak bumi.

Pada 2030 dan 2045, sumber energi IKN seluruhnya ditopang oleh pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Adapun di tahap awal, PLTS berkapasitas 50 MW sudah dibangun di IKN beberapa pekan lalu dan ditargetkan bisa digunakan pada 2024.

OIKN juga menargetkan 10 minutes city design dan 80% mobilitas dengan transportasi umum. Dalam mengelola transportasi, OIKN menargetkan 100% secara bertahap penggunaan kendaraan listrik baik pribadi maupun umum hingga di 2045. Penggunaan kendaraan listrik akan dilakukan bertahap dan difokuskan terlebih dahulu pada area Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. 

“Selanjutnya, material konstruksi yang digunakan di IKN juga harus ramah lingkungan, terutama penggunaan bahan semen ramah lingkungan,” kata Myrna.

OIKN akan melakukan secara bertahap penggunaan bahan semen ramah lingkungan ditaksir bisa mengurangi emisi hingga 43%. Sampai dengan tahun 2045, seluruh pembangunan di IKN ditargetkan menggunakan semen yang diolah dengan teknologi rendah karbon.

OIKN juga mempunyai strategi pengelolaan sampah di mana ingin mengurangi 80% sampah organik dengan proses komposting. Kemudian, OIKN juga melakukan pemilahan pada 80% limbah padat dan daur ulang pada 60% sampah.

Selain itu, OIKN akan menggunakan regenerative agricultural practices serta irigasi nol emisi dengan menggunakan solar water pump sebagai upaya mewujudkan ambisi karbon negatif. 

Baca Juga: Mencari Penyebab Investor Asing Belum Ada Realisasi Komitmen IKN




Menjamur Tambang Ilegal

Di sisi lain, sebelum ditetapkan menjadi IKN, banyak kegiatan ekstraktif di Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara. Beberapa yang resmi berupa industri batubara, perkebunan sawit, serta minyak dan gas bumi. Bahkan, di sejumlah titik terdapat aktivitas tambang batu bara ilegal yang menyisakan hutan gundul dan lahan rusak.

Direktur Pengembangan Pemanfaatan Kehutanan dan Sumber Daya Air Otorita IKN Pungky Widiaryanto menambahkan OIKN akan menutup 3.000 tambang batu bara ilegal di sekitar kawasan IKN. Hal itu ditandai dengan ditemukannya lubang-lubang tambang di luar area berizin pertambangan. 

Menurutnya, aktivitas tambang batu bara ilegal ini akan menghambat tujuan IKN mencapai NZE pada 2045. Untuk menangani masalah ini, OIKN membentuk satuan tugas (satgas) penertiban tambang ilegal. Satgas tersebut terdiri dari perwakilan aparat penegak hukum, kepolisian daerah, kejaksaan tinggi, TNI, unit penegakan hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dinas kehutanan provinsi, dan OIKN. 

“Satgas itu sudah bekerja beberapa bulan yang lalu dan sekarang terus melakukan mulai dari sosialisasi, kemudian juga kami sudah melakukan penyisiran kepada kegiatan area-area di mana diduga itu tambang ilegal, sudah memberikan peringatan-peringatan,” ucapnya. 

Saat ini, wilayah yang sudah rusak akibat aktivitas ilegal mulai direhabilitasi dengan penanaman pohon. Di sisi lain, bagi tambang yang mempunyai izin aktif, OIKN memperbolehkan untuk masih beroperasi sampai masa izinnya habis tetapi tidak dilakukan perpanjangan kembali. 

Menurutnya, penegakan hukum tetap akan dilakukan oleh OIKN, tidak hanya untuk mengurangi emisi karbon tetapi juga realisasi komitmen pembangunan IKN yang ramah lingkungan.

“Penegakan hukum juga dilakukan terhadap perusak lingkungan di wilayah IKN, apalagi Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi penghasil batu bara dan gas terbesar di Indonesia,” tutur Pungky. 

Baca Juga: Mengintip Konsep Ten Minute City di IKN Nusantara 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.