Free

China Girang Sambut Kedatangan Dadakan Elon Musk

Perdana Menteri China Li Qiang menerima kedatangan CEO Tesla Inc., yang belum setahun lalu telah melakukan kunjungan ke Beijing. Kedekatan keduanya menggambarkan upaya Musk untuk meningkatkan penjualan di China.

Nindya Aldila

29 Apr 2024 - 12.13
A-
A+
China Girang Sambut Kedatangan Dadakan Elon Musk

CEO Tesla Inc., bertemu dengan Perdana Menteri China Li Qiang pada Minggu (29/4/2024) di Beijing. (Twitter)

Bisnis, JAKARTA - Pendiri dan CEO Tesla Inc., melakukan pertemuan tiba-tiba dengan Perdana Menteri China Li Qiang, mengindikasikan kerja sama yang lebih dalam antara produsen dan  pasar kendaraan listrik terbesar dunia. Kedatangan Musk disambut baik China seiring komitmennya untuk menjaga iklim bisnis asing. 

Stasiun televisi pemerintah China, CCTV, mengatakan bahwa dalam pertemuan mereka, Li telah berjanji bahwa negaranya akan berbuat lebih banyak untuk membantu perusahaan-perusahaan asing. Kunjungan ini juga berbarengan dengan pameran otomotif di Beijing.

“Pasar China yang berskala sangat besar akan selalu terbuka bagi perusahaan-perusahaan yang didanai asing. China akan menepati janjinya dan akan terus bekerja keras untuk memperluas akses pasar dan memperkuat jaminan layanan,” kata Li dikutip Channel News Asia pada Minggu (28/4/2024).

Sambutan yang positif ini sejalan dengan kebutuhan China untuk meningkatkan investasi asingnya di dalam negeri setelah realisasi investasi yang terpuruk karena suku bunga yang longgar dan indikator ekonomi yang lemah akibat sektor properti. 


Selain itu, ketegangan hubungan dengan AS juga menjadi salah satu perhatian Pemerintah China untuk menjaga stabilitas iklim investasi. 

Musk tertarik dengan bisnis di China dan kedatangannya menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan penjualan mobilnya di salah satu pasar terbesarnya. Asosiasi Mobil Penumpang China melaporkan pengiriman mobil dari pabrik raksasa Tesla di Shanghai melorot hingga 16% pada Januari dan juga 19% (year-on-year/YoY), yang terendah sejak Desember 2022.

Baca juga: Perang Harga Tesla - BYD di Tengah Lesunya Penjualan Dunia

Tesla sempat menghadapi masalah di China setelah terpaksa menarik 1,6 juta unit untuk memperbaiki teknologi setirnya pada Januari. Perusahaan ini juga harus bersaing sengut dengan para produsen lokal yang masif di negara itu, sehingga Musk memutuskan memangkas harga besar-besaran di China. 

Alhasil, produsen terbesar China BYD berhasil melibas penjualan Tesla pada kuartal IV/2023 secara global. Meski penjualan global terbesar kembali diraih Tesla, pasar China belum bisa direbut dari tangan BYD. 

Produsen asal AS ini juga telah dilarang dari sejumlah properti yang berhubungan dengan pemerintah karena kekhawatiran akan kemampuan akses data dari teknologi perusahaan. 

Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden menyebut kedekatan Elon Musk dengan pihak asing, termasuk China, menjadi layak untuk dicermati. Bahkan, pernyataan Musk tentang Taiwan yang seharusnya masih dalam bagian China juga ikut mengundang kritik. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.